<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-875828441344222174</id><updated>2012-02-16T19:59:17.712-08:00</updated><title type='text'>Hakli Bondowoso</title><subtitle type='html'>SELAMAT DATANG DI HAKLIBONDOWOSO.BLOGSPOT.COM</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>indraculla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02698799200599936212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>24</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-875828441344222174.post-8502680125511392568</id><published>2011-08-18T22:49:00.000-07:00</published><updated>2011-08-18T22:51:20.802-07:00</updated><title type='text'>Dwi 'Sanitarian Teladan', Bujuk Warga Agar Mau BAB di Kakus</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-rVid1azq6nQ/Tk35VFMfjyI/AAAAAAAAAUE/VlljKXnmepI/s1600/dwi-dalam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-rVid1azq6nQ/Tk35VFMfjyI/AAAAAAAAAUE/VlljKXnmepI/s1600/dwi-dalam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; Saat datang ke Alor Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2005, Dwi Sari mengaku menangis. Bukan karena ditugaskan di daerah terpencil yang membuatnya menangis tapi karena melihat kondisi warga yang tidak terurus, perut anak-anak yang buncit dan kebiasaan berak (BAB) sembarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak tega saya melihatnya, karena di kota saya tidak melihat kondisi seperti itu tapi ternyata kok masih banyak anak-anak dengan kondisi seperti itu," ungkap Dwi Sari, yang dinobatkan menjadi Sanitarian Teladan 2011.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dwi yang merupakan tenaga kesehatan (sanitarian) lulusan Poltekes Negeri Surabaya ini, berusaha dengan tekun dan sabar untuk mengubah kebiasaan warga agar mau BAB (Buang Air Besar) di jamban (kakus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar bisa diterima masyarakat, Dwi rajin ke rumah-rumah warga untuk bergaul dan melakukan pendekatan dengan masyarakat. Seluruh atribut sebagai anak kota ia tanggalkan, agar warga tidak membuat jarak kepada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dwi tidak mau mengeluh tentang susahnya hidup di daerah baru tapi pelan-pelan ia menyatu dengan warga. Dwi menuturkan bahwa agar bisa diterima oleh masyarakat, maka pendatang sebaiknya tidak menganggap dirinya lebih tinggi dibandingkan dengan masyarakat sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak bisa kita datang-datang langsung mau mengubah kebiasaan mereka, jadi kita harus bisa memasuki dunia mereka terlebih dahulu. Dan sekarang masyarakat sudah bisa menerima dengan baik meski kita adalah pendatang," ujar Dwi saat ditemui di &lt;b&gt;detikHealth&lt;/b&gt; di acara Menkes menerima 132 Tenaga Kesehatan teladan Tingkat Nasional 2011 di gedung kemenkes Jakarta, seperti ditulis, Rabu (17/8/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah memang mengubah suatu kebiasaan yang sudah lama dilakukan oleh masyarakat, tapi Dwi tidak pernah patah semangat. Dengan mengajak serta kader-kader Posyandu, lambat laun kebiasaan warga buang air besar di laut atau di sembarangan tempat mulai berubah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bekerja sama dengan kader-kader dari Posyandu, karena mereka lebih mengerti masalah yang ada di sana seperti siapa saja yang masih suka BAB sembarangan atau keluarga mana yang belum memiliki jamban," ungkap perempuan kelahiran Ponorogo, 28 Oktober 1979.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memberdayakan kader-kader Posyandu tersebut, masyarakat jadi mau menceritakan masalah apa yang dihadapinya terutama di bidang kesehatan, sehingga nantinya Dwi bisa mencari solusi untuk masalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha Dwi dan bantuan warga lainnya mengubah kebiasaan masyarakat agar mau BAB di jamban memang tidak singkat. &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Misalnya saja pada tahun 2007 ada 1 desa yang hanya memiliki 30 jamban dari 176 rumah. Bahkan ada satu desa di Kabupaten Alor yang tidak memiliki air bersih sama sekali, jadi masyarakat di sana hanya mengandalkan air dari tampungan air hujan saja. Air ini termasuk digunakan untuk BAB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi data terakhir yang ada menunjukkan sudah ada 164 rumah yang memiliki jamban sendiri. Untuk masyarakat yang sangat miskin, Dwi memberikan ide membuat jamban gabungan dari beberapa rumah melalui gotong royong yang bisa digunakan bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Awalnya hanya sekitar 40-45 persen masyarakat yang memiliki jamban, dan saya ingin mengubah kebiasaan masyarakat itu. Data yang ada sekarang sudah hampir 100 pesen masyarakat disana punya jamban," ujar Dwi yang bekerja di Puskesmas Kokar Kabupaten Alor, NTT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah lain yang dihadapi oleh masyarakat di daerah kepulauan terpencil ini adalah saat musim gelombang tinggi atau angin kencang yang secara otomatis asupan sembako dari luar pulau akan terhambat. Ia menuturkan kadang harga 1 butir telur bisa mencapai Rp 5.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau tidak ada makanan, kita makan makanan lain seperti ubi atau jagung, karena masyarakat disana tidak tergantung dengan nasi," ujar Dwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terpilihnya sebagai salah satu tenaga kesehatan teladan nasional, Dwi berharap ia bisa terus melanjutkan program sanitasi di daerah tersebut dengan menyediakan jamban-jamban bagi masyarakat. Hal ini karena program penyediaan jamban merupakan kebutuhan utama dan mendasar untuk kesehatan warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya berharap tenaga kesehatan yang lain mau melanjutkan program sanitasi PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) untuk masyarakat di daerah terpencil dan kurang pendidikan, karena mereka perlu diperhatikan," ujar Dwi, si orang muda yang sangat mencintai negerinya ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="ES" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sumber : http://www.detikhealth.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/875828441344222174-8502680125511392568?l=haklibondowoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/feeds/8502680125511392568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/08/normal-0-false-false-false.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/8502680125511392568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/8502680125511392568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/08/normal-0-false-false-false.html' title='Dwi &apos;Sanitarian Teladan&apos;, Bujuk Warga Agar Mau BAB di Kakus'/><author><name>indraculla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02698799200599936212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-rVid1azq6nQ/Tk35VFMfjyI/AAAAAAAAAUE/VlljKXnmepI/s72-c/dwi-dalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-875828441344222174.post-1999639137668292966</id><published>2011-08-09T22:16:00.000-07:00</published><updated>2011-08-09T22:21:37.794-07:00</updated><title type='text'>PELANTIKAN PENGURUS HAKLI BONDOWOSO PERIODE 2011-2015</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alhamdulillah ke hadirat Allah SWT, telah dilaksanakan pelantikan kepengurusan anggota Hakli Kabupaten Bondowoso pada  tanggal 28  Juli 2011, yang bertempat di Dinkes Kabupaten Situbondo telah berjalan lancar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pelantikan dihadiri oleh &lt;i&gt;Ketua I Hakli Pengda Jawa Timur Ibu Nur Chotimah, M.kes&lt;/i&gt;&lt;i&gt; didampingi Seksi Pengembangan Profesi &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Bapak C.Haryono, M.kes dan Bendahara umum Ibu Umi Rahayu, M.kes&lt;/i&gt;, serta dihadiri para jajaran pengurus Hakli Cabang Bondowoso dan Hakli Cabang Situbondo beserta para koordinator kegiatan masing-masing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Pelantikan dilakukan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, sehingga sekaligus dilantik dua Cabang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yaitu Bondowoso dan Situbondo selain untuk mempercepat waktu pelantikan karena menjelang bulan Puasa dan Rhamadan juga menghitung jarak tempuh tim dari Pengda Jatim.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengambilan sumpah Ketua Hakli dilakukan oleh Ibu Nur Chotimah, M.kes, yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan serah terima antara pengurus lama dengan yang baru tepat pukul 13.00 WIB, dengan mengenakan busana batik khas Kabupaten Bondowoso warna hijau, Hakli Cabang Bondowoso telah resmi dilantik dan siap melangkah mantab kedepan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan telah dilantiknya Hakli Cabang Bondowoso semoga kedepannya bisa lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-BwACLFeWl6w/TkIS31jlnVI/AAAAAAAAATg/u4PfPeL9hMg/s1600/hakli+1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-BwACLFeWl6w/TkIS31jlnVI/AAAAAAAAATg/u4PfPeL9hMg/s400/hakli+1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-PPFQnJ0aeI8/TkIS-2BumHI/AAAAAAAAATk/EFQ3q6heYwE/s1600/hakli+2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-PPFQnJ0aeI8/TkIS-2BumHI/AAAAAAAAATk/EFQ3q6heYwE/s400/hakli+2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-DC2c-Lds2no/TkITGXzMG1I/AAAAAAAAATo/me5wcXeini4/s1600/hakli+3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-DC2c-Lds2no/TkITGXzMG1I/AAAAAAAAATo/me5wcXeini4/s400/hakli+3.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/--PaCy73TnDg/TkITM2A2gMI/AAAAAAAAATs/JRWPxdrxdPM/s1600/hakli+4.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/--PaCy73TnDg/TkITM2A2gMI/AAAAAAAAATs/JRWPxdrxdPM/s400/hakli+4.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-P5RtkdzV9fI/TkITPyBe6zI/AAAAAAAAATw/9a8awjt0EAA/s1600/hakli+5.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-P5RtkdzV9fI/TkITPyBe6zI/AAAAAAAAATw/9a8awjt0EAA/s400/hakli+5.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-SAbDy0aHt0I/TkITUACdj3I/AAAAAAAAAT0/vo9gXRnAwnU/s1600/hakli+6.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-SAbDy0aHt0I/TkITUACdj3I/AAAAAAAAAT0/vo9gXRnAwnU/s400/hakli+6.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-vDJel88bO2k/TkITWPXI6BI/AAAAAAAAAT4/IR1oMPb5_qk/s1600/hakli+7.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-vDJel88bO2k/TkITWPXI6BI/AAAAAAAAAT4/IR1oMPb5_qk/s400/hakli+7.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-rrKekNmZz0A/TkITaHDJ9lI/AAAAAAAAAT8/3zecAM07pRQ/s1600/hakli+8.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-rrKekNmZz0A/TkITaHDJ9lI/AAAAAAAAAT8/3zecAM07pRQ/s400/hakli+8.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-nu8rTAvudwk/TkITdQm1soI/AAAAAAAAAUA/OOHQgu7AT4s/s1600/hakli+9.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-nu8rTAvudwk/TkITdQm1soI/AAAAAAAAAUA/OOHQgu7AT4s/s400/hakli+9.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/875828441344222174-1999639137668292966?l=haklibondowoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/feeds/1999639137668292966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/08/pelantikan-pengurus-hakli-bondowoso.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/1999639137668292966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/1999639137668292966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/08/pelantikan-pengurus-hakli-bondowoso.html' title='PELANTIKAN PENGURUS HAKLI BONDOWOSO PERIODE 2011-2015'/><author><name>indraculla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02698799200599936212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-BwACLFeWl6w/TkIS31jlnVI/AAAAAAAAATg/u4PfPeL9hMg/s72-c/hakli+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-875828441344222174.post-8297226824299597031</id><published>2011-06-29T23:23:00.000-07:00</published><updated>2011-07-04T23:37:52.813-07:00</updated><title type='text'>WETLAND TECHNOLOGY FOR DOMESTIC WASTE WATER MANAGEMENT</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Tahoma; panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:Tahoma; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-ansi-language:IN; mso-no-proof:yes;}p.MsoBodyText2, li.MsoBodyText2, div.MsoBodyText2 {mso-style-link:" Char Char1"; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:0cm; margin-left:14.2pt; margin-bottom:.0001pt; text-align:justify; line-height:150%; mso-pagination:widow-orphan; tab-stops:14.2pt 1.0cm 42.55pt 2.0cm; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:IN; mso-no-proof:yes;}p.ListParagraph, li.ListParagraph, div.ListParagraph {mso-style-name:"List Paragraph"; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:36.0pt; mso-add-space:auto; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:Tahoma; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-ansi-language:IN; mso-no-proof:yes;}p.ListParagraphCxSpFirst, li.ListParagraphCxSpFirst, div.ListParagraphCxSpFirst {mso-style-name:"List ParagraphCxSpFirst"; mso-style-type:export-only; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt; margin-bottom:.0001pt; mso-add-space:auto; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:Tahoma; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-ansi-language:IN; mso-no-proof:yes;}p.ListParagraphCxSpMiddle, li.ListParagraphCxSpMiddle, div.ListParagraphCxSpMiddle {mso-style-name:"List ParagraphCxSpMiddle"; mso-style-type:export-only; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt; margin-bottom:.0001pt; mso-add-space:auto; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:Tahoma; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-ansi-language:IN; mso-no-proof:yes;}p.ListParagraphCxSpLast, li.ListParagraphCxSpLast, div.ListParagraphCxSpLast {mso-style-name:"List ParagraphCxSpLast"; mso-style-type:export-only; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:36.0pt; mso-add-space:auto; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:Tahoma; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-ansi-language:IN; mso-no-proof:yes;}span.CharChar1 {mso-style-name:" Char Char1"; mso-style-locked:yes; mso-style-link:"Body Text 2"; mso-ansi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-size:12.0pt; mso-ansi-language:IN; mso-fareast-language:EN-US; mso-bidi-language:AR-SA; mso-no-proof:yes;}@page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:2106075116; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-669866104 887157276 -1189194616 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l0:level1 {mso-level-number-format:alpha-upper; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:53.45pt; text-indent:-18.0pt;}@list l0:level2 {mso-level-number-format:alpha-lower; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:89.45pt; text-indent:-18.0pt; mso-ansi-font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:11.0pt;}@list l0:level3 {mso-level-number-format:roman-lower; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:right; margin-left:125.45pt; text-indent:-9.0pt;}ol {margin-bottom:0cm;}ul {margin-bottom:0cm;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Tahoma; panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:Tahoma; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-ansi-language:IN; mso-no-proof:yes;}@page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;THE WETLAND TECHNOLOGY &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;MERUPAKAN&amp;nbsp; OPSI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMISTIK &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="height: 2px; left: 0px; margin-left: 9px; margin-top: 26px; position: absolute; width: 609px; z-index: 1;"&gt;&lt;img height="2" src="file:///C:/DOCUME%7E1/LAPTOP%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" v:shapes="_x0000_s1026" width="609" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;PERKOTAAN DALAM MENCIPTAKAN KOTA SEHAT DAN BERKELANJUTAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;A. Latar Belakang masalah.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kota-kota besar di Indonesia, pada umumnya memiliki masalah tipikal, berupa tekanan kependudukan yang disebabkan oleh laju urbanisasi dan pertumbuhan penduduk kota itu sendiri. Permasalahan tipikal ini kemudian berimplikasi terhadap kondisi sanitasi perkotaan yang tidak memadahi baik kualitas maupun kuantitas, dan secara tidak terhindarkan, membawa dampak berupa penurunan kualitas lingkungan perkotaan dan menurunnya kesejahteraan masyarakat kota. Kondisi tersebut diindikasikasikan dengan semakin tingginya pencemaran udara, tanah, dan air serta air tanah yang merupakan dampak langsung dari kegiatan; permukiman (domistik), industrialisasi dan transportasi. Terkait pencemaran lingkungan perkotaan utamanya pencemaran air, tanah dan air tanah, maka timbulan pencemaran dari domistik ini mempunyai andil yang siknifikan terjadinya penurunan kualitas lingkungan perkotaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Air limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari pembuangan daerah domestic, biasanya berupa tinja atau kemih (Black Water), air buangan dapur dan kamar mandi (grey water). Karakteristik air limbah domistik di Indonesia umumnya mengandung berbagai substrat antara lain: TS (Total Solids) 350–1200 mg/l, TDS (Total Dissolved Solid) 200–850 mg/l, TSS 100–350 mg/l, BOD (Biological Oxygen Demand) 40 – 400 mg/l, COD 250 -1000 mg/l, Nitrogen total 20–85 mg/l, Phospor total 4–15 mg/l, dan lemak 50–150 mg/l. (Dhokkikah, 2006).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Efek yang dapat ditimbulkan akibat membuang limbah domestik secara langsung ke lingkungan, saluran drainase kota dan badan air tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu yaitu: gangguan terhadap kesehatan, gangguan terhadap biota perairan dan gangguan estetika serta menimbulkan in-efisiensi biaya hidup (High Cost).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada negara-negara berkembang termasuk juga Indonesia, tingginya pencemaran lingkungan yang bersumber dari domistik ini dikarenakan beberapa hal, antara lain: sempitnya lahan perumahan sehingga tidak ada space/ ruang (lahan) untuk membangun unit pengolah air limbah yang pada umumnya memerlukan lahan yang luas; masalah ekonomi yang rendah sehingga terkendala keterbatasa biaya dan kondisi sarana sanitasi yang kurang memadahi serta kebiasaan masyarakat yang kurang mendukung perilaku hidup bersih dan sehat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kendala-kendala di atas itulah yang menyebabkan bahwa pembangunan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) domestik menjadi permasalahan tersendiri. Dalam rangka meningkatan kualitas lingkungan dan meminimasi pencemar yang bersumber dari domistik (perumahan/ permukiman), diperlukan environmental service programs, yang satu diantaranya adalah pemilihan dan penerapan teknologi baru pengolahan air limbah domestik perkotaan yang ‘simple and apropriate’ untuk masyarakat yakni: sederhana, mudah dan murah serta terjangkau dalam sistem pengoperasian dan perawatannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Salah satu teknologi tepat guna yang mampu mengolah air limbah domestik adalah The Wetland Technology for Domistic Waste Water Treatment atau sistem tanah basah /lahan basah/ rawa buatan dengan memanfaatkan tanaman / vegetasi. Sistem ini telah banyak digunakan di banyak negara, seperti : Amerika, Kanada, Australia, Jerman, Belanda, Inggris, Cina, India dan beberapa negara Asia. Namun di Indonesia, belum begitu populer perkembangannya, karena kajian-kajian dan publikasi mengenai kemampuan tumbuhan air / vegetasinya tersebut masih kurang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sistem wetland Technology, memanfaatkan sinar matahari dan tanaman yang berfungsi memfilter bahan pencemar dengan bantuan mikroorganisme yang tumbuh di perakaran tanpa menambahkan bahan-bahan kimia dan prosesnya berjalan alami. Menurut beberapa penelitian tanaman Cattail (Typha angustifolia) dapat menurunkan konsentrasi COD sebesar 50%-93% Mukhlis 2003). Dan tanaman Kana (Canna sp) mampu menurunkan COD dan BOD sebesar 90 %, TSS sebesar 90% (Mayangriani, 2005). Sedangkan tanaman Papirus (Cyperus papyrus) mempunyai efisiensi penurunan N sebesar 91,24 %, dan efisiensi penurunan sebesar TS sebesar 64,56 % (Tangahu, 2005).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="text-transform: uppercase;"&gt;B. DEFINISI &amp;nbsp;dan Kharakteristik Air Limbah Domestik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="text-transform: uppercase;"&gt;1. D&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;efinisi Air Limbah Domestik.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Air limbah domestik adalah air buangan manusia yang berasal dari perumahan, daerah komersial, institusi dan fasilitas sejenis (Metcalf dan Eddy, 1991). Menurut Mara D. dalam Mukhlis, 2003 air limbah domestik didefinisikan sebagai air buangan tubuh manusia yang berupa tinja atau kemih (&lt;i&gt;black water)&lt;/i&gt; serta buangan dapur dan kamar mandi (&lt;i&gt;grey water)&lt;/i&gt;. Air limbah yang masih baru berupa cairan keruh berwarna abu-abu dan berbau tanah, tetapi tidak terlalu merangsang. Bahan ini mengandung padatan berukuran besar yang terapung atau tersuspensi (misal tinja, jerami dan lain-lain), padatan tersuspensi yang lebih kecil (misal irisan sayuran), serta polutan dalam bentuk larutan sejati. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bahan ini tidak sedap dipandang dan sangat berbahaya, terutama karena jumlah mikroorganisme pathogen yang dikandungnya (Mukhlis, 2003).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;2. Kharakteristik Air Limbah Domistik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Air limbah domestik terdiri dari komponen–komponen fisik, kimia dan biologi. Beberapa kontaminan penting yang terdapat dalam air limbah yaitu (Metcalf dan Eddy, 1991) :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Padatan      tersuspensi, substansi zat ini &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;dapat menstimulasi pembentukan deposit lumpur dan      kondisi anaerobik pada badan air.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bahan      organik &lt;b&gt;&lt;i&gt;biodegradable&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; meliputi senyawa protein, karbohidrat      dan lemak. Bahan organik yang tinggi dalam air dapat menurunkan kandungan      oksigen didalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nutrien&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;, k&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;eberadaan nutrien menyebabkan terjadinya eutrofikasi      dalam badan air dan dapat menyebabkan polusi air tanah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bahan      organik &lt;b&gt;&lt;i&gt;non-biodegradable &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;(zat oaganik yang sulit terurai)      &amp;nbsp;adalah bahan yang terutama disintesis secara buatan dan bertahan lama      di alam karena sulit didegradasi, meliputi surfaktan, phenol dan      pestisida.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mikroorganisme      pathogen.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bahan      inorganik terlarut, misalnya kalsium, natrium dan sulfat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Priority pollutant&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;yaitu senyawa organik dan inorganik yang bersifat      karsinogenik, mutagenik dan teragenik serta toksik akut.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; text-transform: uppercase;"&gt;C. Opsi/ Pemilihan teknologi Pengolahan Air Limbah Domestik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;Prosedur untuk memperhitungkan faktor-faktor ekonomi dan lingkungan secara sistimatik telah dikembangkan. Hal ini berkisar dari satu cara dan proses pengambilan keputusan dalam memilih dan menetapkan berbagai alternatif teknologi pengolahan air limbah domestik pada Negara-negara berkembang baik di daerah perkotaan (&lt;i&gt;urban area&lt;/i&gt;) ataupun di daerah pedesaan (&lt;i&gt;rural area&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tujuan program opsi ini&amp;nbsp; adalah untuk mempermudah / membantu para pengambil keputusan, penanggung jawab proyek / kegiatan dan juga perorangan dalam mengidentifikasi beberapa alternatif yang menguntungkan dan mengevaluasi kemampuan dari alternatif tersebut dengan memperhatikan situasi dan kondisi masyarakat setempat. Tiga pertanyaan yang berusaha dijawab oleh Stakeholder/ penanggung jawab dan pelaksana program adalah: (1) Teknologi apa /sanitasi mana yang relevan untuk daerah pedesaan dan perkotaan dinegara berkembang?; (2) Kriteria mana yang relevan untuk mengevaluasi ketepatan teknologi tersebut?; (3) Bagaimana kriteria ini dapat diterapkan untuk membantu proses pengambilan keputusan yang dapat diaplikasikan oleh para pengambil keputusan kedalam proyek – proyek yang nyata?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Untuk itu beberapa kriteria pilihan teknologi pengolahan air limbah domestik perlu ditetapkan, yang meliputi (1) Kersedianya lahan ; (2) Biaya material dan tenaga kerja; (3) Penggunaan lahan dan (4) Skala ekonomi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;D. THE WETLAND TECHNOLOGY SYSTEM&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1. Definisi The Wetland Tecknology&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Definisi wetland sangat beragam tapi pada dasarnya wetland adalah area yang setidaknya tergenangi air secara intermiten (Campbell and Ogden, 1999 dalam Rizka, 2005). Sedangkan menurut Metcalf dan Eddy, wetland adalah suatu lahan yang jenuh air dengan kedalaman air tipikal yang kurang dari 0,6 m yang mendukung pertumbuhan tanaman air emergent, misalnya Cattail, Bulrush, Reeds dan Sedges (Carex, sp).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Wetland dibedakan menjadi dua yaitu The natural wetland dan The constructed wetland (yang selanjutnya disebut &amp;nbsp;wetland ). The natural wetland adalah area yang sudah ada secara alami dengan debit dan struktur yang tidak direncanakan, misalnya rawa–rawa pesisir pantai atau mangroove wetland. Natural wetland banyak ditumbuhi oleh vegetasi emergent, misalnya Cattail (Thypa sp), Reed (Phragmites sp), Sedges (Carex sp), Bulrushes (Scirpus sp), rushes (Juncus sp) dan spesies tanaman rumput–rumputan yang lain. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;The Wetland atau disebut wetland &amp;nbsp;buatan yang dikelola dan dikontrol oleh manusia untuk keperluan filtrasi air buangan dengan penggunaan tanaman, aktivitas mikroba dan proses lainnya (Hesket dan Bartholomew dalam Pancawardhani, 2004). Menurut Hammer (1998) Wetland adalah pengolahan limbah secara alami yang terdiri dari tiga faktor utama, yaitu : (1) Area yang digenangi air dan mendukung hidupnya aquatic plant jenis Hydrophita, (2) Media tumbuh berupa tanah yang selalu digenangi air, (3) Media jenuh air.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sistem wetland dikonstruksikan sedemikian rupa seperti aslinya dimana didalamnya diisi dengan batuan, tanah dan zat organik untuk mendukung tanaman-tanaman emergent. Variabel dalam wetland yang strukturnya direncanakan adalah (Yuanita, 2003) : (1 ) Debit yang mengalir; (2) Bahan organik tertentu; (3) Kedalaman media tanah; (4) Pemeliharaan tanaman selama proses pengolahan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;a. Tipe-Tipe Wetland&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menurut Novotny dan Olem, 1994 yang dikutip oleh Widyastuti, 2005, wetland dapat dibedakan&amp;nbsp;menjadi dua tipe, yaitu : &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;a.1. Wetland &amp;nbsp;dengan aliran diatas permukaan tanah (Free Water Surface System)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;Free Water Surface (FWS) System biasanya berupa kolam atau saluran-saluran yang dilapisi lapisan impermeable di bawah saluran atau kolam yang berfungsi untuk mencegah merembesnya air keluar kolam atau saluran. Kemudian kolam tersebut terisi tanah sebagai tempat hidup tanaman yang hidup&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;a.2. Wetland dengan &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;aliran dibawah permukaan tanah (Sub-surface Flow System)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-size: small;"&gt;Pada &lt;i&gt;Sub-surface Flow (SSF) system, &lt;/i&gt;pengolahan limbah terjadi ketika air mengalir secara perlahan melalui tanaman yang ditanam pada media berpori, misalnya gravel, kerikil dan tanah. Dalam sistem ini tanaman melalui akar rhizoma yang mentransfer oksigen kedalam media &lt;i&gt;subsurface&lt;/i&gt; dan menciptakan kondisi aerobik (Robert, et all). Proses pengolahan air limbah terjadi melalui proses filtrasi, absorbsi oleh mikroorganisme dan adsorbsi polutan oleh tanah. Removel bahan organik pada sistem SSF dibatasi oleh dua faktor yaitu waktu tinggal dan &lt;span style="color: black;"&gt;transfer O&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: black;"&gt;(Crites, 1998 dalam Yuanita, 2000)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;Kedua sistem diatas merupakan reaktor biologis &lt;i&gt;attached growth&lt;/i&gt; dan berfungsi sebagaimana &lt;i&gt;trickling filter&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;biological contractors&lt;/i&gt;. Kemampuan sistem sangat dipengaruhi oleh waktu detensi air limbah dalam reaktor serta beban limbah yang masuk, kondisi biota dan keterbatasan oksigen dalam sistem.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;(Anonymous, 2006) &lt;i&gt;Sub-surface Flow&lt;/i&gt; &lt;i&gt;(SSF)&lt;/i&gt; mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan &lt;i&gt;Free Water Surface (FWS)&lt;/i&gt; karena sistem SFS ditutup dengan pasir atau tanah, sehingga tidak ada resiko langsung terhadap potensi timbulnya nyamuk itu karena air limbah mengalir dibawah permukaan media serta&amp;nbsp; sistem ini mampu memberikan transfer oksigen yang lebih banyak daripada sistem FWS. Pengaliran air limbah dibawah media juga memberikan proteksi thermal yang lebih baik pada suhu dingin. Dengan input yang sama lahan yang dibutuhkan untuk sistem SSF lebih kecil daripada FWS.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-size: small;"&gt;Untuk mengatasi kemungkinan &lt;i&gt;clogging&lt;/i&gt; pada SSF dapat dilakukan dengan mengatur media pada &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;bagian&lt;span style="color: black;"&gt; inlet digunakan dengan diameter besar. Media dengan diameter besar mempunyai konduktivitas hidraulik besar dan mampu mengurangi terjadinya &lt;i&gt;clogging&lt;/i&gt; di bagian awal reaktor. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-size: small;"&gt;Setelah zona inlet yang berdiameter besar digunakan media dengan diameter kecil. Media dengan diameter kecil memberi manfaat berupa tersedianya area permukaan yang lebih banyak yang dapat digunakan untuk membantu pengolahan. Rongga udara yang lebih kecil lebih kompatibel bagi vegetasi akar dan rhizoma. Selain itu dengan diameter yang lebih kecil konduktivitas hidrauliknya lebih rendah dan kondisi aliran lebih mendekati linier.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;b. &amp;nbsp;&amp;nbsp; Keuntungan dan Kerugian Dalam Penggunaan Sistem &lt;i&gt;Wetland&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Penerapan teknologi &lt;i&gt;wetland&lt;/i&gt; dapat digunakan sebagai alternatif pengolahan limbah, baik domestik maupun industri. Beberapa keuntungan dari penerapan sistem &lt;/span&gt;&lt;i&gt;wetland&lt;/i&gt; ini antara lain : 1)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Kebutuhan luas lahan sangat relatif (tergantung kebutuhan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;2)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Biaya pengolahan dan perawatan lebih murah. Menurut Mangkoediharjo dalam Kurniawan (2005), sistem pengolahan biologis dengan tumbuhan dapat menghemat biaya operasional hingga 50% proses mekanis. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Hal ini dikarenakan tumbuhan dapat tetap berkembang tanpa biaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;3)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Tidak memerlukan tenaga ahli untuk operasional dan pemeliharaannya karena teknologinya sederhana dan sangat sesuai untuk area yang natural.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;4)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Mampu mengolah air limbah domestik dan industri dengan baik ditunjukkan dengan efisiensi pengolahan yang tinggi yaitu lebih dari 80% (Tangahu, 2001 dalam Rizka, 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;5)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;Sistem manajemen kontrol mudah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;6)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Merupakan teknologi ramah lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;7)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Biaya konstruksi murah&lt;span style="color: black;"&gt; (Anonim, 2006 &lt;u&gt;http://www.techno-preneur.net)&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;8)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Dapat memberikan manfaat ganda karena dapat berfungsi sebagai media hidup hewan dan makhluk hidup lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;9)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Cocok dikembangkan di pemukiman kecil, dimana harga tanah lebih murah dan air limbah berasal dari rumah tangga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Sedangkan kelemahan sistem &lt;b&gt;&lt;i&gt;Wetland &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;antara lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;1)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Pengoperasian sistem ini tergantung pada kondisi lingkungan termasuk iklim dan suhu. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-size: 11pt;"&gt;Pengolahan kurang optimal untuk daerah dengan suhu rendah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IT" style="font-size: 11pt;"&gt;2)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Berpotensi menimbulkan bau seperti hasil dari proses dekomposisi tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;3)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Dapat terjadi sarang nyamuk jika terjadi genangan air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;4)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Kemungkinan berpindahnya bahan pencemar ke biomassa yang dikonsumsi manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;5)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Kriteria desain dan operasi masih belum jelas untuk saat ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;6)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Kompleksitas biologis dan hidrolis, serta masih kurangnya kemampuan untuk memahami proses yang terjadi dalam pengolahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 78pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Proses-Proses Pengolahan Dalam Sistem &lt;i&gt;Wetland&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Proses pengolahan air limbah domestik pada sistem &lt;i&gt;wetland&lt;/i&gt; berlangsung melalui proses fisika, kimia dan biologi yang disebabkan oleh adanya interaksi antara mikroorganisme, tanaman dan substrat (Haberl et. Al, 1996 dalam Mukhlis, 2005). Proses ini terjadi selama air limbah domestik mengalir melalui substrat, dimana bahan organik diuraikan secara biologis baik secara aerobik maupun anaerobik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Prinsip dasar sistem &lt;i&gt;wetlands&lt;/i&gt; untuk pengolahan air limbah domestik adalah pada proses respirasi tumbuhan air. Tumbuhan air ini mampu menghisap oksigen dari udara melalui daun, batang, akar dan rhizomanya yang kemudian dilepaskan kembali pada daerah sekitar perakaran &lt;i&gt;(rhizosphere)&lt;/i&gt;. Hal ini dimungkinkan karena jenis tumbuhan air ini mempunyai ruang antar sel atau lubang saluran udara&lt;i&gt; (aerenchyma)&lt;/i&gt; sebagai alat transportasi oksigen dari atmosfer ke bagian perakaran. Kelebihan lain dari tumbuhan air adalah dapat bertahan hidup pada kondisi anaerobik (tanpa oksigen). Daerah &lt;i&gt;rhizosphere&lt;/i&gt; yang bersifat aerob memungkinkan aktivitas berbagai bakteri pengurai bahan organik pencemar (nitrogen dan fosfor) meningkat. Proses penguraian amonia menjadi nitrat (nitrifikasi) juga meningkat. Proses ini terjadi terus-menerus tanpa berhenti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Adapun proses-proses yang terjadi dalam sistem pengolahan air limbah dengan memanfaatkan tanaman air dengan sistem &lt;i&gt;wetland&lt;/i&gt;, menurut Novonty dan Olem, 1994 dikutip oleh Fitriarini, 2002, ialah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 2cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Proses Fisika dengan mekanisme removal sedimentasi dan filtrasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 2cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Proses Fisika dan Kimia dengan mekanisme removal adsorpsi dan presipitasi fosfor dan logam berat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 2cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Proses Biokimiawi dengan mekanisme removal: Penurunan bahan organik, Nitrifikasi, Denitrifikasi, Dekomposisi anaerobik, Penyerapan tumbuhan air.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 2cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Faktor Desain &lt;i&gt;Wetland&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 33.95pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Menurut Crites &amp;amp; Tchobanoglous (1998) dalam Dhokhikah, 2006 hal-hal yang perlu diperhatikan dalam desain reaktor &lt;i&gt;Wetland&lt;/i&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 55.25pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Waktu Detensi Penyisihan Bahan Pencemar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 55.25pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Organic Loading Rate&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 55.25pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Luas Permukaan Yang dibutuhkan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 55.25pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Aspek Ratio dan Desain Hidrolik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 55.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt; text-transform: uppercase;"&gt;E.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt; text-transform: uppercase;"&gt;Faktor&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt; text-transform: uppercase;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt; text-transform: uppercase;"&gt;&amp;nbsp;Yang Mempengaruhi Sistem&lt;i&gt; Wetland&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses pengolahan air limbah dengan sistem &lt;i&gt;wetland&lt;/i&gt; menurut Wood, 1990 dalam Kurniawan, 2005, adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Tanaman/ Vegetasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Tanaman/ vegetasi dalam sistem &lt;i&gt;Wetland&lt;/i&gt; mengambil peranan penting karena memiliki beberapa fungsi sebagai berikut (Wood, 1990 dalam Prasetyaningtyas, 2003) :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 63.8pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Menyediakan kebutuhan oksigen bagi akar dan daerah perakaran dengan proses fotosintesa, yang digunakan untuk pertanaman biologis bagi mikroorganisme yang berada di zona akar. &lt;/span&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-size: 11pt;"&gt;Dalam hal ini, tanaman memiliki kemampuan memompa udara melalui sistem akar.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 63.8pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Menjadi komponen penting dalam proses transformasi nutrien yang berlangsung secara fisik dan kimia mendukung proses pengendapan terhadap partikel tersuspensi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 63.8pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Proses kematian pada akar disertai pelepasan bahan organik yang mendukung proses denitrifikasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 63.8pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Sebagai media tumbuh mikroorganisme.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 63.8pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;e.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Mendukung proses filtrasi bahan solid.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Dalam sistem pengolahan air limbah skala kecil, misalnya rumah tangga, makrophyta dapat memberikan peran lebih.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Peranan makrofita dalam sistem pengolahan &lt;i&gt;wetland&lt;/i&gt; dapat dilihat pada tabel 2.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 39.3pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Tabel 2.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 39.3pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Peranan Makrofita Dalam Sistem Pengolahan &lt;i&gt;Wetland&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; border: medium none; margin-left: 47.95pt;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(230, 230, 230); border-color: windowtext; border-style: solid solid double; border-width: 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 168pt;" valign="top" width="224"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Bagian Makrofita&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(230, 230, 230); border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: solid solid double none; border-width: 1pt 1pt 1.5pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 228.9pt;" valign="top" width="305"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Peranan di Dalam Pengolahan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 168pt;" valign="top" width="224"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Jaringan   tumbuhan aerial&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 228.9pt;" valign="top" width="305"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 12.25pt; text-align: justify; text-indent: -12.25pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Wingdings; font-size: 11pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Mengurangi kecepatan angin sehingga dapat menurunkan   resuspensi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 12.25pt; text-align: justify; text-indent: -12.25pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 11pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Penyimpanan nutrien&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 168pt;" valign="top" width="224"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Jaringan   tumbuhan dalam air&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 228.9pt;" valign="top" width="305"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 12.25pt; text-align: justify; text-indent: -12.25pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 11pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Efek filtrasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 12.25pt; text-align: justify; text-indent: -12.25pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Wingdings; font-size: 11pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Mengurangi kecepatan arus air dan meningkatkan proses   sedimentasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 12.25pt; text-align: justify; text-indent: -12.25pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 11pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Menyediakan area untuk &lt;i&gt;attached biofilm&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 12.25pt; text-align: justify; text-indent: -12.25pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 11pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Pengambilan nutrien&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 168pt;" valign="top" width="224"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Akar   dan rizhoma&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 228.9pt;" valign="top" width="305"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 12.25pt; text-align: justify; text-indent: -12.25pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 11pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Menciptakan permukaan sedimentasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 12.25pt; text-align: justify; text-indent: -12.25pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 11pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Mencegah terjadinya &lt;i&gt;clogging&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 12.25pt; text-align: justify; text-indent: -12.25pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 11pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Pengambilan nutrien&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 12.25pt; text-align: justify; text-indent: -12.25pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 11pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Pelepasan oksigen&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 75.3pt; text-align: justify; text-indent: -32.75pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;&amp;nbsp;(Sumber: Fitriarini, 2002)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 75.3pt; text-align: justify; text-indent: -32.75pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Beberapa tanaman yang banyak digunakan untuk &lt;i&gt;wetland&lt;/i&gt; adalah &lt;i&gt;Cattail (Thypa sp), Reed (phragmites sp)&lt;/i&gt; dan tanaman rumput-rumputan lain. Sedangkan tanaman yang dapat digunakan untuk &lt;i&gt;wetland&lt;/i&gt; yang berfungsi sebagai &lt;i&gt;wastewater garden&lt;/i&gt; diantaranya Kana, Papirus, Heliconia dan beberapa tanaman lain yang mampu hidup pada lahan jenuh. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Berdasarkan pola hidupnya tumbuhan air dapat dibedakan menjadi empat tipe, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 57.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;EmergentType, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;yaitu t&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-size: 11pt;"&gt;anaman air ini hidup pada bagian tepi suatu perairan. Hidup di bagian perairan yang dangkal sampai tidak tergenang air. Yang termasuk kelompok ini adalah &lt;i&gt;Thypa latifolia, Canna flaccida, Scirpus validas &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Iris pseudacorus.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 57.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Floating type, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;adalah jenis tanaman yang mempunyai pola hidup terapung dipermukaan perairan dengan posisi akar melayang/menggantung, contohnya adalah eceng gondok, Azolla, duckwed dan kayu apu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 57.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Submerged Type, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;adalah tumbuhan yang hidup di dalam perairan dengan seluruh tubuh terendam air dengan akar menyentuh dasar perairan dan sebagian lainnya melayang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 57.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Deep Aquatic Type, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;yaitu tanaman ini hidup didasar dengan akar tanaman kuat pada bagian dasar perairan tersebut. Batang tanaman ini tegak menyangga bunga dan daun muncul di permukaan perairan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 57.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Media Tumbuh (Substrat)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Media pada &lt;i&gt;wetland&lt;/i&gt; berfungsi sebagai tempat tumbuh tanaman dan sebagai tempat hidup mikroorganisme pengurai, serta sebagai tempat berlangsungnya proses sedimentasi dan filtrasi bahan polutan (Prasetyaningtyas, 2003). Sedangkan Media tumbuh dalam sistem SSF (&lt;i&gt;Sub-Surface Flow&lt;/i&gt;) dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu (Metcalf and Edy, 1991) :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 2cm; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Medium sand, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;media dengan struktur halus karena komposisi butiran lebih sedikit dari pasir, berdiameter antara 0,04-0,11 mm dan lolos ayakan 2-20.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 2cm; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Coarse sand&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;, media dengan struktur komposisi tanah berupa butiran besar dengan kandungan kerikil kurang dari 15% dan pasir lebih dari 85%. Struktur media ini antara &lt;i&gt;medium sand&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;gravel&lt;/i&gt; dan lolos ayakan 2-20.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 2cm; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Gravelly sand&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;, media ini merupakan kombinasi antara pasir-kerikil dengan prosentase pasir 85% dan kerikil 15%. Tanah mengandung lebih dari 70% pasir, porositas kurang dari 40%.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 2cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Mikroorganisme&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Jenis mikroorganisme yang diharapkan berkembang adalah &lt;i&gt;heterotropik aerobic.&lt;/i&gt; Hal ini dikarenakan penguraian bahan organik dalam tanah basah/ rawa buatan berlangsung secara aerobik dan anaerobik (Vyzamal, 1999 dalam Dhokhikah, 2006). &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Aktifitas mikroorganisme dalam &lt;i&gt;wetland&lt;/i&gt; dapat disamakan dengan aktifitas mikroorganisme dalam pengolahan konvensional (lumpur aktif) dan &lt;i&gt;Trickling filter&lt;/i&gt;. Tumbuhan menyediakan media penyangga bagi bakteri pengurai zat organik yang tumbuh melekat. Tumbuhan juga berfungsi menyediakan komponen Lingkungan perairan yang dapat meningkatkan efisiensi pengolahan (Yohanna, 2007).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Temperatur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Temperatur merupakan salah satu faktor yang turut menentukan kualitas effluent pada sistem ini. Temperatur berpengaruh terhadap aktivitas mikroorganisme dalam mengolah air limbah. Menurut Wood, 1990 dalam Kurniawan, 2005 temperatur yang sesuai untuk &lt;i&gt;constructed wetland &lt;/i&gt;adalah 20&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;C-30&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;C.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; text-transform: uppercase;"&gt;F.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; text-transform: uppercase;"&gt;Proses Penyerapan Unsur Hara Oleh Tanaman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Zat hara adalah zat-zat yang diserap oleh tanaman dan diperlukan oleh segala aktivitas tanaman. Unsur hara sangat diperlukan oleh tanaman disebut unsur hara esensial, yaitu unsur hara yang tanpa keberadaannya tumbuhan tidak dapat melengkapi daur hidupnya atau unsur yang merupakan penyusun molekul atau bagian tanaman yang esensial bagi kelangsungan hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Tanaman menyerap unsur hara melalui akar atau melalui daun. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-size: 11pt;"&gt;Unsur C dan O&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;sub&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;span lang="IT" style="font-size: 11pt;"&gt;diserap tanaman melalui daun dalam psoses fotosintesis. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Proses penyerapan unsur hara terjadi dalam bentuk anion dan kation terlarut dalam air. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 42.55pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Proses penyerapan unsur hara melalui akar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Proses penyerapan unsur terjadi jika unsur-unsur tersebut telah berkontak langsung dengan permukaan akar. Sistem perakaran dan percabangan tanaman yang besar meningkatkan kemampuan tanaman untuk mengabsorbsi unsur hara dari tanah (Fouth dalam Pancawardani, 2004). &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Dalam rawa akar tanaman mampu menembus tanah hingga 30-76 cm (Gresberg et al dalam Khiatuddin, 2003). Semakin dalam jaringan akar menembus tanah maka semakin luas zona rizhosphere tercipta, sehingga mendukung kemampuan mikroorganisme dan purifikasi rawa meningkat (Pancawardani, 2004).&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Penyerapan unsur hara oleh tanaman melibatkan beberapa proses antara lain (Salisbury dan Ross dalam Kurniawan 2005) :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 63.8pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Pergerakan ion ke permukaan akar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 63.8pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Adanya perbedaan konsentrasi antara media tumbuh dengan keadaan didalam akar mengakibatkan terjadinya pergerakan ion. Pengangkutan ion kepermukaan akar terjadi melalui tiga mekanisme yaitu : (a) difusi melalui larutan tanah, (b) dibawa air secara pasif dalam aliran massa menuju akar serta (c) gerakan akar yang tumbuh mendekati unsur tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 63.8pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Penimbunan ion dalam akar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 63.8pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Penimbunan sel dalam akar merupakan tahap pertama proses penyerapan unsur hara oleh akar tanaman. Ion yang menempel pada permukaan akar berdifusi masuk kedalam akar melalui dinding sel epidermis menuju membran sel. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Proses penyerapan terjadi pada membran sel ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 63.8pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Pergerakan ion dari permukaan akar ke dalam pembuluh kayu&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 63.8pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Ion yang telah diserap secara aktif dalam sel epidermis dan korteks bagian luar diangkut kedalam melintasi endodermis. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Sel endodermis merupakan bagian yang sangat penting bagi tanaman dalam pergerakkan air dan ion. Dinding sel endodermis disisi radial dan melintangnya memiliki penebalan yang disebut pita kapsari serta dapat mencegah air dan ion mengalir kembali keluar. Pergerakan ion dari permukaan akar ke pembuluh kayu tumbuhan melalui tiga jalan yaitu :&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt; (1) &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Pergerakan ion antar vakuola sel yang berfungsi sebagai tempat penampung ion&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;; (2) Pergerakan ion dalam sitoplasma; (3) &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Pergerakan melalui ruang bebas dari dinding sel dan kombinaasi ketiganya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 63.8pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Pengangkutan ion dari akar menuju batang dan daun&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 63.8pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Pengangkutan ion-ion dalam cairan tumbuhan pada batang terjadi melalui xylem dan floem. Air yang mengandung ion akan naik dari xylem pada akar, xylem batang kemudian tulang-tulang-tulang daun. Proses pergerakan ini adalah pergerakan pasif melalui membran sehingga diperlukan daya dorong untuk mencapai keseimbangan pada kedua sisi membran.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Karena tanaman menyerap unsur hara dalam bentuk ion maka bahan organik dan nutrien dalam &lt;i&gt;wetland&lt;/i&gt; harus mengalami penguraian sehingga dapat dimanfaatkan oleh tanaman. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;(USEPA, 1993) &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 29.45pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Terdapat hubungan saling ketergantungan antara mikroorganisme pengurai dengan tanaman pada &lt;i&gt;wetland&lt;/i&gt;. Kelarutan unsur hara yang diserap tanaman sangat tergantung pada kegiatan mikroba disekitar akar &lt;i&gt;(rizhosphere)&lt;/i&gt;. Akar yang berlubang-lubang mengeluarkan sejumlah zat organik yang merupakan makanan bagi mikroorganisme dan menyebabkan aktivitas biologi kuat. Dengan adanya peningkatan aktifitas biologis berarti penguraian bahan organik dan nutrient menjadi ion yang diserap tanaman juga meningkat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 42.55pt; text-align: justify; text-indent: 29.45pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 42.55pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Melalui fotosintesis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Pada hakekatnya, semua kehidupan diatas bumi ini sangat tergantung dari proses asimilasi CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; menjadi senyawa kimia organik dengan energi yang didapat dari sinar matahari. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Dalam proses ini energi sinar matahari (energi foton) ditangkap dan diubah menjadi energi kimia dengan proses yang disebut &lt;i&gt;fotosintesis&lt;/i&gt;. Energi matahari yang ditangkap oleh proses fotosintesis merupakan lebih dari 90% sumber energi yang dipakai oleh manusia untuk pemanasan, cahaya dan tenaga (Kusumah, 2005)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Fotosintesis merupakan suatu sifat fisiologi yang dimiliki oleh tumbuhan. Fotosintesis adalah penggunaan energi matahari oleh klorofil dari tumbuhan hijau untuk menggabungkan karbondioksida, air, dan senyawa anorganik lainnya untuk menjadi sel baru. Proses ini sering disebut asimilasi zat karbon. Pada waktu proses fotosintesis berlangsung, molekul-molekul air diambil dari media tumbuhnya. Molekul-molekul air, karbondioksida diambil dari udara atau dari dalam air dalam bentuk karbondioksida terlarut. Oleh kloroplas tumbuhan, atom C, H dan O dari zat-zat tersebut diubah menjadi senyawa hidrat arang (gula atau pati).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Sebagai hasil tambahan dari proses fotosintesis, tumbuhan mengeluarkan kelebihan oksigen ke udara dan perairan sehingga dapat dimanfaatkan oleh organisme air. Sedangkan gula yang dihasilkan dari fotosintesis merupakan bahan bakar dalam proses fotosintesis ini, diperlukan adanya cahaya matahari. Besarnya energi yang diberikan oleh cahaya tergantung dari intensitas cahaya (banyaknya sinar per cm&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; per detik) dan waktu penyinaran. Proses fotosintesis ini tidak dapat berjalan pada suhu kurang dari 5&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;C.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Laju fotosintesis akan tinggi bila intensitas cahaya tinggi dan akan menurun bila intensitas cahaya berkurang. Oleh karena itu cahaya berperan sebagai faktor pembatas utama dalam fotosintesis atau produktivitas primer (Sudjadi, 2005 dalam Yohanna, 2007).&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; text-transform: uppercase;"&gt;G.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt; text-transform: uppercase;"&gt;Mekanisme Penyisihan Polutan dalam &lt;i&gt;Wetl&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; text-transform: uppercase;"&gt;and&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; text-transform: uppercase;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Menurut Campbell &amp;amp; Ogden, 1999 dalam Kurniawan, 2005 pada dasarnya kandungan organik tidak hilang pada sistem rawa buatan ini, melainkan mengalami peristiwa sebagai berikut&amp;nbsp; berikut : (1) Dikonversikan ke plant material; (2) Dikembalikan ke atmosfer; (3) Terendapkan ke dasar &lt;i&gt;wetland; &lt;/i&gt;(4) Dikeluarkan ke aliran air &lt;i&gt;downstream&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Sebagai contoh removal fisik dari COD dipercaya terjadi melalui proses pengendapan dan penangkapan material partikulat di ruang hampa pada gravel atau media batuan. COD terlarut diremovel oleh pertamanan mikroba pada permukaan media dan menempel pada akar tanaman dan penetrasi &lt;i&gt;rhizome&lt;/i&gt; pada bed (EPA, 1993). Kira-kira sebesar 80% total COD dihilangkan melalui pengendapan pertama dan 60%-65% COD yang dihilangkan tersebut adalah dalam bentuk solid (Benefield &amp;amp; Randall, 1980 dalam Kurniawan, 2005).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;COD yang berhubungan dengan zat yang terendapkan &lt;i&gt;(setteable solids)&lt;/i&gt; di dalam air buangan dihilangkan oleh proses sedimentasi. COD terlarut dan dalam bentuk koloid yang masih tersisa dalam larutan dapat dihilangkan sebagai hasil dari proses aktifitas metabolisme dan interaksi kimia fisik didalam zona perakaran/matrik substrat (Wood, 1990 dalam Fitriarini, 2002). Media ini berfungsi sebagai penunjang struktur bakteri seperti halnya mengganti sistem aerator mekanik dalam mentransfer oksigen didalam sistem pengolahan air buangan. Proses penurunan kandungan COD pada sistem tanah basah/ lahan basah/ rawa buatan akan semakin baik bila digunakan media dengan ukuran partikel yang lebih kecil (Schulz, 2003 dalam Fitriarini, 2002).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Begitu juga dengan s&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;enyawa organik&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;nya lainnya&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt; dapat dipecah untuk dikonsumsi bagi mikroorganisme dalam sistem &lt;i&gt;wetland&lt;/i&gt;. Biodegredasi ini menghilangkan senyawa organik dari air seperti menyediakan energi untuk mikroorganisme (Lorion, 2001 dalam Fitriarini, 2002). Tingkat kemampuan biodegradasi dari berbagai macam substansi organik tergantung dari kemampuan degradasi relatif dari material, temperatur, konsentrasi oksigen, pH, pengadaan nutrien, konsentrasi substrat dan adanya senyawa toksin yang potensial (Cooper, 1990 dalam Fitriarini, 2002).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Sistem &lt;i&gt;wetland&lt;/i&gt; ini relatif toleran terhadap berbagai tingkat konsentrasi bahan pencemar yang masuk kedalam sistem (Khiatuddin, 2003). Perakaran tanaman yang tumbuh menyebar kesemua arah pada permukaan tanah (Fitriarini, 2002) dapat memberikan lebih banyak tempat hidup bagi bakteri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Zona aerob terjadi sekitar akar dari rizhoma yang mengurangi oksigen menjadi substrat. Oksigen yang dibutuhkan untuk degradasi disuplai langsung dari atmosfer dengan disfusi atau pengurangan oksigen dari akar makrofita dan rizhoma pada rhizophere. Senyawa organik didegradasi secara aerob seperti halnya secara anaerob oleh bakteri yang menempel pada bagian bawah tanaman (akar dan rizhoma) dan permukaan media (Vyzamal, 2003 dalam Fitriarini, 2002). Pertumbuhan optimum tanaman terjadi pada tanah yang subur, aerasi dan drainasenya baik atau tidak cukup menggenang, banyak mangandung bahan organik serta cukup tersedia unsur hara (Fitriarini, 2002).&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Disamping itu, penurunan &lt;i&gt;Total Suspended Solid&lt;/i&gt; dalam &lt;i&gt;wetland&lt;/i&gt; terjadi melalui proses fisik yaitu sedimentasi dan filtrasi. Proses sedimentasi terjadi dikarenakan air limbah harus melewati jaringan akar tanaman yang cukup panjang sehingga partikel-partikel yang melewati media dan zona akar dapat mengendap. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Dengan waktu detensi yang lebih panjang maka padatan mempunyai kesempatan lebih besar mengendap. Penghilangan padatan dengan filtrasi terjadi karena air limbah melewati media yang berpori sehingga padatan tertahan dalam pori-pori media. Struktur akar tanaman, misalnya &lt;i&gt;Phragmites&lt;/i&gt; juga menyediakan jalur infiltrasi melalui lapisan atas media sehingga memastikan bahwa permukaan media filter tidak mengalami &lt;i&gt;clogging&lt;/i&gt; (Wood, 1990, dalam Widyastuti, 2005).&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt;"&gt;Untuk padatan koloidal dan tidak dapat mengendap removal terjadi melalui beberapa&amp;nbsp; mekanisme. Padatan koloidal menjadi&lt;i&gt; foci&lt;/i&gt; bagi pertumbuhan bakteri selama waktu tinggal padatan tersebut akan mengendap dan sebagian yang lain diuraikan oleh mikroba. Removal padatan koloidal yang terjadi sebagai hasil penggabungan (gerak inersia dan brown) yang menghasilkan adsorpsi dengan padatan lain misalnya pada tanaman, dasar kolam dan padatan tersuspensi (Polsprasert, 1989 dalam Widyastuti, 2005). Kekeruhan disebabkan oleh adanya padatan tersuspensi dan padatan koloidal dalam air limbah, oleh karena itu removal kekeruhan terjadi melalui mekanisme yang sama dengan removel padatan tersuspensi dan padatan koloid.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;H.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;KESIMPULAN DAN REKOMENDASI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 39.3pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 2cm; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Teknologi wetland adalah teknologi yang tepat untuk dipilih sebagai satu diantara teknologi pengolahan air limbah domestik perkotaan yang mampu menciptakan lingkungan kota yang sehat dan&amp;nbsp; ramah lingkungan / berkelanjutan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 2cm; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Teknologi wetland terbukti &amp;nbsp;effektif dan efisien&amp;nbsp; menurunkan bahan-bahan pollutan/ pencemar yang terkandung dalam air limbah domestik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 2cm; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Aplikasi teknologi wetland untuk &amp;nbsp;pengolahan air limbah domestik perkotaan ternyata cukup &amp;nbsp;‘simple and apropriate’ untuk masyarakat berpengetahuan dan ketrampilan rendah karena teknologi ini cukup&amp;nbsp; sederhana, mudah &amp;nbsp;dan murah serta terjangkau dalam sistem pengoperasian dan perawatannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 2cm; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Teknologi wetland terbukti memberikan nilai tambah (added value) baik dari aspek estetika maupun sosial ekonomi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 39.3pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Rekomendasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 57.25pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Diperlukan gerakan sosial secara kelembagaan yang dimulai dari level terendah seperti RT, RW dan seterusnya dalam mendorong aplikasi sistem wetland dalam pengolahan air limbah domestiknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 57.25pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Sebaiknya dilakukan percontohan pengolahan air &amp;nbsp;limbah domestik institusional dengan sistem wetland untuk memberikan contoh kepada masyarakat sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 57.25pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Untuk lebih memberikan nilai tambah (added value) pada masyarakat sebaiknya vegetasi/ tanaman yang ditanam dipilih tanaman yang produktif dan bernilai ekonomis tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 57.25pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Mari kita mulai&amp;nbsp; diri kita sendiri dan dari hal-hal yang dianggap kecil yang berdampak besar terhadap kota yang sehat dan berkelanjutan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/15580950/WETLAND.ppt.html"&gt;Untuk file power point (presentasi) download disini&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Oleh: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Imam Khambali&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Peneliti / Dosen Pada Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Surabaya Kemenkes R.I.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Koordinator Bidang Pengembangan Keprofesian dan PPM Pengurus Daerah&amp;nbsp; Himpunan &amp;nbsp;Ahli &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Kesehatan Lingkungan (HAKLI) Provinsi Jawa Timur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Suryono, ST, S.Sos, MM&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ketua Hakli Kab. Bondowoso&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dinas Kesehatan Kab. Bondowoso&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 57.25pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;  &lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/875828441344222174-8297226824299597031?l=haklibondowoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/feeds/8297226824299597031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/06/wetland-technology.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/8297226824299597031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/8297226824299597031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/06/wetland-technology.html' title='WETLAND TECHNOLOGY FOR DOMESTIC WASTE WATER MANAGEMENT'/><author><name>indraculla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02698799200599936212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-875828441344222174.post-3487706853907985560</id><published>2011-06-13T19:59:00.000-07:00</published><updated>2011-06-13T20:55:16.394-07:00</updated><title type='text'>Nakes Teladan 2011 "Succes Story"</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;"Posyandu Berkebun dan Bertoga"&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;di Kecamaan Sempol, Kabupaten Bondowoso&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah pada tahun ini 2011 Kabupaten Bondowoso salah satu tenaga kesehatan yang dikirim untuk mengikuti seleksi Nakes Teladan&amp;nbsp; meraih 5 besar tingkat provinsi Jawa Timur, Drg. Rudy Iswoyo yang juga sebagai Kepala Puskesmas Sempol merupakan salah satu dari 4 Tenaga Kesehatan Kabupaten Bondowoso yang dikirim untuk melakukan seleksi,&amp;nbsp; setelah dilakukan ujian seleksi dari Provinsi Jawa Timur yang dilakukan di Dinkes Provinsi akhirnya Tim Penilai terjun ke Lapangan di wilayah kerja Puskesmas Sempol pada tanggal 9 Juni 2011 di dampingi oleh tim dari Tingkat Kabupaten.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan mengangkat Tema "Posyandu Berkebun dan Bertoga" Drg. Rudy Iswoyo menekankan pada kegiatan&amp;nbsp; UKBM dimana untuk meningkatkan peran serta dan &lt;p:colorscheme colors="#000000,#ffffff,#4e5b6f,#d6ecff,#7fd13b,#ea157a,#eb8803,#5f7791"&gt;partisipasi dari Desa terutama ibu -Ibu PKK dan juga dana operasional Posyandu. &lt;/p:colorscheme&gt;Drg. Rudy Iswoyo berfikir &lt;p:colorscheme colors="#000000,#ffffff,#4e5b6f,#d6ecff,#7fd13b,#ea157a,#eb8803,#5f7791"&gt;bahwa perlu dilakukan suatu terobosan yang positif untuk mengatasi permasalahan yang&amp;nbsp; ada, dimana selama ini operasional Posyandu yang ada di wilayah Kecamatan Sempol Kabupaten Bondowoso bersumber dari Swadaya Masyarakat, Bantuan dari Pihak Perkebunan PTPN XII dan Bantuan dari Desa dirasa masih belum cukup.&lt;/p:colorscheme&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p:colorscheme colors="#000000,#ffffff,#4e5b6f,#d6ecff,#7fd13b,#ea157a,#eb8803,#5f7791"&gt;Tujuan dari adanya Posyandu Berkebun dan Bertoga tersebut adalah&amp;nbsp; :&lt;/p:colorscheme&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p:colorscheme colors="#000000,#ffffff,#4e5b6f,#d6ecff,#7fd13b,#ea157a,#eb8803,#5f7791"&gt;1. Tersedianya dana operasional posyandu yang memadai&lt;/p:colorscheme&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p:colorscheme colors="#000000,#ffffff,#4e5b6f,#d6ecff,#7fd13b,#ea157a,#eb8803,#5f7791"&gt;2. Tersedianya menu PMT penyuluhan bagi bayi, Balita dan Ibu Hamil&lt;/p:colorscheme&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p:colorscheme colors="#000000,#ffffff,#4e5b6f,#d6ecff,#7fd13b,#ea157a,#eb8803,#5f7791"&gt;3. Terpantaunya pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita tiap bulan&lt;/p:colorscheme&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p:colorscheme colors="#000000,#ffffff,#4e5b6f,#d6ecff,#7fd13b,#ea157a,#eb8803,#5f7791"&gt;4. &lt;/p:colorscheme&gt;Terpantaunya kesehatan ibu dan anak tiap bulan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Tersedianya transport untuk kader posyandu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk melaksanakan hal tersebut diatas strategi yang dilakukan adalah dengan melalui pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan lahan kebun disekitar posyandu dan melibatkan lintas sektor, awal terbentuknya Posyandu Berkebun dan Bertoga berawal dari pertemuan Kader Posyandu dimana disitu diusulkan oleh kader bagaimana membuat terobosan yang bisa mengatasi permasalahan yang selama ini ada, akhirnya tercetuslah ide Posyandu Berkebun dan Bertoga. yang kemudian ide tersebut ditindaklanjuti pada acara Pertemuan refreshing kader posyandu pada Agustus 2007 yang dilaksanakan di Kebun Blawan PTPN XII materi utama yang dilangsungkan adalah pelatihan kader posyandu dan pelatihan pemanfaatan hasil karang kitri/kebun sebagai makanan tambahan bayi dan balita. Kemudian hasil kesepakatan untuk kegiatan rutin adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Jumat bersih digunakan untuk memelihara karang kitri dan toga&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Studi banding kader antar afdeling tiap bulan 1 kali&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Persiapan pra posyandu 1 hari sebelum pelaksanaan posyandu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Pertemuan pasca posyandu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kecamatan Sempol Kabupaten Bondowoso merupakan wilayah kecamatan yang paling tinggi posisi geografisnya berada pada ketinggian kuang lebih 1.200 dpa merupakan kawasan Perkebunan Kopi Arabica PTPN XII dan Perhutani. merupakan kawasan wisata terpadu kawah ijen dengan obyek wisata&amp;nbsp; a.Kawah ijen, Kawah Telaga Weru dan Kawah Wurung b.Wisata Air Terjun Blawan dan Gua Stalagtit c.Wisata Pemandian Air Panas Blawan dan Pemandian Damarwulan d.Wisata Agro Kopi Kalisat -Jampit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://wisatabondowoso.indonesiatravel.biz/about-me/wisata/"&gt;http://wisatabondowoso.indonesiatravel.biz/about-me/wisata/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}@page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;style&gt;&lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}@page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dengan luas wilayah 217,2 Km2 dan Jumlah penduduk 11.997 jiwa, 6 desa yang terdiri dari 19 Afdeling,22 posyandu, 158 kader posyandu, Jumlah Desa Siaga : 6 Desa. Mata pencaharian penduduk Buruh Lepas Perkebunan sebesar 77,4 %, Karyawan PTPN XII sebesar 21, Pedagang / Petani 0,9&amp;nbsp;&amp;nbsp; % dan PNS&amp;nbsp;0,7&amp;nbsp; %&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&amp;nbsp;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dari sektor kesehatan wilayah Kecamatan Sempol memiliki 1 Puskesmas yang renacananya akan dikembangkan menjadi suatu Puskesmas Wisata, 2 unit Pustu, 3 Ponkesdes dan 6 Poskesdes dengan sosial ekonomi masyarakat yang relatif masih rendah, Pendidikan dan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan sumber daya yang ada masih kuran, budaya paternalistis masih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Profil Nakes Teladan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;u2:shapelayout u1:ext="edit"&gt;&lt;/u2:shapelayout&gt;&lt;u2:idmap data="1" u1:ext="edit"&gt;&lt;/u2:idmap&gt;&lt;u3:colorscheme colors="#ffffff,#000000,#dbf5f9,#04617b,#0f6fc6,#009dd9,#e2d700,#85dfd0"&gt;&lt;/u3:colorscheme&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Nama : Drg. Rudy Iswoyo, lahir di Banyuwangi, 23 Agustus 1970 nomor 6 dari 6 bersaudara, saat ini sudah berdomisili di Bondowoso sejak tahun 2006 Sudah menikah, Putra 2 Pendidikan FKG UNEJ Lulus 1999 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tahun 2000 – PTT di Kab. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Situbondo &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Tahun 2002 – Wakil dari Jawa Timur di FDI ( Forum Dokter Indonesia) di Jakarta &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tahun 2004 – Tenaga kontrak Puskesmas Pakem Kab. &lt;/span&gt;Bondowoso &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tahun 2005 – PNS ( Puskesmas Pakem ) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tahun 2006 – Kepala Puskesmas Sempol Kab. &lt;/span&gt;Bondowoso &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Tahun 2008-2011 – Ketua PDGI Cabang Bondowoso &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tahun 2010 – Ketua FKKP (Forum Komunikasi Kepala Puskesmas)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-sPOa-88i6AY/TfbZUAmvjsI/AAAAAAAAATc/wrTH__SW2L4/s1600/posyandu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="257" src="http://2.bp.blogspot.com/-sPOa-88i6AY/TfbZUAmvjsI/AAAAAAAAATc/wrTH__SW2L4/s320/posyandu.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/875828441344222174-3487706853907985560?l=haklibondowoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/feeds/3487706853907985560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/06/nakes-teladan-2011-succes-story.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/3487706853907985560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/3487706853907985560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/06/nakes-teladan-2011-succes-story.html' title='Nakes Teladan 2011 &quot;Succes Story&quot;'/><author><name>indraculla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02698799200599936212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-sPOa-88i6AY/TfbZUAmvjsI/AAAAAAAAATc/wrTH__SW2L4/s72-c/posyandu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-875828441344222174.post-7560840355439692349</id><published>2011-06-06T23:58:00.000-07:00</published><updated>2011-06-07T00:08:39.990-07:00</updated><title type='text'>Bondowoso Waspada Difteri</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Mendesak. Imunisasi Difteri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;Bondowoso, jumlah penderita difteri atau gangguan tenggorokan dari hari ke hari terus bertambah. &lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV;"&gt;Sampai saat ini, penderita penyakit tersebut sudah mencapai 19 jiwa dengan korban meninggal 3 korban. Saat ini penyebaran penyakit tersebut sudah meluas ke enam kecamatan yang ada di Bondowoso. Antara lain Grujugan, Wringin, Pakem, Cermee, Pujer dan Tenggarang.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Terbanyak jumlah penderita Difteri berada di Kecamatan Wringin. ” Bahkan ada lima desa yang masuk kecamatan Wringin yang warganya banyak terserang difteri” ungkap Kepala Dinkes Bondowoso Dr. Agus Suwardjito, M.Kes. Oleh sebab itu, Dinkes melakukan imunisasi difteri terhadap anak-anak balita di Kecamatan Wringin. ”Semua&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;balita di Kecamatan Wringin, sudah mendapat mendapatkan suntikan imunisasi difteri”, katanya. Namun untuk warga lainnya di beberapa kecamatan yang terserang difteri dan beberapa kecamatan lainnya di Bondowoso yang tidak mendapat serangan difteri, belum mendapatkan suntikan imunisasi difteri. ”Padahal, langkah imunisasi ini sangat mendesak”, katanya. Namun, karena dana yang ada di Dinkes Bondowoso tak mencukupi maka gerakan imunisasi difteri menjadi persoalan. ”Sehingga kami menunggu bantuan imunisasi difteri dari Dinkes Pemprov Jatim”, ujarnya. Sebab, untuk melakukan gerakan imunisasi difteri, dibutuhkan biaya sangat besar. ”Biayanya sangat besar, Bondowoso jelas tidak mampu”, katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sementara itu, Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Bondowoso dr. Imron, mengatakan penyebab penyakit difteri adalah bakteri. ”sedangkan penularannya lewat saluran pernafasan” katanya. Misalkan melalui percikan air ludah saat batuk dan bersin. ”sehingga dokter mengisolasi pasien saat dirawat di Puskesmas atau rumah sakit” katanya. Sebab penularannya sangat cepat dan mematikan ”Dan penyebaran penyakit difteri ini begitu cepat dan meluas hingga mencapai 6 kecamatan di Bondowoso” katanya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Oleh sebab itu, petugas kesehatan di Puskesmas terus melakukan upaya pencegahan meluasnya Difteri ini&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV;"&gt;Sumber : Radar Bondowoso&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/875828441344222174-7560840355439692349?l=haklibondowoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/feeds/7560840355439692349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/06/bondowoso-waspada-difteri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/7560840355439692349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/7560840355439692349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/06/bondowoso-waspada-difteri.html' title='Bondowoso Waspada Difteri'/><author><name>indraculla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02698799200599936212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-875828441344222174.post-7962324040115283394</id><published>2011-06-06T17:57:00.000-07:00</published><updated>2011-06-06T17:57:44.532-07:00</updated><title type='text'>Indonesia Ikut Waspada E.coli</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="yom-mod yom-art-hd" id="yui_3_3_0_1_1307408007915194"&gt;&lt;div class="bd"&gt;&lt;h1 class="headline"&gt;Waspadai Penumpang Pesawat yang Diare dari Jerman&lt;/h1&gt;&lt;a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=ArDU99qDcWG9g9OlphM7QPR7V8d_;_ylu=X3oDMTBxZjUyYzltBHBvcwMxBHNlYwNNZWRpYUFydGljbGVIZWFk;_ylg=X3oDMTJwdWQzbHRiBGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDMDBjYTk4NDMtODIxZC0zNTRmLWFjZmItYmEyOTM4NjBhNzgzBHBzdGNhdAMEcHQDc3RvcnlwYWdlBHRlc3QD;_ylv=0/SIG=11feapskp/EXP=1308617609/**http%3A//www.republika.co.id/" rel="nofollow"&gt;&lt;img alt="Republika" class="logo" src="http://l.yimg.com/bt/api/res/1.2/K0YgNJv7QrXRJ4h3Xk5.ng--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9Zml0O2g9Mjc-/http://media.zenfs.com/id_id/News/logo/republika/republika.jpg" title="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;cite class="byline vcard"&gt;&lt;span class="provider org"&gt;Republika&lt;/span&gt;&amp;nbsp;–&amp;nbsp;&lt;abbr title="2011-06-05T09:53:06Z"&gt;Min, 5 Jun 2011&lt;/abbr&gt;&lt;/cite&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yog-col yog-5u"&gt;   &lt;/div&gt;REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Kementerian Kesehatan memantau penularan penyakit akibat bakteri "Escherichia coli" (E. coli) yang saat ini melanda beberapa negara di Eropa dan Amerika Serikat. &lt;br /&gt;Siaran pers dari Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan Jakarta, Ahad, menyebutkan Kementerian Kesehatan telah menyampaikan surat edaran berisi permintaan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit akibat E.coli kepada seluruh jajaran kesehatan di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Kalau ada orang yang diare disertai pendarahan setelah bepergian dari Jerman dan kontak dengan penderita segera konsultasi kepada dokter atau petugas kesehatan," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama.&lt;br /&gt;Tjandra mengatakan gejala penyakit yang disebabkan oleh E.coli berupa sakit perut seperti kram dan diare yang pada sebagian kasus bahkan dapat berdarah (haemorrhagic colitis) serta demam dan muntah.&lt;br /&gt;"Masa inkubasi penyakit akibat E.coli berkisar antara tiga sampai delapan hari, rata-rata empat hari," katanya.&lt;br /&gt;Sebagian besar pasien, kata dia, dapat sembuh dalam waktu 10 hari tapi pada keadaan khusus seperti yang kini terjadi pada sebagian kasus di Eropa penyakit dapat berlanjut menjadi gawat dan berat, yang disebut dengan HUS.&lt;br /&gt;Penularan bisa dicegah dengan berperilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan pakai sabun setelah buang air besar dan sebelum makan.&lt;br /&gt;Selain itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan lima kunci untuk keamanan pangan yaitu menjaga kebersihan, memisahkan bahan mentah dengan makanan matang, memasak makanan sampai matang, menjaga makanan pada suhu aman dan menggunakan air bersih untuk mencuci bahan pangan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/875828441344222174-7962324040115283394?l=haklibondowoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/feeds/7962324040115283394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/06/indonesia-ikut-waspada-ecoli.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/7962324040115283394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/7962324040115283394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/06/indonesia-ikut-waspada-ecoli.html' title='Indonesia Ikut Waspada E.coli'/><author><name>indraculla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02698799200599936212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-875828441344222174.post-111354282394733765</id><published>2011-05-31T20:19:00.000-07:00</published><updated>2011-05-31T20:56:31.491-07:00</updated><title type='text'>SYAIR MARS HAKLI</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;DO=C&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4/4 &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Ma ri lah ber-himpun di-dalam HAKLI&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Serentak menyehatkan lingkungan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Demi kese-hatan kita seutuh-nya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Maju dalam pembangunan nega-ra&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tanah a-ir udara wah-na kri-da&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Di bi-na n'tuk damai sejah-te-ra&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kita bersama mengatasi kenda-la&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Majulah HAKLI In-do-ne-si-a&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Ki-ta galang mandala a-gar ja-di wa-lu-ya untuk ke-se-ha-tan masyara-kat ki-ta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;U-sa-ha-kan nir-ma-la pe-nyakit semua sirna ber-satu-lah HAKLI In-do-ne-si-a&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/875828441344222174-111354282394733765?l=haklibondowoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/feeds/111354282394733765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/05/syair-mars-hakli.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/111354282394733765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/111354282394733765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/05/syair-mars-hakli.html' title='SYAIR MARS HAKLI'/><author><name>indraculla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02698799200599936212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-875828441344222174.post-8700137004610101008</id><published>2011-05-25T22:21:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T23:36:51.383-07:00</updated><title type='text'>JPIP Bidang Kesehatan 2011</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kabupaten Bondowoso secara geografis terletak dilereng dan pegunungan, disebelah utara berbatasan kabupaten Situbondo, Timur Banyuwangi, selatan Jember dan barat Kabupaten Probolinggo. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada bulan Mei 2011 masih menunjukkan eksistensi kepada daerah lain bahwa Bondowoso masih mempunyai semangat yang tinggi untuk mengikuti seleksi penilaian Otonomi Award dari The Jawa Post Institue of Pro Otonomi (JPIP) dimana salah satu yang dinilai adalah program inovatif dari sektor kesehatan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Presentasi Kepala Dinas Kesehatan di depan anggota JPIP yang dilakukan di Bapeda, menekankan&amp;nbsp; program inovatif pada pengembangan Posdaya dan Rumah Sakit Jantung dan Paru, yang dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan penilaian hasil presentasi dilanjutkan dengan peninjauan lapangan di Dusun Petung Desa&amp;nbsp; Kretek, Tamankrocok, dimana merupakan salah satu dusun yang sudah mempunyai&amp;nbsp; Posdaya&amp;nbsp; (Pos Pemberdayaan&amp;nbsp; kesehatan) yang kemudian dilanjutkan dengan meninjau RS Jantung Paru&amp;nbsp; yang terletak&amp;nbsp; di Pancoran&amp;nbsp; Kec Bondowoso. Dengan satu harapan semoga pada tahun 2011 bidang kesehatan meraih penghargaan The Jawa Post Institue of Pro Otonomi (JPIP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini cuplikan hasil presentasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}@page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:-2; mso-list-type:simple; mso-list-template-ids:-1242001410;}@list l0:level1 {mso-level-start-at:0; mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:*; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:0cm; text-indent:0cm;}@list l1 {mso-list-id:27999405; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:14204776 -1778075198 -1243071312 -1649105022 -1537171962 -898189540 1280613728 310686464 -2067473380 -1343064916;}@list l1:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:-; mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt; font-family:"Times New Roman";}@list l2 {mso-list-id:404766161; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-1785798634 1735059420 -1464330590 -1023771544 1082431406 1531237974 495864474 1305515568 1032326950 1954443046;}@list l2:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:-; mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt; font-family:"Times New Roman";}@list l3 {mso-list-id:640159316; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-967020110 633372868 -2119903808 -418089172 1439492782 -982512038 48512016 2053904194 -2019277112 -434490436;}@list l3:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:-; mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt; font-family:"Times New Roman";}@list l4 {mso-list-id:1227647496; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-426632978 -1437571264 -1631304178 -659364730 -1803749420 578818096 1150721572 1990372010 -349792314 -40731272;}@list l4:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:-; mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt; font-family:"Times New Roman";}@list l5 {mso-list-id:1242718670; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-584528094 -817856696 1616118372 737293404 366409134 -1791177688 -1722123696 -1369666106 1520830654 -1102312476;}@list l5:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:-; mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt; font-family:"Times New Roman";}@list l6 {mso-list-id:1455980270; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-1559212342 488305552 1645642300 -1727208810 1518126696 56769068 997623766 -1399653974 1905809654 987912746;}@list l7 {mso-list-id:1460879654; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:257337268 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l7:level1 {mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt;}@list l8 {mso-list-id:1596404779; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:717945088 753403038 1636233516 -1267437440 1745225420 522363966 1699659782 1616022958 -1258110090 960402020;}@list l8:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:-; mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt; font-family:"Times New Roman";}@list l9 {mso-list-id:2031905940; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:1969638066 44878252 -1988296880 1348914324 -143720790 1220031494 1546415090 2084574278 1046497824 737543226;}@list l9:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:-; mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt; font-family:"Times New Roman";}@list l0:level1 lfo1 {mso-level-numbering:continue; mso-level-text:•; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; mso-level-legacy:yes; mso-level-legacy-indent:0cm; mso-level-legacy-space:0cm; margin-left:0cm; text-indent:0cm; mso-ansi-font-size:11.0pt; font-family:Arial;}@list l0:level1 lfo2 {mso-level-numbering:continue; mso-level-text:•; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; mso-level-legacy:yes; mso-level-legacy-indent:0cm; mso-level-legacy-space:0cm; margin-left:0cm; text-indent:0cm; mso-ansi-font-size:12.5pt; font-family:Arial;}ol {margin-bottom:0cm;}ul {margin-bottom:0cm;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Pos Pemberdayaan Kesehatan (POSDAYA)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Latar belakang Posdaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Letak desa dengan puskesmas induk masih ada yang jauh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Letak Pedukuhan dengan Ponkesdes relatif masih jauh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sarana Transportasi masih kurang baik&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sarana dan prasarana di Ponkesdes masih kurang memenuhi standart &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;SDM Kesehatan pada Ponkesdes masih kurang (Bidan dan Perawat)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dukungan masyarakat terhadap pemanfaatan Ponkesdes masih rendah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sosial ekonomi masyarakat daerah terpencil relatif rendah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat miskin yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Meningkatkan pelayanan didaerah terpencil/sulit&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Memasyarakatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tujuan dibentuk Posdaya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Meningkatkan peranserta masyarakat dibidang kesehatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pemerataan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tanggung Jawab Posdaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Desa Wilayah Pedukuhan Terpencil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Koordinasi Perangkat desa dan lintas sektor terkait (Kesehatan, TP-PKK Desa, Kecamatan, KBKS, Penyuluh Pertanian dan Perikanan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Wilayah Posdaya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt; : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;24 Pedukuhan di 22 Desa pada 10 Kecamatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="width: 503px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 24pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: black; border-style: solid; border-width: 1.5pt 1pt 1pt 1.5pt; height: 24pt; padding: 0cm; width: 30pt;" valign="top" width="40"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;No&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: black; border-style: solid; border-width: 1.5pt 1pt 1pt; height: 24pt; padding: 0cm; width: 115.5pt;" valign="top" width="154"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kecamatan&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: black; border-style: solid; border-width: 1.5pt 1pt 1pt; height: 24pt; padding: 0cm; width: 154.5pt;" valign="top" width="206"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Desa&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: black; border-style: solid; border-width: 1.5pt 1.5pt 1pt 1pt; height: 24pt; padding: 0cm; width: 79.5pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dusun&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 89.1pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: black; border-style: solid; border-width: 1pt 1pt 1.5pt 1.5pt; height: 89.1pt; padding: 0cm; width: 30pt;" valign="top" width="40"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;10&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: black; border-style: solid; border-width: 1pt 1pt 1.5pt; height: 89.1pt; padding: 0cm; width: 115.5pt;" valign="top" width="154"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tlogosari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Wringin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tegalampel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Cermee&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sumberwringin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tamankrocok&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Grujugan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pakem&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Curahdami&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Binakal&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: black; border-style: solid; border-width: 1pt 1pt 1.5pt; height: 89.1pt; padding: 0cm; width: 154.5pt;" valign="top" width="206"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Trotosari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pakisan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Brambang   Darussalam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sumber Canting&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Banyuwuluh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Purnama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Klabang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Solor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jirek mas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sukorejo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Rejoagung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kemuningan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kretek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Gentong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Wonosari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kabuaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Wanisodo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Andungsari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kupang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pakuwesi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sumbersalak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kembangan&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: black; border-style: solid; border-width: 1pt 1.5pt 1.5pt 1pt; height: 89.1pt; padding: 0cm; width: 79.5pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sukobiyung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sumber mlati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Gunung lor Pakis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Curah kotok&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Alas kranjang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Gayam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pakel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Curah Opak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ampel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jirek Barat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Smbr tengah laep&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Smbr Canting&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tol tol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Cato&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Petung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kacangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Patirana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Taman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Krajan II&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Koalas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Koalas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sumber Kenik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Gunung Piring&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Antokan&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IT"&gt;KEGIATAN / RENCANA KEGIATAN POSDAYA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;1. Promotif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;2. Preventif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;3. Kuratif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;4. Rehabilitatif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;ROAD MAP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="width: 530px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 33pt;"&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: yellow none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 33pt; padding: 0cm; width: 58.5pt;" width="78"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Tahapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: yellow none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 33pt; padding: 0cm; width: 173.25pt;" width="231"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Kegiatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: yellow none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 33pt; padding: 0cm; width: 33pt;" width="44"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;2010&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: yellow none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 33pt; padding: 0cm; width: 39pt;" width="52"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;2011&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: yellow none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 33pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;2012&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: yellow none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 33pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;2013&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: yellow none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 33pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;2014&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 38.25pt;"&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(255, 153, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 38.25pt; padding: 0cm; width: 58.5pt;" width="78"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;I&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(255, 153, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 38.25pt; padding: 0cm; width: 173.25pt;" width="231"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Posdaya Bina&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(255, 153, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 38.25pt; padding: 0cm; width: 33pt;" width="44"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(255, 153, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 38.25pt; padding: 0cm; width: 39pt;" width="52"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(255, 153, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 38.25pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(255, 153, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 38.25pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(255, 153, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 38.25pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 43.5pt;"&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(194, 255, 194) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 58.5pt;" width="78"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;II&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(194, 255, 194) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 173.25pt;" width="231"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Posdaya Tumbuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(194, 255, 194) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 33pt;" width="44"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(194, 255, 194) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 39pt;" width="52"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(194, 255, 194) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(194, 255, 194) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(194, 255, 194) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 43.5pt;"&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(102, 255, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 58.5pt;" width="78"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;III&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(102, 255, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 173.25pt;" width="231"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Posdaya Kembang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(102, 255, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 33pt;" width="44"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(102, 255, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 39pt;" width="52"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(102, 255, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(102, 255, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(102, 255, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 43.5pt;"&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(153, 204, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 58.5pt;" width="78"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;IV&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(153, 204, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 173.25pt;" width="231"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Posdaya Mandiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(153, 204, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 33pt;" width="44"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(153, 204, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 39pt;" width="52"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(153, 204, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(153, 204, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(153, 204, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;KANTOR PELAYANAN KESEHATAN PARU, JANTUNG DAN AIDS/RS Type C&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;(KPK-PJA)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Latar belakang KPK-PJA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12.5pt;"&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kasus Paru (TBC), Jantung dan Aids masih tinggi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 12.5pt;"&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Perilaku masyarakat msh rendah terhadap kesehatan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12.5pt;"&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Cara berobat masih keliru&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12.5pt;"&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Selama ini masih dirujuk keluar Kabupaten Bondowoso&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 12.5pt;"&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kesepakatan MDG’s dimana 2014 penderita TB ditemukan harus 90% dengan angka kesembuhan 88%.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12.5pt;"&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Layanan VCT, CST dan IMS belum ada&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 12.5pt;"&gt;•&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Perlunya pelayanan penanggulangan HIV yang komperhensif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tujuan dibentuk KPK-PJA:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mengendalikan penularan HIV, meningkatkan kualitas hidup ODHA serta menurunkan tingkat kesakitan dan kematian akibat HIV-AIDS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;Menurunkan angka kesakitan dan kematian TB, memutuskan rantai penularan serta mencegah terjadinya MDR TB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;Menurunkan angka kesakitan dan angka kematian akibat penyakit jantung &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tanggung jawab KPK-PJA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Menyediakan      dan meningkatkan mutu pelayanan perawatan, pengobatan dan dukungan kepada      penderita PJA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Menyediakan      dan menyebarluaskan informasi dan menciptakan suasana kondusif untuk      mendukung upaya pengendalian penyakit PJA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Meningkatkan      peran serta masyarakat terhadap penderita PJA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mengembangkan      dan meningkatkan kemitraan dengan semua pihak yang terkait terhadap      penurunan angka penderita PJA &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;KEGIATAN / RENCANA KEGIATAN KPK-PJA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pelayanan      Medis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Penunjang      Medis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Penunjang      Non Medis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pelayanan      Asuhan Keperawatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pelayanan      Rujukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pendidikan      dan Pelatihan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Penelitian      dan Pengembangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Penyuluhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Anggaran Pembangunan KPK-PJA &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;ROAD MAP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="width: 530px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 34.5pt;"&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: yellow none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 34.5pt; padding: 0cm; width: 58.5pt;" width="78"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Tahapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: yellow none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 34.5pt; padding: 0cm; width: 173.25pt;" width="231"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Kegiatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: yellow none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 34.5pt; padding: 0cm; width: 36pt;" width="48"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;2011&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: yellow none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 34.5pt; padding: 0cm; width: 36pt;" width="48"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;2012&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: yellow none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 34.5pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;2013&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: yellow none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 34.5pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;2014&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: yellow none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 34.5pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;2015&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 38.25pt;"&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(255, 153, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 38.25pt; padding: 0cm; width: 58.5pt;" width="78"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;I&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(255, 153, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 38.25pt; padding: 0cm; width: 173.25pt;" width="231"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Pelayanan Klinik Rawat Jalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(255, 153, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 38.25pt; padding: 0cm; width: 36pt;" width="48"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(255, 153, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 38.25pt; padding: 0cm; width: 36pt;" width="48"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(255, 153, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 38.25pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(255, 153, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 38.25pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(255, 153, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 38.25pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 43.5pt;"&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(194, 255, 194) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 58.5pt;" width="78"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;II&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(194, 255, 194) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 173.25pt;" width="231"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pelayanan   Rawat Inap dan UGD&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(194, 255, 194) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 36pt;" width="48"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(194, 255, 194) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 36pt;" width="48"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(194, 255, 194) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(194, 255, 194) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(194, 255, 194) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 43.5pt;"&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(102, 255, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 58.5pt;" width="78"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;III&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(102, 255, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 173.25pt;" width="231"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Pelayanan Rehabilitatif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(102, 255, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 36pt;" width="48"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(102, 255, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 36pt;" width="48"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(102, 255, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(102, 255, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(102, 255, 255) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 43.5pt;"&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(255, 204, 153) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 58.5pt;" width="78"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;IV&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(255, 204, 153) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 173.25pt;" width="231"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Pelayanan Pendidikan Masyarakat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(255, 204, 153) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 36pt;" width="48"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(255, 204, 153) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 36pt;" width="48"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(255, 204, 153) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(255, 204, 153) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(255, 204, 153) none repeat scroll 0% 0%; border: 1pt solid black; height: 43.5pt; padding: 0cm; width: 32.25pt;" width="43"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/875828441344222174-8700137004610101008?l=haklibondowoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/feeds/8700137004610101008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/05/jpip-bidang-kesehatan-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/8700137004610101008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/8700137004610101008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/05/jpip-bidang-kesehatan-2011.html' title='JPIP Bidang Kesehatan 2011'/><author><name>indraculla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02698799200599936212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-875828441344222174.post-8742872061639051422</id><published>2011-03-08T22:04:00.000-08:00</published><updated>2011-03-08T22:07:08.682-08:00</updated><title type='text'>Informasi TKHI dan PPIH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi Rekan-rekan Sanitasi untuk tahun 2011 ada kesempatan sebagai petugas haji Indonesia, sebagai PPIH (Petugas Pendamping Haji Indonesia), berikut ini cuplikan surat edaran dari kementrian kesehatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-fNO280JoBTI/TXcU4wkJhiI/AAAAAAAAAQ4/nvSVR-rmero/s1600/untitled.bmp" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://lh4.googleusercontent.com/-fNO280JoBTI/TXcU4wkJhiI/AAAAAAAAAQ4/nvSVR-rmero/s400/untitled.bmp" width="388" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;- Persyaratan Petugas Kesehatan Haji 2011&lt;/b&gt; &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/14110706/persyaratanpetugaskesehatanhaji2011.pdf.html"&gt;[download]&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- &lt;b&gt;Dokumen yang harus dilengkapi&lt;/b&gt; &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/14110717/Dokumenyangharusdilengkapi17Feb.pdf.html"&gt;[download]&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- &lt;b&gt;Kuota Petugas Kesehatan Haji  &lt;/b&gt; &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/14110723/estimasikuotapetugaskesehatanhaji2011.pdf.html"&gt;[download]&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;- &lt;b&gt;Lebih Jelasnya ada di&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.puskeshaji.depkes.go.id/rekrutmen"&gt;http://www.puskeshaji.depkes.go.id/rekrutmen&lt;/a&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/875828441344222174-8742872061639051422?l=haklibondowoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/feeds/8742872061639051422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/03/informasi-tkhi-dan-ppih.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/8742872061639051422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/8742872061639051422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/03/informasi-tkhi-dan-ppih.html' title='Informasi TKHI dan PPIH'/><author><name>indraculla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02698799200599936212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh4.googleusercontent.com/-fNO280JoBTI/TXcU4wkJhiI/AAAAAAAAAQ4/nvSVR-rmero/s72-c/untitled.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-875828441344222174.post-5602391048678045175</id><published>2011-03-06T20:22:00.001-08:00</published><updated>2011-03-06T21:37:09.816-08:00</updated><title type='text'>Blanko dan Form Pemeriksaan Sanitasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tempat - tempat umum memiliki potensi sebagai tempat terjadinya penularan penyakit, pencemaran lingkungan ataupun gangguan kesehatan lainnya. Pengawasan atau pemeriksaan sanitasi terhadap tempat-tempat umum dilakukan untuk mewujudkan tempat - tempat umum yang bersih guna melindungi kesehatan masyarakat dari kemungkinan penularan penyakit dan gangguan kesehatan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tempat atau sarana layanan umum yang wajib menyelenggarakan sanitasi lingkungan antara lain : tempat umum atau sarana umum yang dikelola secara komersial, tempat yang memfasilitasi terjadinya penularan penyakit atau tempat layanan umum yang intensitas jumlah dan waktu kunjungannya tinggi. Tempat umum semacam itu meliputi hotel, terminal angkutan umum, pasar tradisional atau swalayan pertokoan, bioskop, salon kecantikan atau tempat pangkas rambut, panti pijat, taman hiburan, gedung pertemuan, pondok pesantren, tempat ibadah, objeck wisata dan lain2&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk itu Blanko dan Form Pemeriksaan merupakan piranti wajib bagi sanitarian untuk melakukan kegiatan inspeksi tempat - tempat umum tersebut. pada blog ini telah disediakan blanko dan form pemeriksaan bisa dilihat pada WAJIB INTIP yang sudah direkomendasikan oleh Dinkes Bondowoso seksi Penyehatan Lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-RFGQeZgrE1A/TXRu0EiQgWI/AAAAAAAAAQo/bJQO6jge8lc/s1600/sanitasi-2006.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="315" src="https://lh5.googleusercontent.com/-RFGQeZgrE1A/TXRu0EiQgWI/AAAAAAAAAQo/bJQO6jge8lc/s400/sanitasi-2006.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/875828441344222174-5602391048678045175?l=haklibondowoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/feeds/5602391048678045175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/03/blanko-dan-form-pemeriksaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/5602391048678045175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/5602391048678045175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/03/blanko-dan-form-pemeriksaan.html' title='Blanko dan Form Pemeriksaan Sanitasi'/><author><name>indraculla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02698799200599936212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh5.googleusercontent.com/-RFGQeZgrE1A/TXRu0EiQgWI/AAAAAAAAAQo/bJQO6jge8lc/s72-c/sanitasi-2006.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-875828441344222174.post-7975072727958254395</id><published>2011-02-13T18:09:00.000-08:00</published><updated>2011-03-06T22:42:48.791-08:00</updated><title type='text'>PEMILIHAN KETUA HAKLI PERIODE 2011-2015 KABUPATEN BONDOWOSO</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-kKfTxZW1czs/TVi1ibrtAfI/AAAAAAAAAPw/1cN0mZRzt10/s1600/IMG_0255.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-kKfTxZW1czs/TVi1ibrtAfI/AAAAAAAAAPw/1cN0mZRzt10/s200/IMG_0255.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;Kru Dibelakang Meja dan bagian makanan&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-VYsD2G4KHLQ/TVi18-9fO3I/AAAAAAAAAP0/nMZ6Wx1WfAs/s1600/IMG_0256.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-VYsD2G4KHLQ/TVi18-9fO3I/AAAAAAAAAP0/nMZ6Wx1WfAs/s200/IMG_0256.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;Makanan yang menumpuk untuk mengatasi emosi para peserta musyawarah&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-7XNJ5hgofAQ/TVi2Vr0ofyI/AAAAAAAAAP4/hHVjn3iU0-k/s1600/IMG_0257.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-7XNJ5hgofAQ/TVi2Vr0ofyI/AAAAAAAAAP4/hHVjn3iU0-k/s200/IMG_0257.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;Team Panitia Pemilihan Ketua HAKLI&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-bljAnUCRk64/TVi87GEmO1I/AAAAAAAAAQE/CLj4B-hYe4U/s1600/IMG_0266.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-bljAnUCRk64/TVi87GEmO1I/AAAAAAAAAQE/CLj4B-hYe4U/s200/IMG_0266.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;Pemilihan Suara&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-xI7bYHAon1k/TVi9qRBFErI/AAAAAAAAAQI/nhhwGFY-Cq4/s1600/IMG_0267.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-xI7bYHAon1k/TVi9qRBFErI/AAAAAAAAAQI/nhhwGFY-Cq4/s200/IMG_0267.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;Proses Pemilihan&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-0SiMeDPfzgg/TVi-EfXNMRI/AAAAAAAAAQM/U7R8l6OeEy4/s1600/IMG_0268.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-0SiMeDPfzgg/TVi-EfXNMRI/AAAAAAAAAQM/U7R8l6OeEy4/s200/IMG_0268.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-TLaTwmDZxso/TVi_vAWgNiI/AAAAAAAAAQQ/tlkzkdLzBrc/s1600/IMG_0269.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-TLaTwmDZxso/TVi_vAWgNiI/AAAAAAAAAQQ/tlkzkdLzBrc/s200/IMG_0269.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-x_91W4EsKRQ/TVjBB3zbgsI/AAAAAAAAAQc/SsO8hMr7PPc/s1600/IMG_0272.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-x_91W4EsKRQ/TVjBB3zbgsI/AAAAAAAAAQc/SsO8hMr7PPc/s200/IMG_0272.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;Proses Penghitungan Suara&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-m82B411h1Kw/TVjBeGskN_I/AAAAAAAAAQg/9ZUYuUzIo_Q/s1600/IMG_0273.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-m82B411h1Kw/TVjBeGskN_I/AAAAAAAAAQg/9ZUYuUzIo_Q/s200/IMG_0273.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;Penghitungan Suara&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-oCMfS0vhDXs/TVjB6_heriI/AAAAAAAAAQk/lh8dg5HL-NE/s1600/IMG_0274.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-oCMfS0vhDXs/TVjB6_heriI/AAAAAAAAAQk/lh8dg5HL-NE/s200/IMG_0274.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;Ketua dan Wakil ketua hasil Pemilihan&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-xfSNsynahSU/TVjAlOEYKMI/AAAAAAAAAQY/Hm6XW9puHNA/s1600/IMG_0271.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-xfSNsynahSU/TVjAlOEYKMI/AAAAAAAAAQY/Hm6XW9puHNA/s200/IMG_0271.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-PyJ-dbu6kNA/TVjAOVZgzwI/AAAAAAAAAQU/FTPDw8J9078/s1600/IMG_0270.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-PyJ-dbu6kNA/TVjAOVZgzwI/AAAAAAAAAQU/FTPDw8J9078/s200/IMG_0270.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-7iQdT4P87VY/TVi8VM1QFhI/AAAAAAAAAQA/a6Yn-IDsS88/s1600/IMG_0265.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-7iQdT4P87VY/TVi8VM1QFhI/AAAAAAAAAQA/a6Yn-IDsS88/s200/IMG_0265.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-x2h0RektszI/TVi2nj-lvxI/AAAAAAAAAP8/MR4ibRQZNLo/s1600/IMG_0264.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-x2h0RektszI/TVi2nj-lvxI/AAAAAAAAAP8/MR4ibRQZNLo/s200/IMG_0264.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-fsnxlm_ci7Q/TViAog07LkI/AAAAAAAAAPI/vuTWJ2hub30/s1600/IMG_0246.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-fsnxlm_ci7Q/TViAog07LkI/AAAAAAAAAPI/vuTWJ2hub30/s200/IMG_0246.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Wejangan dari sesepuh HAKLI Bondowoso&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-mkS8mKTs1RU/TViBpTlTvoI/AAAAAAAAAPM/Qe6TT134K4g/s1600/IMG_0250.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-mkS8mKTs1RU/TViBpTlTvoI/AAAAAAAAAPM/Qe6TT134K4g/s200/IMG_0250.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-rte_ubjFFSE/TViCd8-7CKI/AAAAAAAAAPQ/ppgclwWN5xw/s1600/IMG_0251.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-rte_ubjFFSE/TViCd8-7CKI/AAAAAAAAAPQ/ppgclwWN5xw/s200/IMG_0251.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembawa acara&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-23S_xtJMwR0/TViN-_7n0MI/AAAAAAAAAPU/6y0PPvjwRFM/s1600/IMG_0252.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-23S_xtJMwR0/TViN-_7n0MI/AAAAAAAAAPU/6y0PPvjwRFM/s200/IMG_0252.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/875828441344222174-7975072727958254395?l=haklibondowoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/feeds/7975072727958254395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/02/pemilihan-ketua-hakli-periode-2011-2014.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/7975072727958254395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/7975072727958254395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/02/pemilihan-ketua-hakli-periode-2011-2014.html' title='PEMILIHAN KETUA HAKLI PERIODE 2011-2015 KABUPATEN BONDOWOSO'/><author><name>indraculla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02698799200599936212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-kKfTxZW1czs/TVi1ibrtAfI/AAAAAAAAAPw/1cN0mZRzt10/s72-c/IMG_0255.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-875828441344222174.post-779256788762191306</id><published>2011-01-03T21:38:00.001-08:00</published><updated>2011-01-03T21:38:57.594-08:00</updated><title type='text'>Dasar-Dasar Sistem Pengolahan Limbah Cair Sederhana</title><content type='html'>Teknologi pengolahan air limbah  adalah kunci dalam memelihara kelestarian lingkungan. Apapun macam  teknologi pengolahan air limbah domestik maupun industri yang dibangun  harus dapat dioperasikan dan dipelihara oleh masyarakat setempat. Jadi  teknologi pengolahan yang dipilih harus sesuai dengan kemampuan  teknologi masyarakat yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317801119046365938" src="http://2.bp.blogspot.com/_luDjopQWUOs/Scyf8V7u8vI/AAAAAAAAADM/E0T9Y87T6mk/s320/Pengolahan+Limbah+Cair.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 161px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 289px;" /&gt;Berbagai  teknik pengolahan air buangan untuk menyisihkan bahan polutannya telah  dicoba dan dikembangkan selama ini. Teknik-teknik pengolahan air buangan  yang telah dikembangkan tersebut secara umum terbagi menjadi 3 metode  pengolahan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. pengolahan secara fisika&lt;br /&gt;2. pengolahan secara kimia&lt;br /&gt;3. pengolahan secara biologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk  suatu jenis air buangan tertentu, ketiga metode pengolahan tersebut  dapat diaplikasikan secara sendiri-sendiri atau secara kombinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengolahan Secara Fisika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  umumnya, sebelum dilakukan pengolahan lanjutan terhadap air buangan,  diinginkan agar bahan-bahan tersuspensi berukuran besar dan yang mudah  mengendap atau bahan-bahan yang terapung disisihkan terlebih dahulu.  Penyaringan (screening) merupakan cara yang efisien dan murah untuk  menyisihkan bahan tersuspensi yang berukuran besar. Bahan tersuspensi  yang mudah mengendap dapat disisihkan secara mudah dengan proses  pengendapan. Parameter desain yang utama untuk proses pengendapan ini  adalah kecepatan mengendap partikel dan waktu detensi hidrolis di dalam  bak pengendap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses flotasi banyak digunakan untuk menyisihkan  bahan-bahan yang mengapung seperti minyak dan lemak agar tidak  mengganggu proses pengolahan berikutnya. Flotasi juga dapat digunakan  sebagai cara penyisihan bahan-bahan tersuspensi (clarification) atau  pemekatan lumpur endapan (sludge thickening) dengan memberikan aliran  udara ke atas (air flotation).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses filtrasi di dalam  pengolahan air buangan, biasanya dilakukan untuk mendahului proses  adsorbsi atau proses reverse osmosis-nya, akan dilaksanakan untuk  menyisihkan sebanyak mungkin partikel tersuspensi dari dalam air agar  tidak mengganggu proses adsorbsi atau menyumbat membran yang  dipergunakan dalam proses osmosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses adsorbsi, biasanya  dengan karbon aktif, dilakukan untuk menyisihkan senyawa aromatik  (misalnya: fenol) dan senyawa organik terlarut lainnya, terutama jika  diinginkan untuk menggunakan kembali air buangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi  membran (reverse osmosis) biasanya diaplikasikan untuk unit-unit  pengolahan kecil, terutama jika pengolahan ditujukan untuk menggunakan  kembali air yang diolah. Biaya instalasi dan operasinya sangat mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengolahan Secara Kimia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengolahan  air buangan secara kimia biasanya dilakukan untuk menghilangkan  partikel-partikel yang tidak mudah mengendap (koloid), logam-logam  berat, senyawa fosfor, dan zat organik beracun; dengan membubuhkan bahan  kimia tertentu yang diperlukan. Penyisihan bahan-bahan tersebut pada  prinsipnya berlangsung melalui perubahan sifat bahan-bahan tersebut,  yaitu dari tak dapat diendapkan menjadi mudah diendapkan  (flokulasi-koagulasi), baik dengan atau tanpa reaksi oksidasi-reduksi,  dan juga berlangsung sebagai hasil reaksi oksidasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengendapan  bahan tersuspensi yang tak mudah larut dilakukan dengan membubuhkan  elektrolit yang mempunyai muatan yang berlawanan dengan muatan koloidnya  agar terjadi netralisasi muatan koloid tersebut, sehingga akhirnya  dapat diendapkan. Penyisihan logam berat dan senyawa fosfor dilakukan  dengan membubuhkan larutan alkali (air kapur misalnya) sehingga  terbentuk endapan hidroksida logam-logam tersebut atau endapan  hidroksiapatit. Endapan logam tersebut akan lebih stabil jika pH air  &amp;gt; 10,5 dan untuk hidroksiapatit pada pH &amp;gt; 9,5. Khusus untuk krom  heksavalen, sebelum diendapkan sebagai krom hidroksida [Cr(OH)3],  terlebih dahulu direduksi menjadi krom trivalent dengan membubuhkan  reduktor (FeSO4, SO2, atau Na2S2O5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koagulasi &amp;amp; Flokulasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyisihan  bahan-bahan organik beracun seperti fenol dan sianida pada konsentrasi  rendah dapat dilakukan dengan mengoksidasinya dengan klor (Cl2), kalsium  permanganat, aerasi, ozon hidrogen peroksida.&lt;br /&gt;Pada dasarnya kita  dapat memperoleh efisiensi tinggi dengan pengolahan secara kimia, akan  tetapi biaya pengolahan menjadi mahal karena memerlukan bahan kimia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengolahan secara biologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua  air buangan yang biodegradable dapat diolah secara biologi. Sebagai  pengolahan sekunder, pengolahan secara biologi dipandang sebagai  pengolahan yang paling murah dan efisien. Dalam beberapa dasawarsa telah  berkembang berbagai metode pengolahan biologi dengan segala  modifikasinya. Pada dasarnya, reaktor pengolahan secara biologi dapat  dibedakan atas dua jenis, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Reaktor pertumbuhan tersuspensi (suspended growth reaktor);&lt;br /&gt;2. Reaktor pertumbuhan lekat (attached growth reaktor).&lt;br /&gt;Di  dalam reaktor pertumbuhan tersuspensi, mikroorganisme tumbuh dan  berkembang dalam keadaan tersuspensi. Proses lumpur aktif yang banyak  dikenal berlangsung dalam reaktor jenis ini. Proses lumpur aktif terus  berkembang dengan berbagai modifikasinya, antara lain: oxidation ditch  dan kontak-stabilisasi. Dibandingkan dengan proses lumpur aktif  konvensional, oxidation ditch mempunyai beberapa kelebihan, yaitu  efisiensi penurunan BOD dapat mencapai 85%-90% (dibandingkan 80%-85%)  dan lumpur yang dihasilkan lebih sedikit. Selain efisiensi yang lebih  tinggi (90%-95%), kontak stabilisasi mempunyai kelebihan yang lain,  yaitu waktu detensi hidrolis total lebih pendek (4-6 jam). Proses  kontak-stabilisasi dapat pula menyisihkan BOD tersuspensi melalui proses  absorbsi di dalam tangki kontak sehingga tidak diperlukan penyisihan  BOD tersuspensi dengan pengolahan pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolam oksidasi dan  lagoon, baik yang diaerasi maupun yang tidak, juga termasuk dalam jenis  reaktor pertumbuhan tersuspensi. Untuk iklim tropis seperti Indonesia,  waktu detensi hidrolis selama 12-18 hari di dalam kolam oksidasi maupun  dalam lagoon yang tidak diaerasi, cukup untuk mencapai kualitas efluen  yang dapat memenuhi standar yang ditetapkan. Di dalam lagoon yang  diaerasi cukup dengan waktu detensi 3-5 hari saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam  reaktor pertumbuhan lekat, mikroorganisme tumbuh di atas media pendukung  dengan membentuk lapisan film untuk melekatkan dirinya. Berbagai  modifikasi telah banyak dikembangkan selama ini, antara lain:cakram  biologi, filter terendam, reaktor fludisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh modifikasi ini dapat menghasilkan efisiensi penurunan BOD sekitar 80%-90%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditinjau dari segi lingkungan dimana berlangsung proses penguraian secara biologi, proses ini dapat dibedakan menjadi dua jenis:&lt;br /&gt;1. Proses aerob, yang berlangsung dengan hadirnya oksigen;&lt;br /&gt;2. Proses anaerob, yang berlangsung tanpa adanya oksigen.&lt;br /&gt;Apabila  BOD air buangan tidak melebihi 400 mg/l, proses aerob masih dapat  dianggap lebih ekonomis dari anaerob. Pada BOD lebih tinggi dari 4000  mg/l, proses anaerob menjadi lebih ekonomis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam prakteknya  saat ini, teknologi pengolahan limbah cair mungkin tidak lagi  sesederhana seperti dalam uraian di atas. Namun pada prinsipnya, semua  limbah yang dihasilkan harus melalui beberapa langkah pengolahan sebelum  dibuang ke lingkungan atau kembali dimanfaatkan dalam proses produksi,  dimana uraian di atas dapat dijadikan sebagai acuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadur dari : http://www.dephut.go.id/&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;span class="post-author vcard"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="reaction-buttons"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="star-ratings"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-backlinks post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-icons"&gt; &lt;span class="item-action"&gt; &lt;a href="http://www.blogger.com/email-post.g?blogID=6678052&amp;amp;postID=109242373767595451" title="Email Post"&gt; &lt;img alt="" class="icon-action" height="13" src="img/icon18_email.gif" width="18" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="item-control blog-admin pid-1363278446"&gt; &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6678052&amp;amp;postID=109242373767595451" title="Edit Post"&gt; &lt;img alt="" class="icon-action" height="18" src="img/icon18_edit_allbkg.gif" width="18" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span class="post-labels"&gt; La&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/875828441344222174-779256788762191306?l=haklibondowoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/feeds/779256788762191306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/01/dasar-dasar-sistem-pengolahan-limbah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/779256788762191306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/779256788762191306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/01/dasar-dasar-sistem-pengolahan-limbah.html' title='Dasar-Dasar Sistem Pengolahan Limbah Cair Sederhana'/><author><name>indraculla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02698799200599936212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_luDjopQWUOs/Scyf8V7u8vI/AAAAAAAAADM/E0T9Y87T6mk/s72-c/Pengolahan+Limbah+Cair.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-875828441344222174.post-5678867499031715651</id><published>2011-01-03T21:33:00.000-08:00</published><updated>2011-01-03T21:35:53.045-08:00</updated><title type='text'>Perencanaan Untuk Septictank</title><content type='html'>&lt;div class="the_content"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.chem-is-try.org/author/suparnisr/" title="Posts by Suparni Setyowati Rahayu"&gt;Suparni Setyowati Rahayu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempermudah pemahaman didalam  merencanakan maka uraian design criteria dan langkah perencanaan  diuraikan dalam bentuk contoh kasus.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kasus 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;a.Jumlah limbah yang dihasilkan dari suatu asrama adalah 13 m3/hari&lt;br /&gt;b.Setelah dilakukan pengamatan ternyata limbah tersebut mengalir selama  12 jam, ialah dari jam 7.00 pagi sampai jam 19.00 malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;c.Limbah  tersebut merupakan campuran dari limbah WC, kantin,dan kegiatan lain di  asrama tersebut.Sample limbah telah di test di &lt;b&gt;laboratorium dan hasilnya adalah:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;BOD = 340 mg/Itr dan COD = 630 mg/Itr&lt;br /&gt;d.Limbah tersebut merupakan campuran dari limbah WC, kantin,dan  kegiatan lain di asrama tersebut.Sample limbah telah di test di  laboratoriw-n dan hasilnya adalah:BOD = 340 mg/Itr dan COD = 630 mg/Itr&lt;br /&gt;e.Sedangkan pimpinan asrama menetapkan interval pengurasan (desludging  interval) adalah sekali setiap tahun atau sekali setiap 12 bulan.&lt;br /&gt;f.Data lain yang sebenarnya harus diteliti adalah ratio SS/COD terendap  (settleable SS/COD ratio). Ratio ini sangat diperigaruhi dari jenis  limbah yang akan diolah.Untuk berbagai ragam limbah domestik telah  dilakukan banyak uji coba empiris di negera berkembang dan ratio SS/COD  terendap tersebut lazimnya herkisar antara 0.35 – 0.45.&lt;br /&gt;Karena itu gunakan saja pengalaman empiris tersebut. untuk kasus ini misalnya ditetapkan 0.42.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Output yang diharapkan untuk anda kerjakan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1.Berapa volume dan dimensi dari Septic tank yang diperlukan untuk menangani limbah dari asrama tersebut ?&lt;br /&gt;2.Skets konstruksi dari septic tank tersebut ?&lt;br /&gt;3.Perkiraan kwalitas dari effluent ?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perhitungan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pengolahan limbah akan melibatkan proses fisika (misalnya pengendapan,  settlement, pemisahan) dan juga proses biologis serta kimiawi yang amat  komplex. Dalam hal ini faktor yang mempengaruhi proses tersebut amat  banyak dan tidak dapat dihitung secaia eksak&lt;br /&gt;seperti perhitungan  aljabar.Karena itu dianjurkari untuk menggunakan kaidah dan pengalaman  empiris yang telah dikembangkan oleh ahli ahli yang berkecimpung dalam  masalah ini dengan tetap peka terhadap faktor faktor lain yang sifatnya  site spesifik.&lt;br /&gt;-Dari data diatas maka Flow rate = 13/12 = 1.08 m3/jam&lt;br /&gt;-Seperti telah disinggung diatas proses utama yang terjadi dalam sistem septic tank adalah pengendapan (settling).&lt;br /&gt;-Selama pengendapan ini terjadi pengurangan (removal) dari organic load.&lt;br /&gt;Dengan  HRT 18 jam, dari grafik empiris diatas didapatkan faktor pengali kira  kira 0.5.Maka COD removal rate dihitung = 0.42 (ratio SS/COD) dibagi  angka 0.6 dan dikalikan faktor pengali tsb.&lt;br /&gt;(angka 0.6 adalah faktor yang didapat dari pengalaman)&lt;br /&gt;= (0.42/0.6) x 0.5 = 0.35 atau 35% Maka kadar COD dari effluent = (1-0.35) x 630 = 409.5 mg/lt&lt;br /&gt;-Pengurangan  BOD selama pengolahan limbah pada septic tank tidak linear dengan  pengurangan COD. Untuk limbah domestik hubungan empiris dapat dilihat  pada grafik ini&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="gb751" class="aligncenter size-full wp-image-6436" height="224" src="http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2009/05/gb751.jpg" width="442" /&gt;&lt;/div&gt;Dari grafik terlihat bahwa COD removal 35% maka diperoleh faktor =&lt;br /&gt;1.06. Maka pengurangan BOD (BOD removal) = 1.06 x COD removal =  1.06×35% = 37.1% Karena itu perkiraan kadar BOD effluent = (100% –  37.1%) x 330 = 207.5 mg/Itr&lt;br /&gt;Berikutnya adalah langkah untuk perhitungan volume dan dimensi septic tank.&lt;br /&gt;Yang  harus diingat disini adalah volume yang dibutuhkan untuk menampung  limbah selama hydraulic retention time yang kita inginkan dan juga  volume yang dibutuhkan untuk menampung lumpur yang terjadi.Misalnya  Limbah yang masuk mempunyai kadar BOD sebesar A&lt;br /&gt;sedangkan yang keluar BOD nya sudah berkurang menjadi B. Selisih(AB)&lt;br /&gt;inilah yang yang diendapkan dalam septic tank dan menjadi lumpur/sludge.&lt;br /&gt;Pertanyaannya  adalah setiap kg BOD tsb menjadi lumpur berapa liter ? Pertanyaan  berikutnya adalah apakah lumpur tsb bila disimpan cukup lama tidak  termampatkan hingga volumenya berkurang ? Lumpur bila disimpan dalam  waktu yang cukup lama akan termampatkan dan berkurang volumenya dan  percobaan empiris untuk limbah domestik menghasilkan grafik dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="gb752" class="aligncenter size-full wp-image-6437" height="255" src="http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2009/05/gb752.jpg" width="483" /&gt;&lt;/div&gt;Dari  grafik diatas maka untuk desludging interval 12 bulan (sekalisetahun)  akan diperoleh faktor 83%.Sebagai patokan tanpa effek pemampatan karena  penyimpanan,volume dar sludge yang terjadi dari 1 gram BOD adalah 0.005  liter.Istilahnya adalah Sludge Itr/gram DOD removal = 0.005 Tetapi dalam  kasus ini akan terjadi pengurangan volume karena periode pengurasan  (desludging interval) adalah 12 bulan.&lt;br /&gt;Karena itu = 83% x 0.005 = 0.0042 Itr/gr BOD rem Patokan untuk perhitungan Volume &lt;b&gt;Septic tank adalah:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Selama periode pengurasan (desludging interval) yang dicanangkan Total  akumulasi endapan sludge/lumpur jangan sampai lebih dari 50% (separo)  dari volume konstruksi.Bila tidak maka proses tidak akan bedalan seperti  yang diharapkan dan malahan bisa terjadi berbagai masalah yang akan  sangat merepotkan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Marilah ditinjau satu demi satu:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;-Volume sludge yang akan terjadi adalah: = 0.042 x (330 – 207.5)/1000 x  12 bin x 30 hr x 13 = 2.4 m3 Ingat volume sludge ini tidak terjadi  sekaligus tetapi tumpukan selama 12 bulan sesuai dengan desludging  interval yang kita inginkan.&lt;br /&gt;-Karena hydraulic retention time (HRT)  yang ditetapkan adalah 18 jam dan flow rate nya a dalah 1.08 m3/jam,  maka volume yang dibutuhkan untuk menginapkan limbah selama 18 jam  tersebut adalah:&lt;br /&gt;= 18 x 1.08 = 19.44 m3&lt;br /&gt;-Bayangkan pada setelah hampir satu tahun maka kapasitas yang dibutuhkan agar sistem tetap bekerja dengan baik adalah:&lt;br /&gt;= 2.4 + 19.44 = 21.84 m3 …… untuk mudahnya disebut A&lt;br /&gt;-Sesuai data diatas jumlah limbah setiap hari nya adalah 13 m3 Karena  HRT ditetapkan 18 jam (padahal satu hari adalah 24 jam) maka untuk  menginapkan selama 18 jam dibutuhkan volume sebesar:&lt;br /&gt;= 13 x 18/24 = 9.75 m3&lt;br /&gt;Diatas telah disebut bahwa total akumulasi lumpur dan limbah jangan  sampai lebih dari separo konstruksi.Maka = 2 x 9.75 m3 = 19.5 m3 untuk  mudahnya disebut B&lt;br /&gt;-Bila A cukup dipakai volume B untuk desain Tetapi bila A &amp;gt; B -&amp;gt; dianjurkan memakai volume A untuk desain&lt;br /&gt;-Dalam kasus ini A &amp;gt; B, maka volume desain septic tank adalah 21.84 m3&lt;br /&gt;Bagian  atas tembok kira kira harus 15 a 20 cm lebih tinggi dari muka air, atau  volume keseluruhannya ditambah kira kira 10% Karena itu volume  keseluruhan kira-kira 23.5 m3.Untuk kasus ini lahan tidak menjadi  masalah dan lebar bagian dalam dari septic tank tersebut ditetapkan 2.5  meter.&lt;br /&gt;Sedangkan kadalaman minimum (moncong outlet) ditetapkan 2  meter.Berdasarkan hal tsb maka:Panjang bak pertama (chamber 1) = 3.1 mtr  Skets dari septic tank yang anda desain menjadi sbb:&lt;/div&gt;&lt;div class="the_content"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="gb753" class="aligncenter size-full wp-image-6438" height="445" src="http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2009/05/gb753.jpg" width="478" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="the_content"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="the_content"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="the_content"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="the_content"&gt;Contoh lain dari gambar Septictank :&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TSKxpZL2d-I/AAAAAAAAAPA/Ivh_IAN7AyM/s1600/septictank_web.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="235" src="http://1.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TSKxpZL2d-I/AAAAAAAAAPA/Ivh_IAN7AyM/s400/septictank_web.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="the_content"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="the_content"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="the_content"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/875828441344222174-5678867499031715651?l=haklibondowoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/feeds/5678867499031715651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/01/perencanaan-untuk-septictank.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/5678867499031715651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/5678867499031715651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/01/perencanaan-untuk-septictank.html' title='Perencanaan Untuk Septictank'/><author><name>indraculla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02698799200599936212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TSKxpZL2d-I/AAAAAAAAAPA/Ivh_IAN7AyM/s72-c/septictank_web.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-875828441344222174.post-3964558476773900288</id><published>2011-01-03T19:58:00.000-08:00</published><updated>2011-01-03T19:58:09.520-08:00</updated><title type='text'>Metoda Pengambilan Contoh Air Limbah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Metoda pengambilan contoh air limbah sesuai &lt;/b&gt;&lt;b&gt;SNI 6989.59:2008&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam  rangka menyeragamkan teknik pengambilan contoh air limbah sebagaimana  telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor  02 Tahun 1988 tentang Baku Mutu Air dan Keputusan Menteri Negara  Lingkungan Hidup Nomor 37 Tahun 2003 tentang &lt;i&gt;Metoda Analisis Kualitas Air Permukaan dan Pengambilan Contoh Air &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Permukaan&lt;/i&gt;, maka dibuatlah Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang &lt;i&gt;Air dan air limbah – &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Bagian 59: Metode pengambilan contoh air limbah&lt;/i&gt;. SNI ini diterapkan untuk teknik pengambilan contoh air limbah sebagaimana yang tercantum di dalam Keputusan Menteri tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Metoda ini digunakan untuk pengambilan contoh air guna keperluan pengujian sifat fisika dan kimia air limbah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Istilah dan definisi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;air limbah&lt;/b&gt;&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;sisa dari suatu hasil usaha dan atau kegiatan yang berwujud cair&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;kualitas air limbah&lt;/b&gt;&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;sifat-sifat  air limbah yang ditunjukkan dengan besaran, nilai atau kadar bahan  pencemar atau komponen lain yang terkandung didalamnya&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;contoh sesaat (&lt;i&gt;grab sample&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;air limbah yang diambil sesaat pada satu lokasi tertentu&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;contoh gabungan waktu&lt;/b&gt;&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;campuran contoh yang diambil dari satu titik pada waktu yang berbeda, dengan volume yang sama&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;contoh gabungan tempat&lt;/b&gt;&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;campuran contoh yang diambil dari titik yang berbeda pada waktu yang sama, dengan volume yang sama&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;contoh gabungan waktu dan tempat&lt;/b&gt;&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;campuran contoh yang diambil dari beberapa titik dalam satu lokasi pada waktu yang berbeda, dengan volume yang sama&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;contoh duplikat&lt;/b&gt;&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;contoh  yang diambil dari titik pengambilan yang sama dengan rentang waktu  antar pengambilan yang sekecil mungkin, duplikat contoh digunakan untuk  menguji ketelitian tata kerja pengambilan contoh&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;contoh yang diperkaya &lt;i&gt;(spike sample)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;contoh yang ditambah dengan standar yang bersertifikat dalam jumlah tertentu untuk keperluan pengendalian mutu&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;contoh yang terbelah &lt;i&gt;(split sample)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;contoh  dikumpulkan dalam satu wadah, dihomogenkan dan dibagi menjadi dua atau  lebih sub contoh dan diperlakukan seperti contoh, selanjutnya dikirim ke  beberapa laboratorium yang berbeda&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;blanko matrik&lt;/b&gt;&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;media bebas analit yang mempunyai matrik hampir sama dengan contoh yang akan diambil&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;blanko media&lt;/b&gt;&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;media yang digunakan untuk mendeteksi adanya kontaminasi pada media yang digunakan dalam pengambilan contoh&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;blanko perjalanan&lt;/b&gt;&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;media yang digunakan untuk mengukur kontaminasi yang mungkin terjadi selama pengambilan dan transportasi contoh&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Kebutuhan Oksigen Biologi/KOB (&lt;i&gt;Biologycal Oxcygen Demand,&lt;/i&gt; BOD)&lt;/b&gt;&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;kebutuhan oksigen biokimiawi bagi proses deoksigenasi dalam suatu perairan atau air limbah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Kebutuhan Oksigen Kimiawi/KOK (&lt;i&gt;Chemical Oxcygen Demand &lt;/i&gt;COD)&lt;/b&gt;&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;kebutuhan oksigen kimiawi bagi proses deoksigenasi dalam suatu perairan atau air limbah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;n utrien&lt;/b&gt;&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;senyawa yang dibutuhkan oleh organisme yang meliputi fosfat, nitrogen, nitrit, nitrat dan amonia&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;titik pengambilan contoh air limbah&lt;/b&gt;&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;tempat pengambilan contoh yang mewakili kualitas air limbah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;bak equalisasi&lt;/b&gt;&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;bak penampungan air limbah yang bertujuan untuk menghomogenkan beban dan pengaturan aliran air limbah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Peralatan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Persyaratan alat pengambil contoh&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alat pengambil contoh harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a) terbuat dari bahan yang tidak mempengaruhi sifat contoh;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b) mudah dicuci dari bekas contoh sebelumnya;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c) contoh mudah dipindahkan ke dalam botol penampung tanpa ada sisa bahan tersuspensi di dalamnya;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d) mudah dan aman di bawa;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;e) kapasitas alat tergantung dari tujuan pengujian.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Jenis alat pengambil contoh&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a) Alat pengambil contoh sederhana&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alat  pengambil contoh sederhana dapat berupa ember plastik yang dilengkapi  dengan tali atau gayung plastik yang bertangkai panjang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;CATATAN&lt;/b&gt;  Dalam praktiknya, alat sederhana ini paling sering digunakan dan  dipakai untuk mengambil air permukaan atau air sungai kecil yang relatif  dangkal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Keterangan gambar:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;A adalah pengambil contoh terbuat dari polietilen&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;B adalah &lt;i&gt;handle&lt;/i&gt; (tipe teleskopi yang terbuat dari aluminium atau stanlestil&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Gambar 1 Contoh alat pengambil contoh gayung bertangkai panjang&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/TGocWTI88MI/AAAAAAAAAqg/V5xceaN_7SE/s1600-h/clip_image0014.jpg"&gt;&lt;img alt="clip_image001" border="0" height="60" src="http://lh6.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/TGocaQsSPKI/AAAAAAAAAqk/pPBBsZuoAXo/clip_image001_thumb1.jpg?imgmax=800" style="border-width: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="clip_image001" width="244" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Gambar 2 Contoh botol biasa secara langsung&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/TGoccaG4nGI/AAAAAAAAAqo/BY4pQLPdrNw/s1600-h/clip_image0034.jpg"&gt;&lt;img alt="clip_image003" border="0" height="131" hspace="12" src="http://lh4.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/TGoceBKR3eI/AAAAAAAAAqs/S59GosWFcME/clip_image003_thumb1.jpg?imgmax=800" style="border-width: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="clip_image003" width="224" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b) botol biasa yang diberi pemberat yang digunakan pada kedalaman tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="248"&gt;           &lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/TGocmF0LUgI/AAAAAAAAAqw/cE7oHRXDl64/s1600-h/clip_image0053.jpg"&gt;&lt;img alt="clip_image005" border="0" height="244" src="http://lh3.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/TGocnM1w3dI/AAAAAAAAAq0/LZerWuhjFPI/clip_image005_thumb.jpg?imgmax=800" style="border-width: 0px; display: inline;" title="clip_image005" width="183" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;          &lt;td valign="bottom" width="361"&gt;           &lt;b&gt;Keterangan gambar:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;A adalah pengait&lt;br /&gt;B1 adalah tuas posisi tertutup&lt;br /&gt;B2 adalah tuas posisi terbuka&lt;br /&gt;C1 adalah tutup gelas botol contoh posisi tertutup&lt;br /&gt;C2 adalah tutup gelas botol contoh posisi terbuka&lt;br /&gt;D adalah tali penggantung&lt;br /&gt;E adalah rangka metal botol contoh&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Gambar 3 Contoh alat pengambil air Bbotol biasa dengan pemberat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alat pengambil contoh air otomatis&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alat  ini dilengkapi alat pengatur waktu dan volume yang diambil, digunakan  untuk contoh gabungan waktu dan air limbah, agar diperoleh kualitas air  rata-rata selama periode tertentu &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/TGoc1XRgyQI/AAAAAAAAAq4/8wHODqJdPiM/s1600-h/clip_image0074.jpg"&gt;&lt;img alt="clip_image007" border="0" height="244" src="http://lh5.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/TGoc3ePFd7I/AAAAAAAAAq8/NUC-ICoILGY/clip_image007_thumb1.jpg?imgmax=800" style="border-width: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="clip_image007" width="197" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Gam bar 4 Alat pengambil contoh air otomatis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Alat pengukur parameter lapangan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Peralatan yang perlu dibawa antara lain:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a) DO meter atau peralatan untuk metode &lt;i&gt;Winkler&lt;/i&gt;;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b) pH meter;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c) turbidimeter;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d) konduktimeter;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;e) termometer; dan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;f) 1 set alat pengukur debit.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;CATATAN&lt;/b&gt; Alat lapangan sebelum digunakan perlu dilakukan kalibrasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Alat pendingin&lt;/b&gt;&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;Alat ini dapat menyimpan contoh pada 4&lt;sup&gt;°&lt;/sup&gt;C ± 2&lt;sup&gt;°&lt;/sup&gt;C, digunakan untuk menyimpan contoh untuk pengujian sifat fisika dan kimia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Alat ekstraksi (corong pemisah)&lt;/b&gt;&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;Corong pemisah terbuat dari bahan gelas atau teflon yang tembus pandang dan mudah memisahkan fase pelarut dari contoh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Alat penyaring&lt;/b&gt;&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;Alat ini dilengkapi dengan pompa isap atau pompa tekan serta dapat menahan saringan yang mempunyai ukuran pori 0,45 ìm.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Bahan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bahan  kimia untuk pengawet. Bahan kimia yang digunakan untuk pengawet harus  memenuhi persyaratan bahan kimia untuk analisis dan tidak mengganggu  atau mengubah kadar zat yang akan di uji (lihat Lampiran B).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Wadah contoh&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Persyaratan wadah contoh&lt;/b&gt;&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;Wadah yang digunakan untuk menyimpan contoh harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a) terbuat dari bahan gelas atau plastik poli etilen (PE) atau poli propilen (PP) atau teflon (&lt;i&gt;Poli Tetra Fluoro Etilen, &lt;/i&gt;PTFE);&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b) dapat ditutup dengan kuat dan rapat;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c) bersih dan bebas kontaminan;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d) tidak mudah pecah;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;e) tidak berinteraksi dengan contoh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Persiapan wadah contoh&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lakukan langkah-langkah persiapan wadah contoh, sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a)  Untuk menghindari kontaminasi contoh di lapangan, seluruh wadah contoh  harus benar­benar dibersihkan di laboratorium sebelum dilakukan  pengambilan contoh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b) Wadah yang disiapkan  jumlahnya harus selalu dilebihkan dari yang dibutuhkan, untuk jaminan  mutu, pengendalian mutu dan cadangan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c) Jenis wadah contoh dan tingkat pembersihan yang diperlukan tergantung dari jenis contoh yang akan diambil, sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Wadah contoh untuk pengujian senyawa organik yang mudah menguap &lt;/b&gt;&lt;b&gt;(&lt;i&gt;Volatile Organic Compound, VOC&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Siapkan wadah contoh untuk senyawa organik yang mudah menguap, dengan langkah kerja sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a) cuci gelas vial, tutup dan septum dengan deterjen. Bilas dengan air biasa dan kemudian bilas dengan air bebas analit;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b) bilas dengan metanol berkualitas analisis dan dikeringkan selama 1 jam;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c) keluarkan vial dan biarkan mendingin dalam posisi terbalik di atas lembaran aluminium foil;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d) setelah vial dingin, putar tutup dan septum untuk menutup vial tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;CATATAN &lt;/b&gt;Untuk  mencegah kontaminasi saat pencucian wadah contoh yang akan digunakan  untuk analisa organik, harus dihindari penggunaan sarung tangan plastik  atau karet dan sikat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Wadah contoh untuk pengujian senyawa organik yang dapat diekstraksi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Siapkan wadah contoh untuk senyawa organik yang dapat diekstraksi, dengan langkah kerja sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;cuci botol gelas dan tutup dengan deterjen. Bilas dengan air kemudian dengan air bebas analit;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;masukkan  10 mL aseton berkualitas analisis ke dalam botol dan rapatkan tutupnya,  kemudian kocok botol dengan baik agar aseton tersebar merata  dipermukaan dalam botol serta mengenai &lt;i&gt;lining&lt;/i&gt; teflon dalam tutup.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;buka  tutup botol dan buang aseton dan biarkan botol mengering dan kemudian  kencangkan tutup botol agar tidak terjadi kontaminasi baru.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Wadah contoh untuk&lt;/b&gt;&lt;b&gt; pengujian logam total dan terlarut&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Siapkan wadah contoh untuk pengujian logam total dan terlarut, dengan langkah kerja sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a) cuci botol gelas atau plastik dan tutupnya dengan deterjen kemudian bilas dengan air bersi h.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b)  bilas dengan asam nitrat (HNO3) 1:1, kemudian bilas lagi dengan air  bebas analit sebanyak 3 kali dan biarkan mengering, setelah kering tutup  botol dengan rapat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Wadah contoh untuk pengujian KOB, KOK dan nutrien&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Siapkan wadah contoh untuk pengujian KOB, KOK dan nutrien, dengan langkah kerja sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a) cuci botol dan tutup dengan deterjen bebas fosfat kemudian bilas dengan air bersih;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b)  cuci botol dengan asam klorida (HCl) 1:1 dan bilas lagi dengan air  bebas analit sebanyak 3 kali dan biarkan mengering, setelah kering tutup  botol dengan rapat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Wadah contoh untuk anorganik non-logam&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Siapkan wadah contoh untuk pengujian anorganik non-logam, dengan langkah kerja sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a)  cuci botol dan tutup dengan deterjen, bilas dengan air bersih kemudian  bilas dengan air bebas analit sebanyak 3 kali dan biarkan hingga  mengering;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b) setelah kering tutup botol dengan rapat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Pencucian wadah contoh&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lakukan pencucian wadah contoh sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a) Peralatan harus dicuci dengan deterjen dan disikat untuk menghilangkan partikel yang menempel di permukaan;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b) Bilas peralatan dengan air bersih hingga seluruh deterjen hilang;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c) Bila peralatannya terbuat dari bahan non logam, maka cuci dengan asam HNO3 1:1, kemudian dibilas dengan air bebas anal it;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d) Biarkan peralatan mengering di udara terbuka;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;e) Peralatan yang telah dibersihkan diberi label bersih-siap untuk pengambilan contoh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Volume contoh&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Volume  contoh yang diambil untuk keperluan pengujian di lapangan dan  laboratorium bergantung dari jenis pengujian yang diperlukan (lihat  Lampiran B).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;7 Tipe contoh&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beberapa tipe contoh air limbah:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a) contoh sesaat (&lt;i&gt;grab sample&lt;/i&gt;);&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b) contoh gabungan waktu (&lt;i&gt;composite samples&lt;/i&gt;);&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c) contoh gabungan tempat (&lt;i&gt;integrated samples&lt;/i&gt;);&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d) contoh gabungan waktu dan tempat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Lokasi dan titik pengambilan contoh &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Pemilihan lokasi pengambilan contoh&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a)  Lokasi pengambilan contoh air limbah industri harus mempertimbangkan  ada atau tidak adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b) Contoh harus diambil pada lokasi yang telah mengalami pencampuran secara sempurna.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Penentuan lokasi pengambilan contoh&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lokasi pengambilan contoh dilakukan berdasarkan pada tujuan pengujian, sebagai berikut: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Untuk keperluan evaluasi efisiensi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a) Contoh diambil pada lokasi sebelum dan setelah IPAL dengan memperhatikan waktu tinggal (waktu retensi).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/TGoc5ftKSLI/AAAAAAAAArA/Bwyjvlet0xc/s1600-h/clip_image0104.gif"&gt;&lt;img alt="clip_image010" border="0" height="174" src="http://lh5.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/TGoc66fvJPI/AAAAAAAAArE/bYqUSrg_4PE/clip_image010_thumb1.gif?imgmax=800" style="border-width: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="clip_image010" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/TGoc_R-DctI/AAAAAAAAArI/v8wHHWDqzcA/s1600-h/clip_image0113.gif"&gt;&lt;img alt="clip_image011" border="0" height="60" src="http://lh4.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/TGodAc8cmbI/AAAAAAAAArM/ksvc-6uevZc/clip_image011_thumb.gif?imgmax=800" style="border-width: 0px; display: inline;" title="clip_image011" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Gambar 5 Contoh lokasi pengambilan contoh sebelum dan setelah IPAL&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b) Titik lokasi pengambilan contoh pada inlet (titik 2, Gambar 5)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1)  Dilakukan pada titik pada aliran bertubulensi tinggi agar terjadi  pencampuran dengan baik, yaitu pada titik dimana limbah mengalir pada  akhir proses produksi menuju ke IPAL.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2) Apabila  tempat tidak memungkinkan untuk pengambilan contoh maka dapat  ditentukan lokasi lain yang dapat mewakili karakteristik air limbah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c) Titik lokasi pengambilan contoh pada outlet (titik 3, Gambar 5)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengambilan contoh pada &lt;i&gt;outlet&lt;/i&gt; dilakukan pada lokasi setelah IPAL atau titik dimana air limbah yang mengalir sebelum memasuki badan air penerima (sungai).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Untuk keperluan pengendalian pencemaran air&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk keperluan pengendalian pencemaran air, contoh diambil pada 3 (tiga) lokasi:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a) Pada perairan penerima sebelum tercampur limbah (&lt;i&gt;upstream&lt;/i&gt;) (titik 4, Gambar 5).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b) Pada saluran pembuangan air limbah sebelum ke perairan penerima (titik 3, Gambar 5).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c) Pada perairan penerima setelah bercampur dengan air limbah (&lt;i&gt;downsream&lt;/i&gt;), namun belum tercampur atau menerima limbah cair lainnya (titik 5, Gambar 5).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Untuk industri yang belum memiliki IPAL&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Air limbah industri dengan proses kontinyu berasal dari satu saluran &lt;/b&gt;&lt;b&gt;pembuangan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Jika tidak terdapat bak ekualisasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a)  Kualitas air limbah tidak berfluktuasi, maka pengambilan contoh  dilakukan pada saluran sebelum masuk ke perairan penerima air limbah,  dengan cara sesaat (&lt;i&gt;grab sampling&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b)  Kualitas air limbah berfluktuasi akibat proses produksi, maka  pengambilan contoh dilakukan pada saluran sebelum masuk ke perairan  penerima air limbah, dengan cara komposit waktu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Jika terdapat bak ekualisasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengambilan contoh dilakukan pada saluran sebelum masuk ke perairan penerima air limbah, dengan cara sesaat (&lt;i&gt;grab sampling&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Air limbah industri dengan proses &lt;i&gt;batch&lt;/i&gt; berasal dari satu saluran pembuangan &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Jika tidak terdapat bak equalisasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kualitas  air limbah berfluktuasi akibat proses produksi, maka pengambilan contoh  dilakukan pada saluran sebelum masuk ke perairan penerima air limbah,  dengan cara komposit waktu dan proporsional pada saat pembuangan  dilakukan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Jika terdapat bak equalisasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengambilan contoh dilakukan pada saluran sebelum masuk ke perairan penerima air limbah, dengan cara sesaat (&lt;i&gt;grab sampling&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Air limbah industri dengan proses kontinyu berasal dari beberapa saluran pembuangan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Jika tidak terdapat&lt;/b&gt;&lt;b&gt; bak equalisasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a)  Kualitas air limbah tidak berfluktuasi dan semua saluran pembuangan  limbah dari beberapa sumber sebelum masuk perairan penerima limbah  disatukan, maka pengambilan contoh dilakukan pada saluran sebelum masuk  ke perairan penerima air limbah, dengan cara sesaat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b)  Kualitas air limbah tidak berfluktuasi dan semua saluran pembuangan  limbah dari beberapa sumber sebelum masuk perairan penerima limbah tidak  disatukan, maka pengambilan contoh dilakukan pada saluran sebelum masuk  ke perairan penerima air limbah, dengan cara komposit tempat dengan  mempertimbangkan debit.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c) Kualitas air limbah  berfluktuasi akibat proses produksi dan semua saluran pembuangan limbah  dari beberapa sumber sebelum masuk perairan penerima limbah disatukan,  maka pengambilan contoh dilakukan pada saluran sebelum masuk ke perairan  penerima air limbah, dengan cara komposit waktu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d)  Kualitas air limbah berfluktuasi akibat proses produksi dan semua  saluran pembuangan limbah dari beberapa sumber sebelum masuk perairan  penerima limbah tidak disatukan, maka pengambilan contoh dilakukan pada  saluran sebelum masuk ke perairan penerima air limbah, dengan cara  komposit waktu dan tempat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Jika terdapat bak equalisasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kualitas  air limbah berfluktuasi atau tidak berfluktuasi akibat proses produksi,  semua air limbah dari masing-masing proses disatukan dan dibuang  melalui bak equalisasi, maka pengambilan contoh dilakukan pada saluran  sebelum masuk ke perairan penerima air limbah, dengan cara sesaat (&lt;i&gt;grab sampling&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Air limbah industri dengan proses &lt;i&gt;batch&lt;/i&gt; berasal dari beberapa saluran &lt;/b&gt;&lt;b&gt;pembuangan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Jika tidak terdapat bak equalisasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a)  Kualitas air limbah berfluktuasi akibat proses produksi dan semua  saluran pembuangan limbah dari beberapa sumber sebelum masuk perairan  penerima limbah disatukan, maka pengambilan contoh dilakukan pada  saluran sebelum masuk ke perairan penerima air limbah, dengan cara  komposit waktu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b) Kualitas air limbah  berfluktuasi akibat proses produksi dan semua saluran pembuangan limbah  dari beberapa sumber sebelum masuk perairan penerima limbah tidak  disatukan, maka pengambilan contoh dilakukan pada saluran sebelum masuk  ke perairan penerima air limbah, dengan cara komposit waktu dan tempat  dengan mempertimbangkan debit.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Jika terdapat bak equalisasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kualitas  air limbah berfluktuasi atau sangat berfluktuasi akibat proses  produksi, semua air limbah dari masing-masing proses disatukan dan  dibuang melalui bak equalisasi, maka pengambilan contoh dilakukan pada  saluran sebelum masuk ke perairan penerima air limbah, dengan cara  sesaat (&lt;i&gt;grab sampling&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Untuk industri yang memiliki IPAL&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lakukan pengambilan contoh pada saluran pembuangan air limbah sebelum ke perairan penerima (titik 3, Gambar 1).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;CARA PENGAMBILAN CONTOH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Pengambilan contoh untuk pengujian kualitas air&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a) siapkan alat pengambil contoh sesuai dengan saluran pembuangan;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b) bilas alat dengan contoh yang akan diambil, sebanyak 3 (tiga) kali;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c) ambil contoh sesuai dengan peruntukan analisis dan campurkan dalam penampung sementara, kemudian homogenkan;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d) masukkan ke dalam wadah yang sesuai peruntukan analisis;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;e)  lakukan segera pengujian untuk parameter suhu, kekeruhan dan daya  hantar listrik, pH dan oksigen terlarut yang dapat berubah dengan cepat  dan tidak dapat diawetkan;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;f) hasil pengujian parameter lapangan dicatat dalam buku catatan khusus;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;g) pengambilan contoh untuk parameter pengujian di laboratorium dilakukan pengawetan seperti pada Lampiran B.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;CATATAN&lt;/b&gt;  Untuk contoh yang akan di uji kandungan senyawa organiknya dan logam,  hendaknya tidak membilas alat 3 kali dengan contoh air, tetapi digunakan  wadah yang bersih dan siap pakai.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Pengambilan contoh untuk pengujian oksigen terlarut &lt;/b&gt;Pengambilan contoh dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: &lt;b&gt;Cara langsung&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a) Gunakan alat DO meter.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b) Cara pengoperasian alat, lihat petunjuk kerja alat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c) Nilai oksigen terlarut dapat langsung terbaca.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Cara tidak langsung&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Cara umum&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengukuran oksigen terlarut dilakukan dengan cara titrasi, sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a) siapkan botol KOB yang bersih dengan volume yang diketahui serta dilengkapi dengan tutup asah;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b)  celupkan botol dengan hati-hati ke dalam air dengan posisi mulut botol  searah dengan aliran air, sehingga air masuk ke dalam botol dengan  tenang, atau dapat pula dengan menggunakan sifon;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c) isi botol sampai penuh dan hindarkan terjadinya turbulensi dan gelembung udara selama pengisian, kemudian botol ditutup;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d) contoh siap untuk dianalisa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Cara khusus&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tahapan pengambilan contoh dengan cara alat khusus, dilakukan sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a) siapkan botol KOB yang bersih dengan volume yang diketahui serta dilengkapi dengan tutup asah;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b) masukkan botol ke dalam alat khusus (lihat Gambar 3);&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c) ikuti prosedur pemakaian alat tersebut;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d) Alat pengambil contoh untuk pengujian oksigen terlarut ini dapat ditutup segera setelah terisi penuh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Pengambilan contoh untuk pengujian senyawa organik mudah menguap (&lt;i&gt;Volatile Organic Compound, VOC&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tahapan pengambilan contoh untuk pengujian senyawa VOC, dilakukan sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a)  selama melakukan pengambilan contoh untuk pengujian senyawa VOC, sarung  tangan lateks harus terus dipakai, sarung tangan plastik atau sintetis  tidak boleh digunakan;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b) saat mengambil contoh  untuk analisa VOC, contoh tidak boleh terkocok untuk menghindari aerasi,  aerasi contoh akan menyebabkan hilangnya senyawa volatil dari dalam  contoh;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c) bila menggunakan alat bailer (Gambar 5)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1) jangan menyentuh bagian dalam septa, buka vial VOC 40 mL dan masukkan contoh secara perlahan ke dalam vial hingga terbentuk &lt;i&gt;convex meniscus&lt;/i&gt; di puncak vial;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2) tutup vial secara hati-hati dan tidak boleh ada udara dalam vial;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3) balikkan vial dan tahan;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4) bila terlihat gelembung dalam vial, contoh harus diganti dan ambil contoh yang baru.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;CATATAN&lt;/b&gt;  Contoh VOC biasanya dibuat dalam dua atau tiga buah contoh, tergantung  kebutuhan laboratorium; ulangi pengambilan contoh bila diperlukan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="252"&gt;           &lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/TGodBG6pzLI/AAAAAAAAArQ/qteRhI8EiAY/s1600-h/clip_image0133.jpg"&gt;&lt;img alt="clip_image013" border="0" height="244" src="http://lh4.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/TGodCXuYH5I/AAAAAAAAArU/tvGQqfQqIXw/clip_image013_thumb.jpg?imgmax=800" style="border-width: 0px; display: inline;" title="clip_image013" width="67" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;          &lt;td valign="top" width="175"&gt;           &lt;i&gt;Line for lowering and lifting&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rigid teflon tubing&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Glass marble-ball and seat valv &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Teflon extruded rod&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Gambar 5 Alat pengambil contoh untuk parameter VOC tipe &lt;i&gt;Bailer&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;d) &lt;/b&gt;&lt;b&gt;seluruh vial diberi label yang jelas, bila menggunakan vial bening bungkus dengan &lt;/b&gt;&lt;b&gt;aluminium foil dan simpan dalam tempat pendingin;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;e) &lt;/b&gt;&lt;b&gt;bila air limbah mengandung residual klorin tambahkan 80 mg Na&lt;/b&gt;&lt;b&gt;2&lt;/b&gt;&lt;b&gt;SO&lt;/b&gt;&lt;b&gt;3&lt;/b&gt;&lt;b&gt; ke dalam 1 L &lt;/b&gt;&lt;b&gt;contoh;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;f) &lt;/b&gt;&lt;b&gt;contoh VOC karena sifatnya yang volatil, maka pengambila contoh dilakukan secara &lt;/b&gt;&lt;b&gt;sesaat (&lt;i&gt;grab&lt;/i&gt; contoh), bukan komposit.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Pengambilan contoh untuk pengujian senyawa aromatik dan akrolein dan &lt;/b&gt;&lt;b&gt;akrilonitril&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tahapan pengambilan contoh untuk pengujian senyawa aromatik dan akrolein dan akrilonitril, dilakukan sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a)  lakukan pengambilan contoh seperti pada butir 8.3 untuk pengujian  senyawa aromatik, tetapi vialnya hanya diisi setengah dan sisanya  ditambahkan dengan asam dalam jumlah yang diperlukan;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b) untuk pengujian senyawa akrolein dan akrilonitril contoh diatur hingga pH 4 - 5.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c) contoh akrolein dan akrilonitril harus dianalisa dalam waktu 3 hari setelah pengambilan contoh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Pengambilan contoh untuk pengujian senyawa organik yang dapat diekstraksi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tahapan pengambilan contoh untuk pengujian senyawa organik yang dapat diekstraksi, dilakukan sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a) ambil contoh dengan menggunakan &lt;i&gt;bailer&lt;/i&gt;;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d) buka tutup botol gelas 1000 mL secara hati-hati agar tidak menyentuh bagian dalam dari tutup;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;e) isi botol hingga 1 cm dari puncak botol;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;f)  bila satu bailer tidak cukup untuk mengisi botol, tutup botol untuk  menghindari kontaminasi contoh dan ambil lagi contoh, dan lanjutkan  pengisian botol;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;g) bila contoh memerlukan analisa pestisida, pH contoh harus diatur antara pH 5 - 9 dengan menggunakan &lt;sub&gt;H2SO4&lt;/sub&gt; atau NaOH.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Pengambilan contoh untuk pengujian total logam dan terlarut&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tahapan pengambilan contoh untuk pengujian total logam dan terlarut, dilakukan sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a) bilas botol contoh dan tutupnya dengan contoh yang akan dianalisa;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b)  buang air pembilas dan isi botol dengan sampel hingga beberapa cm di  bawah puncak botol agar masih tersedia ruang untuk menambahkan pengawet  dan melakukan pengocokan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;CATATAN&lt;/b&gt; Pengambilan contoh untuk pengujian logam terlarut, lakukan penyaringan contoh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;PENGUJIAN PARAMETER LAPANGAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengujian  parameter lapangan yang dapat berubah dengan cepat, dilakukan langsung  setelah pengambilan contoh. Parameter tersebut antara lain; pH (SNI  06-6989.11-2004), suhu (SNI 06-6989.23-2005), daya hantar listrik (SNI  06-6989.1-2004), alkalinitas (SNI 06- 2420-1991), asiditas (SNI  06-2422-1991) dan oksigen terlarut (SNI 06-6989.14-2004).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Penyaringan contoh &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bila  analisis tidak dapat segera dilakukan, maka perlu dilakukan penyaringan  di lapangan untuk pemeriksaan parameter yang terlarut. Cara penyaringan  dapat dilakukan sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a) contoh yang akan disaring diambil sesuai keperluannya;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b)  masukkan contoh tersebut ke dalam alat penyaring yang telah dilengkapi  saringan yang mempunyai ukuran pori 0,45 ìm dan saring sampai selesai;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c) air saringan ditampung dalam wadah yang telah disiapkan sesuai keperluannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Pengawetan contoh&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengawetan contoh dilakukan apabila pemeriksaan tidak dapat langsung dilakukan setelah pengambilan contoh (lihat Lampiran B).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Jaminan mutu dan pengendalian mutu &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Jaminan mutu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a) Gunakan alat gelas bebas kontaminasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b) Gunakan alat ukur yang terkalibrasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c) Dikerjakan oleh petugas pengambil contoh yang kompeten.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Pengendalian mutu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk  menjamin kelayakan pengambilan contoh maka kemampuan melacak seluruh  kejadian selama pelaksanaan pengambilan contoh harus dijamin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kontrol akurasi dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut ini: &lt;b&gt;Contoh split&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a) Contoh terbelah diambil dari satu titik dan dimasukkan ke dalam wadah yang sesuai.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b) Contoh dicampur sehomogen mungkin serta dipisahkan ke dalam dua wadah yang telah disiapkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c)  Kedua contoh tersebut diawetkan dan mendapatkan perlakuan yang sama  selama perjalanan dan preparasi serta analisa laboratorium.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Contoh duplikat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a) Contoh diambil dari titik yang sama pada waktu yang hampir bersamaan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b) Bila contoh kurang dari lima, contoh duplikat tidak diperlukan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c) Bila contoh diambil 5 contoh sampai dengan 10 contoh, satu contoh duplikat harus diambil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d) Bila contoh diambil lebih dari 10 contoh, contoh duplikat adalah 10% per kelompok parameter matrik yang diambil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Contoh blanko&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a) Blanko media&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1) Digunakan untuk medeteksi kontaminasi pada media yang digunakan dalam pengambilan contoh (peralatan pengambilan atau wadah).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2)  Peralatan pengambilan, sedikitnya satu blanko peralatan harus tersedia  untuk setiap dua puluh) contoh per kelompok parameter untuk matrik yang  sama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3) Wadah, salah satu wadah yang akan  digunakan diambil secara acak kemudian diisi dengan media bebas analit  dan dibawa ke lokasi pengambilan contoh. Blanko tersebut kemudian dibawa  ke laboratorium untuk dianalisis.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b) Blanko perjalanan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1) Blanko digunakan apabila contoh yang diambil bersifat mudah menguap.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2) Sekurang-kurangnya satu blanko perjalanan disiapkan untuk setiap jenis contoh yang mudah menguap.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3) Berupa media bebas analit yang disiapkan di laboratorium.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4) Blanko dibawa ke lokasi pengambilan, ditutup selama pengambilan contoh dan dibawa kembali ke laboratorium.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Pelaporan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Catat  pada lembar data jaminan mutu untuk setiap parameter yang diukur dan  contoh yang diambil, lembar data parameter yang diukur di lapangan harus  memiliki informasi sekurang­kurangnya sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a) Identifikasi contoh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b) Tanggal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c) Waktu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d) Nama Petugas Pengambil Contoh (PPC).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;e) Nilai parameter yang diukur di lapangan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;f) Analisa yang diperlukan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;g) Jenis contoh (misalnya contoh, contoh split, duplikat atau blanko).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;h) Komentar dan pengamatan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber :http://inspeksisanitasi.blogspot.com/2010/08/pengambilan-contoh-air-limbah.html &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/875828441344222174-3964558476773900288?l=haklibondowoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/feeds/3964558476773900288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/01/metoda-pengambilan-contoh-air-limbah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/3964558476773900288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/3964558476773900288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/01/metoda-pengambilan-contoh-air-limbah.html' title='Metoda Pengambilan Contoh Air Limbah'/><author><name>indraculla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02698799200599936212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/TGocaQsSPKI/AAAAAAAAAqk/pPBBsZuoAXo/s72-c/clip_image001_thumb1.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-875828441344222174.post-7211242601147203984</id><published>2011-01-03T19:44:00.000-08:00</published><updated>2011-01-03T19:54:21.748-08:00</updated><title type='text'>Metoda Pengambilan Contoh Air Tanah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;SNI 6989.58:2008 &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Air dan air limbah – Bagian 58:&lt;/b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Metoda pengambilan contoh air tanah.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam  rangka menyeragamkan teknik pengambilan contoh air limbah sebagaimana  telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor  37 Tahun 2003 tentang &lt;i&gt;Metode analisis pengujian kualitas air permukaan dan pengambilan contoh air &lt;/i&gt;&lt;i&gt;permukaan&lt;/i&gt;, maka dibuatlah Standar Nasional indonesia (Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang), &lt;i&gt;Air dan air limbah – Bagian 58: Metode pengambilan contoh air tanah&lt;/i&gt;. SNI ini diterapkan untuk teknik pengambilan contoh air limbah sebagaimana yang tercantum di dalam Keputusan Menteri tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Metoda ini digunakan untuk pengambilan contoh air guna keperluan pengujian sifat fisika dan kimia air tanah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Istilah dan definisi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;air tanah&lt;/b&gt;&lt;b&gt; :&lt;/b&gt;air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah, antara lain sumur bor, sumur gali dan sumur pantek&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;akuifer&lt;/b&gt;&lt;b&gt; : &lt;/b&gt;lapisan batuan jenuh air di bawah permukaan tanah yang dapat menyimpan dan meneruskan air&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;akuifer tertekan&lt;/b&gt;&lt;b&gt; :&lt;/b&gt;akuifer yang dibatasi di bagian atas dan bawahnya oleh lapisan kedap air. Akuifer ini disebut pula akuifer artesis&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;akuifer tak tertekan&lt;/b&gt;&lt;b&gt; : &lt;/b&gt;akuifer  yang dibatasi di bagian atasnya oleh muka air tanah bertekanan sama  dengan tekanan udara luar (1 atmosfer) dan dibagian bawahnya oleh  lapisan kedap air&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Kebutuhan Oksigen Biologi/KOB (&lt;i&gt;Biologycal Oxcygen Demand,&lt;/i&gt; BOD)&lt;/b&gt;&lt;b&gt; : &lt;/b&gt;kebutuhan oksigen biokimiawi bagi proses deoksigenasi dalam suatu perairan atau air limbah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Kebutuhan Oksigen Kimiawi/KOK (&lt;i&gt;Chemical Oxcygen Demand &lt;/i&gt;COD)&lt;/b&gt;&lt;b&gt; :&lt;/b&gt;kebutuhan oksigen kimiawi bagi proses deoksigenasi dalam suatu perairan atau air limbah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Nutrien&lt;/b&gt;&lt;b&gt; : &lt;/b&gt;senyawa yang dibutuhkan oleh organisme yang meliputi fosfat, nitrogen, nitrit, nitrat dan amonia&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Peralatan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Alat pengambil contoh&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Persyaratan alat pengambil contoh air sumur bor&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alat pengambil contoh harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a) terbuat dari bahan yang tidak mempengaruhi sifat contoh;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b) mudah dicuci dari bekas contoh sebelumnya;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c) contoh mudah dipindahkan ke dalam wadah penampung tanpa ada sisa bahan tersuspensi di dalamnya;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d) mudah dan aman di bawa;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;e) kapasitas alat tergantung dari tujuan pengujian.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Jenis alat pengambil contoh air sumur bor&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Salah satu contoh alat pengambil contoh air sumur bor adalah alat&lt;i&gt; Bailer&lt;/i&gt; yang terdiri dari tabung teflon dengan ujung atas terbuka dan ujung bawah tertutup dilengkapi dengan katup &lt;i&gt;ball valve&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/TGoaMgm-qtI/AAAAAAAAAps/TiiIH0DWbQA/s1600-h/clip_image0026.jpg"&gt;&lt;img alt="clip_image002" border="0" height="118" src="http://lh5.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/TGoaOpv0lXI/AAAAAAAAApw/kHw4t6EfxY8/clip_image002_thumb3.jpg?imgmax=800" style="border-width: 0px; display: block; float: none; margin: 5px auto;" title="clip_image002" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Jenis alat pengambil contoh air sumur gali&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Salah  satu contoh alat pengambil contoh air sumur gali terdiri dari botol  gelas dan stainless steel yang ujung atasnya dapat di buka tutup dan  terikat tali keatas sedangkan ujung bawah tertutup dan dilengkapi  pemberat di bawah.&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/TGoaP7y7UxI/AAAAAAAAAp0/dAiEFrk6lcA/s1600-h/clip_image00277.jpg"&gt;&lt;img alt="clip_image002[7]" border="0" height="128" src="http://lh4.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/TGoaRaxEWeI/AAAAAAAAAp4/5Ql0gfRgwCQ/clip_image0027_thumb5.jpg?imgmax=800" style="border-width: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="clip_image002[7]" width="244" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Alat pengukur parameter lapangan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Peralatan yang perlu dibawa antara lain (alat lapangan sebelum digunakan perlu dilakukan kalibrasi:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a. pH meter;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b. konduktimeter;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c. termometer;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d. meteran;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;e. &lt;i&gt;water level meter &lt;/i&gt;atau tali yang telah dilengkapi pemberat dan terukur panjangnya&lt;i&gt;;&lt;/i&gt; dan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;f. &lt;i&gt;Global Positioning System (GPS)&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Alat pendingin&lt;/b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Alat ini dapat menyimpan contoh pada 4&lt;sup&gt;°&lt;/sup&gt;C ± 2&lt;sup&gt;°&lt;/sup&gt;C, digunakan untuk menyimpan contoh untuk pengujian sifat fisika dan kimia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Alat penyaring&lt;/b&gt;&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;Alat ini dilengkapi dengan pompa isap atau pompa tekan serta saringan berpori 0,45 μm.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Alat ekstraksi (corong pemisah)&lt;/b&gt;&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;Corong pemisah terbuat dari bahan gelas atau teflon yang tembus pandang dan mudah memisahkan fase pelarut dari contoh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Bahan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bahan  kimia untuk pengawet : Bahan kimia yang digunakan untuk pengawet harus  memenuhi persyaratan bahan kimia untuk analisis dan tidak mengganggu  atau mengubah kadar zat yang akan di uji (lihat Lampiran C).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Wadah contoh&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Persyaratan wadah contoh&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wadah yang digunakan untuk menyimpan contoh harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a. terbuat dari bahan gelas atau plastik poli etilen (PE) atau poli propilen (PP) atau teflon (&lt;i&gt;Poli Tetra Fluoro Etilen, &lt;/i&gt;PTFE);&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b. dapat ditutup dengan kuat dan rapat;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c. bersih dan bebas kontaminan;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d. tidak mudah pecah;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;e. tidak berinteraksi dengan contoh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Persiapan wadah contoh&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lakukan langkah-langkah persiapan wadah contoh, sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a.  untuk menghindari kontaminasi contoh di lapangan, seluruh wadah contoh  harus benar­benar dibersihkan di laboratorium sebelum dilakukan  pengambilan contoh. wadah yang disiapkan jumlahnya harus selalu  dilebihkan dari yang dibutuhkan, untuk jaminan mutu, pengendalian mutu  dan cadangan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b. jenis wadah contoh dan tingkat pembersihan yang diperlukan tergantung dari jenis contoh yang akan diambil, sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Wadah contoh untuk pengujian senyawa organik yang mudah menguap &lt;/b&gt;&lt;b&gt;(&lt;i&gt;Volatile Organic Compound, VOC&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Siapkan wadah contoh untuk senyawa organik yang mudah menguap, dengan langkah kerja sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a. cuci gelas vial, tutup dan septum dengan deterjen. Bilas dengan air biasa, kemudian bilas dengan air bebas analit;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b. bilas dengan metanol berkualitas analisis dan dikeringkan;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c. setelah satu jam, keluarkan vial dan dinginkan dalam posisi terbalik di atas lembaran aluminium foil;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d. setelah dingin, tutup vial menggunakan tutup yang berseptum.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;CATATAN &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;· Saat pencucian wadah contoh, hindari penggunaan sarung tangan plastik atau karet dan sikat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;·  Untuk beberapa senyawa organik yang mudah menguap yang peka cahaya  seperti senyawa yang mengandung brom, beberapa jenis pestisida, senyawa  organik poli-inti (&lt;i&gt;Poli Aromatik &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Hidrokarbon, &lt;/i&gt;PAH), harus digunakan botol berwarna coklat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Wadah contoh untuk pengujian senyawa organik yang dapat diekstraksi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Siapkan wadah contoh untuk senyawa organik yang dapat diekstraksi, dengan langkah kerja sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a. cuci botol gelas dan tutup dengan deterjen. Bilas dengan air biasa, kemudian bilas dengan air bebas analit;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b.  masukkan 10 mL aseton berkualitas analisis ke dalam botol dan rapatkan  tutupnya, kocok botol dengan baik agar aseton tersebar merata  dipermukaan dalam botol serta mengenai &lt;i&gt;lining &lt;/i&gt;teflon dalam tutup.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c.  buka tutup botol dan buang aseton. Biarkan botol mengering dan kemudian  kencangkan tutu p botol agar tidak terjadi kontaminasi baru.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Wadah contoh untuk pengujian logam total dan terlarut&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Siapkan wadah contoh untuk pengujian logam total dan terlarut, dengan langkah kerja sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a. cuci botol gelas atau plastik dan tutupnya dengan deterjen kemudian bilas dengan air bersi h.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b.  bilas dengan asam nitrat (HNO3) 1:1, kemudian bilas lagi dengan air  bebas analit sebanyak 3 kali dan biarkan mengering, setelah kering tutup  botol dengan rapat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Wadah contoh untuk pengujian KOB, KOK dan nutrien&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Siapkan wadah contoh untuk pengujian KOB, KOK dan nutrien, dengan langkah kerja sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a. cuci botol dan tutup dengan deterjen kemudian bilas dengan air bersih;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b.  cuci botol dengan asam klorida (HCl) 1:1 dan bilas lagi dengan air  bebas analit sebanyak 3 kali dan biarkan mengering, setelah kering tutup  botol dengan rapat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Wadah contoh untuk pengujian anorganik non-logam&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Siapkan wadah contoh untuk pengujian anorganik non-logam, dengan langkah kerja sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a.  cuci botol dan tutup dengan deterjen, bilas dengan air bersih kemudian  bilas dengan air bebas analit sebanyak 3 kali dan biarkan hingga  mengering;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b. setelah kering tutup botol dengan rapat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Pencucian wadah contoh&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lakukan pencucian wadah contoh sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a. Peralatan harus dicuci dengan deterjen dan disikat untuk menghilangkan partikel yang menempel di permukaan;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b. Bilas peralatan dengan air bersih hingga seluruh deterjen hilang;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c. Bila peralatannya terbuat dari bahan non logam, maka cuci dengan asam HNO3 1:1, kemudian dibilas dengan air bebas analit;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d. Biarkan peralatan mengering di udara terbuka;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;e. Peralatan yang telah dibersihkan diberi label bersih-siap untuk pengambilan contoh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Volume contoh&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Volume  contoh yang diambil untuk keperluan pemeriksaan di lapangan dan  laboratorium bergantung dari jenis pemeriksaan yang diperlukan (lihat  Lampiran C).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;PENENTUAN TITIK PENGAMBILAN CONTOH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Titik pengambilan contoh&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Titik  pengambilan contoh ditentukan berdasarkan pada tujuan pemeriksaan.  Titik pengambilan contoh air tanah harus memperhatikan pola arah aliran  air tanah, dapat berasal dari air tanah bebas (tak tertekan) dan air  tanah tertekan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Air tanah bebas (akuifer tak tertekan)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Titik  pengambilan contoh air tanah bebas dapat berasal dari sumur gali dan  sumur pantek atau sumur bor dengan penjelasan sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a. di sebelah hulu dan hilir sesuai dengan arah aliran air tanah dari lokasi yang akan di pantau;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b. di daerah pantai dimana terjadi penyusupan air asin dan beberapa titik ke arah daratan, bila diperlukan;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c. tempat-tempat lain yang dianggap perlu tergantung pada tujuan pemeriksaan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Air tanah tertekan (akuifer tertekan)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Titik pengambilan contoh air tanah tertekan dapat berasal dari sumur bor yang berfungsi sebagai:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a. sumur produksi untuk pemenuhan kebutuhan perkotaan, pedesaan, pertanian, industri dan sarana umum.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b. sumur-sumur pemantauan kualitas air tanah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c. sumur observasi untuk pengawasan imbuhan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d. sumur observasi di suatu cekungan air tanah artesis.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;e. sumur observasi di wilayah pesisir dimana terjadi penyusupan air asin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;f. sumur observasi penimbunan atau pengolahan limbah domestik atau limbah industri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/TGoaWCrfnKI/AAAAAAAAAp8/wQTxW1gspq4/s1600-h/lokasipengambilancontoh6.jpg"&gt;&lt;img alt="lokasi pengambilan contoh" border="0" height="170" src="http://lh5.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/TGoaXehBS8I/AAAAAAAAAqE/jZ8AB_H1omE/lokasipengambilancontoh_thumb4.jpg?imgmax=800" style="border-width: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="lokasi pengambilan contoh" width="244" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;b&gt;Keterangan gambar:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sumur observasi untuk pemantauan dampak pencemaran pertanian &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sumur observasi untuk pemantauan dampak pencemaran industri &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sumur observasi untuk pemantauan dampak pencemaran intrusi air laut &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;CARA PENGUKURAN DI LAPANGAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Penentuan koordinat dan elevasi titik lokasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a. Lakukan penentuan koordinat dan elevasi dengan alat &lt;i&gt;GPS, &lt;/i&gt;bila diperlukan;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b. Catat semua hasil penentuan dalam buku catatan khusus pemeriksaan di lapangan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Pengukuran tinggi dan diameter sumur&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a. Lakukan pengukuran tinggi dan diameter sumur (sesuai Lampiran B);&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b. Catat semua hasil pengukuran dalam buku catatan khusus pemeriksaan di lapangan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Pengukuran muka air tanah dan kedalaman sumur&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a. Lakukan pengukuran muka air tanah dan kedalaman sumur;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b. Catat semua hasil pengukuran dalam buku catatan khusus pemeriksaan di lapangan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Pencatatan lingkungan sumur&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lakukan pencatatan jenis sumur, konstruksi sumur, tahun pembuatan, pemilik sumur, lokasi atau denah sumur dan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;CARA PENGAMBILAN CONTOH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Cara pengambilan contoh pada sumur bor&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Cara pengambilan contoh pada sumur produksi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lakukan  pengambilan contoh pada sumur produksi dengan cara membuka kran air  sumur produksi dan biarkan air mengalir selama 1 menit – 2 menit  kemudian masukkan contoh ke dalam wadah contoh sesuai butir 8.3.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Cara pengambilan contoh pada sumur pantau&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kuras  dahulu sumur pantau hingga seluruh air pada pipa sumur pantau habis,  tunggu sampai air terkumpul kembali, lalu ambil contoh uji.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bila menggunakan alat &lt;i&gt;Bailer&lt;/i&gt;, lakukan langkah-langkah berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a. baca petunjuk penggunaan alat pengambil contoh;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b. turunkan alat pengambil contoh (&lt;i&gt;Bailer&lt;/i&gt;) ke dalam sumur sampai kedalaman tertentu;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c. angkat alat pengambil contoh setelah terisi contoh;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d. buka kran dan masukan contoh air ke dalam wadah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bila menggunakan pompa maka langsung diambil dari keluaran pompa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Cara pengambilan contoh pada sumur&lt;/b&gt;&lt;b&gt; gali&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lakukan pengambilan contoh pada sumur gali, dengan langkah-langkah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a. baca petunjuk penggunaan alat pengambil contoh;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b. turunkan alat pengambil contoh ke dalam sumur sampai kedalaman tertentu;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c. angkat alat pengambil contoh setelah terisi contoh;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d. pindahkan air dari alat pengambilan contoh ke dalam wadah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Pengambilan contoh untuk pengujian kualitas air&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a. siapkan alat pengambil contoh sesuai dengan jenis air yang akan di uji;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b. bilas alat dengan contoh yang akan diambil, sebanyak 3 (tiga) kali;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c. ambil contoh sesuai dengan peruntukan analisis;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d. masukkan ke dalam wadah yang sesuai peruntukan analisis;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;e. lakukan segera pengujian untuk parameter suhu, kekeruhan, daya hantar listrik dan pH;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;f. hasil pengujian parameter lapangan dicatat dalam buku catatan khusus;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;g. pengambilan contoh untuk parameter pengujian di laboratorium dilakukan pengawetan seperti pada Lampiran C.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Pengambilan contoh untuk pengujian senyawa organik yang mudah menguap &lt;/b&gt;&lt;b&gt;(&lt;i&gt;Volatile Organic Compound, VOC&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lakukan pengambilan contoh pada pengujian senyawa organik yang mudah menguap, dengan langkah-langkah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a.  selama melakukan pengambilan contoh untuk pengujian senyawa VOC, sarung  tangan lateks harus terus dipakai, sarung tangan plastik atau sintetis  tidak boleh digunakan;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b. saat mengambil contoh  untuk analisa VOC, contoh tidak boleh terkocok untuk menghindari aerasi,  aerasi contoh akan menyebabkan hilangnya senyawa yang mudah menguap  dari dalam contoh;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c. bila menggunakan alat &lt;i&gt;bailer&lt;/i&gt; (Gambar 1):&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;jangan menyentuh bagian dalam septa, buka vial VOC 40 ml dan masukkan contoh secara perlahan ke dalam vial hingga terbentuk &lt;i&gt;convex meniscus&lt;/i&gt; di puncak vial;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;tutup vial secara hati-hati dan tidak boleh ada udara dalam vial;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;balikkan vial dan tahan;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;bila terlihat gelembung dalam vial, contoh harus diganti dan ambil contoh yang baru.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;CATATAN&lt;/b&gt;  Contoh VOC biasanya dibuat dalam dua atau tiga buah contoh, tergantung  kebutuhan laboratorium; ulangi pengambilan contoh bila diperlukan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d.  Seluruh vial diberi label yang jelas, bila menggunakan vial bening  bungkus dengan aluminium foil dan simpan dalam tempat pendingin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;CATATAN&lt;/b&gt; Bila air tanah mengandung residual klorin tambahkan 80 mg Na2SO3 ke dalam 1 L contoh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;PENGUJIAN PARAMETER LAPANGAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengujian  parameter lapangan yang dapat berubah dengan cepat, dilakukan langsung  setelah pengambilan contoh. Parameter tersebut antara lain; pH (SNI  06-6989.11-2004), suhu (SNI 06-6989.23-2005), daya hantar listrik (SNI  06-6989.1-2004), alkalinitas (SNI 06- 2420-1991), asiditas (SNI  06-2422-1991), klor bebas (SNI 06-4824-1998) dan oksigen terlarut (SNI  06-6989.14-2004).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Jaminan mutu dan pengendalian mutu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Jaminan mutu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a. Gunakan alat gelas bebas kontaminasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b. Gunakan alat ukur yang terkalibrasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c. Dikerjakan oleh petugas pengambil contoh yang kompeten.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Pengendalian mutu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk  menjamin kelayakan pengambilan contoh maka kemampuan melacak seluruh  kejadian selama pelaksanaan pengambilan contoh harus dijamin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kontrol akurasi dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut ini: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Contoh split&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a. Contoh terbelah diambil dari satu titik dan dimasukkan ke dalam wadah yang sesuai.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b. Contoh dicampur sehomogen mungkin serta dipisahkan ke dalam dua wadah yang telah disiapkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c.  Kedua contoh tersebut diawetkan dan mendapatkan perlakuan yang sama  selama perjalanan dan preparasi serta analisa laboratorium.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Contoh duplikat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a. Contoh diambil dari titik yang sama pada waktu yang hampir bersamaan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b. Bila contoh kurang dari lima, contoh duplikat tidak diperlukan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c. Bila contoh diambil 5 contoh - 10 contoh, satu contoh duplikat harus diambil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d. Bila contoh diambil lebih dari 10 contoh, contoh duplikat adalah 10% per kelompok parameter matrik yang diambil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Contoh blanko&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a) Blanko media&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;digunakan untuk medeteksi kontaminasi pada media yang digunakan dalam pengambilan contoh (peralatan pengambilan, wadah).&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;peralatan  pengambilan, sedikitnya satu blanko peralatan harus tersedia untuk  setiap dua puluh) contoh per kelompok parameter untuk matrik yang sama.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;wadah,  salah satu wadah yang akan digunakan diambil secara acak kemudian diisi  dengan media bebas analit dan dibawa ke lokasi pengambilan contoh.  Blanko tersebut kemudian dibawa ke laboratorium untuk dianalisis.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div align="justify"&gt;b) Blanko perjalanan&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;blanko digunakan apabila contoh yang diambil bersifat mudah menguap.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Sekurang-kurangnya satu blanko perjalanan disiapkan untuk setiap jenis contoh yang mudah menguap.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;berupa media bebas analit yang disiapkan di laboratorium.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;blanko dibawa ke lokasi pengambilan, ditutup selama pengambilan contoh dan dibawa kembali ke laboratorium.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Pelaporan&lt;/b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;b&gt;: &lt;/b&gt;Catat  pada lembar data jaminan mutu untuk setiap parameter yang diukur dan  contoh yang diambil, lembar data parameter yang diukur di lapangan harus  memiliki informasi sekurang‑kurangnya sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a. Identifikasi contoh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b. Tanggal pengambilan contoh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c. Waktu pengambilan contoh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d. Nama Petugas Pengambil Contoh (PPC).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;e. Nilai parameter yang diukur di lapangan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;f. Analisa yang diperlukan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;g. Jenis contoh (misalnya contoh, contoh split, duplikat atau blanko).&lt;/div&gt;Komentar dan pengamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://inspeksisanitasi.blogspot.com/2010/07/metoda-pengambilan-contoh-air-tanah.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/875828441344222174-7211242601147203984?l=haklibondowoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/feeds/7211242601147203984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/01/metoda-pengambilan-contoh-air-tanah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/7211242601147203984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/7211242601147203984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/01/metoda-pengambilan-contoh-air-tanah.html' title='Metoda Pengambilan Contoh Air Tanah'/><author><name>indraculla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02698799200599936212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/TGoaOpv0lXI/AAAAAAAAApw/kHw4t6EfxY8/s72-c/clip_image002_thumb3.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-875828441344222174.post-5279604421391895755</id><published>2011-01-03T18:01:00.000-08:00</published><updated>2011-01-03T18:21:13.259-08:00</updated><title type='text'>FAKTOR RESIKO PENULARAN  MALARIA</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Faktor resiko penularan malaria ada dua macam : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1.Perilaku beresiko&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2.Tempat beresiko&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Perilaku beresiko antara lain nonton TV sampai malam, nongkrong di warung sampai malam, Mandi cuci sampai malam, BAB malam hari. Tempat beresiko antara lain Sungai dimusim kemarau, MCK dekat TPN, Pipa bocor, Embung bawah pohon salak, Empang tidak terawat, Rembesan saluran air dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Skema Faktor Resiko&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TSJ4EDf34BI/AAAAAAAAAOo/hqmPl0kRn-g/s1600/1.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="121" src="http://4.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TSJ4EDf34BI/AAAAAAAAAOo/hqmPl0kRn-g/s400/1.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Upaya Bersama Mengatasi Malaria&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Membangun Samijaga di dalam rumah atau      kegiatan mencuci, mandi dan BAB di tempat MCK diluar rumah agar diupayakan      hanya dilakukan pada saat sebelum matahari terbenam atau setelah matahari      terbit&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;, Dimasyarakatkan pemasangan kawat nyamuk      di rumah penduduk,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Dimasyarakatkan tidur memakai kelambu      berinsektisida,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Apabila penduduk mempunyai kegiatan      keluar malam (diluar rumah) hendaknya memakai pakaian yang menutup      sebagian besar badan, (baju lengan panjang &amp;amp; celana panjang dan      rok/kain panjang sampai ke mata kaki) atau memakai repelent/ pencegah      gigitan nyamuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Upaya Pengendalian Nyamuk Anopheles yang dilakukan oleh pemerintah antara lain penyemprotan rumah, larvaciding pada tempat perindukan nyamuk, pembagian kelambu berinsektisida, Pembagian ikan pemakan jentik ke tempat perindukan nyamuk, Cattle barier (penempatan kandang ternak besar)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Pengobatan dg dasar Pemeriksan Mikroskopis &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TSJ90HIfr1I/AAAAAAAAAOw/yNRBqrLmswU/s1600/untitled+2.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="258" src="http://2.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TSJ90HIfr1I/AAAAAAAAAOw/yNRBqrLmswU/s400/untitled+2.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TSJ-ZnkTdqI/AAAAAAAAAO0/6xvKA5-OXps/s1600/untitled.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="258" src="http://2.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TSJ-ZnkTdqI/AAAAAAAAAO0/6xvKA5-OXps/s400/untitled.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TSJ--9hf8bI/AAAAAAAAAO4/YXm5SQrrxAI/s1600/untitled3.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="282" src="http://3.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TSJ--9hf8bI/AAAAAAAAAO4/YXm5SQrrxAI/s400/untitled3.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TSJ_eSysKOI/AAAAAAAAAO8/WKFojEedL7s/s1600/untitled4.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="281" src="http://1.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TSJ_eSysKOI/AAAAAAAAAO8/WKFojEedL7s/s400/untitled4.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pemeriksaan Follow Up untuk setiap penderita dgn konfirmasi laboratorium positif:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penderita di follow up untuk diperiksa ulang sediaan darahnya untuk Plasmodium falsiparum dan vivax pada H3, 7, 14, 28 dan Plasmodium vivax dilanjutkan sampai akhir bulan 3.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pengobatan lini 1 Malaria Berat &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dilakukan di RS atau rawat inap dengan Artesunate injeksi intra vena Hari I : 2,4 mg/KgBB/hari, Hari II-VII : 2,4 mg/KgBB/hari, bila sudah bisa minum dilanjutkan obat ACT selama 3 hari. Apabila berada di lapangan: Artemeter injeksi intra muscular Hari I&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 3,2 mg/KgBB/hari, Hari II-V : 1,6 mg/KgBB/hari, bila sudah bisa minum dilanjutkan dengan obat ACT selama 3 hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pengobatan lini 2 Malaria Berat&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di RS atau rawat inap dengan Kina HCl 25 % yg dilarutkan dalam NaCl 0,9 % atau Dextrosa 5 % diberikan per infus dgn dosis: 10 mg/KbBB/4 jam setiap 8 jam, Total dosis kina 30 mg/KgBB/24 jam. Di lapangan: Kina HCl 25 % yg dilarutkan dalam NaCl 0,9 % atau Dextrose 5 % yang diberikan intra muscular: 10 mg/KbBB/4 jam setiap 8 jam, Total dosis kina 30 mg/KgBB/24 jam, bila bisa minum obat dilanjutkan dgn Kina tab. + Doxy/tetra kapsul selama 7 hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Malaria Dalam Kehamilan Daerah Endemis Malaria&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Semua ibu hamil didaerah beresiko penularan malaria pada kunjungan pertama (K1) di Ante Natal Care dilakukan pemeriksaan laboratory (RDT atau mikroskopis), Pengobatan Pf +mix tanpa komplikasi pada ibu hamil usia &amp;lt; 3 bulan dengan Kina tablet, pada ibu hamil usia &amp;gt; 3 bulan dgn Artesunat+Amodiakuin tab atau DHP. Pengobatan Pvenyakit dengan Klorokuin tablet, untuk Ibu hamil tidak boleh diberikan Primakuin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pengobatan malaria berat pada ibu hamil usia &amp;lt; 3 bulan dengan Kina per infus, pada ibu hamil usia &amp;gt; 3 bulan dengan Artesunate injeksi intra vena bila di RS atau Artemeter injeksi intra muscular bila dilapangan. Bila sudah dapat minum dilanjutkan tab Kina atau Artesunat+Amodiakuin tablet atau Dihydroartemisinin Piperaquin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Pencegahan terhadap gigitan nyamuk diberikan kelambu berinsektisida.Obat yg dpt digunakan utk pengobatan pencegahan adalah Doxyciline utk Plasmodium falsiparum diminum 1-2 hari sebelum kedaerah nedemis sampai 1-2 minggu setelah kembali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="O"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/875828441344222174-5279604421391895755?l=haklibondowoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/feeds/5279604421391895755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/01/faktor-resiko-penularan-malaria.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/5279604421391895755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/5279604421391895755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2011/01/faktor-resiko-penularan-malaria.html' title='FAKTOR RESIKO PENULARAN  MALARIA'/><author><name>indraculla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02698799200599936212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TSJ4EDf34BI/AAAAAAAAAOo/hqmPl0kRn-g/s72-c/1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-875828441344222174.post-2516939281960906710</id><published>2010-12-30T20:05:00.000-08:00</published><updated>2010-12-30T20:11:35.604-08:00</updated><title type='text'>PEMBERANTASAN  PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE   DI KABUPATEN  BONDOWOSO  2010</title><content type='html'>&lt;style&gt;&lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}@page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:603878294; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-1578495154 -808922316 -1616725734 67698689 232530046 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l0:level1 {mso-level-tab-stop:137.25pt; mso-level-number-position:left; margin-left:137.25pt; text-indent:-56.25pt;}@list l0:level2 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:-; mso-level-tab-stop:110.45pt; mso-level-number-position:left; margin-left:110.45pt; text-indent:-18.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}@list l0:level3 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:155.45pt; mso-level-number-position:left; margin-left:155.45pt; text-indent:-18.0pt; font-family:Symbol;}@list l0:level4 {mso-level-number-format:alpha-lower; mso-level-tab-stop:182.45pt; mso-level-number-position:left; margin-left:182.45pt; text-indent:-18.0pt;}@list l1 {mso-list-id:1171334440; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:1856638970 1363327876 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l1:level1 {mso-level-tab-stop:45.0pt; mso-level-number-position:left; margin-left:45.0pt; text-indent:-18.0pt; mso-ansi-font-weight:normal;}@list l2 {mso-list-id:1381974219; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:1867567230 101613944 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l2:level1 {mso-level-tab-stop:45.0pt; mso-level-number-position:left; margin-left:45.0pt; text-indent:-18.0pt;}@list l3 {mso-list-id:1433013022; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:778467998 -1107888628 -1692662734 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l3:level1 {mso-level-number-format:alpha-lower; mso-level-tab-stop:18.75pt; mso-level-number-position:left; margin-left:18.75pt; text-indent:-18.75pt; mso-ansi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-size:12.0pt;}@list l3:level2 {mso-level-tab-stop:-72.0pt; mso-level-number-position:left; margin-left:-72.0pt; text-indent:-18.0pt;}@list l4 {mso-list-id:2143693409; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-118062084 -288879396 -1173949508 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l4:level1 {mso-level-tab-stop:45.0pt; mso-level-number-position:left; margin-left:45.0pt; text-indent:-18.0pt;}@list l4:level2 {mso-level-number-format:alpha-lower; mso-level-tab-stop:81.0pt; mso-level-number-position:left; margin-left:81.0pt; text-indent:-18.0pt;}ol {margin-bottom:0cm;}ul {margin-bottom:0cm;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLAPTOP%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 8pt;"&gt;Haris Ahmadi (Bid P2PL Dinkes Bwoso), Indra DC (Perencanaan Dinkes Bwoso)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Dalam kurun waktu lima tahun terakhir menunjukkan bahwa jumlah kasus tertinggi terjadi di Kecamatan Bondowoso hal ini terkait dengan kepadatan penduduk di daerah tersebut. bahwa kepadatan dan mobilitas penduduk ikut menunjang penularan DBD, semakin padat penduduknya maka semakin jelek sanitasinya yakni kontainer akan beresiko untuk dijadikan perindukan vektor DBD. Jarak antar rumah yang berdekatan juga mempengaruhi penyebaran vektor DBD karena berhubungan dengan jarak terbang nyamuk &lt;i&gt;Aedes aegypti &lt;/i&gt;yang mampu terbang hingga 100 meter &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kecenderungan penderita DBD di Kabupaten Bondowoso didominasi oleh kelompok umur &amp;gt; 15 tahun sampai dengan usia lanjut artinya bahwa penyakit DBD saat ini lebih banyak menyerang pada usia remaja sampai dengan dewasa dibandingkan pada usia balita dan anak-anak. Demikian juga penyakit DBD tidak hanya menyerang menurut jenis kelamin hal ini dikarenakan DBD disebabkan oleh virus &lt;i&gt;dengue&lt;/i&gt; yang berhubungan dengan aktifitas dan kekebalan tubuh penderita itu sendiri dan dalam kurun waktu dua tahun terakhir didominasi oleh penderita dengan jenis kelamin laki-laki (tahun 2007 sebanyak 55,87 % dan tahun 2008 sebanyak 58,88 % )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Bila dilihat pelaksanaan P2 DBD di Kabupaten Bondowoso sudah mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan RI tahun 2007 tentang Pedoman Pemberantasan Demam Berdarah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Ada beberapa upaya yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan P2 DBD di Kabupaten Bondowoso yakni dengan memanfaatkan data mengenai distribusi penyakit DBD berdasarkan tempat &lt;i&gt;( place )&lt;/i&gt;, waktu &lt;i&gt;( time )&lt;/i&gt; dan sasaran manusia &lt;i&gt;( man )&lt;/i&gt; yang memiliki resiko tinggi tertular penyakit DBD&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Program manajemen P2 DBD di Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso terdiri :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Perencanaan &lt;i&gt;( planning )&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Analisa Situasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Mengidentifikasi Masalah dan Prioritasnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Menentukan Tujuan Program&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Mengkaji Hambatan dan Kelemahan Program&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Menyusun Rencana Kerja Operasional (RKO)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Dari lima langkah tersebut perencanaan program P2 DBD yang dilaksanakan masih belum melakukan upaya memprioritaskan program pada sasaran tertentu. Oleh karena itu perlu adanya upaya prioritas terhadap masalah tertentu dengan memanfaatkan data yang sudah ada setelah diolah menjadi analisis situasi mengenai penyakit DBD&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Pelaksanaan &lt;i&gt;( actuating )&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Pelaksanaan program P2 DBD Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso dilaksanakan dengan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui Puskesmas. Secara koordinasi dengan lintas sektor lainnya masih membutuhkan peran serta aktif sektor lain dengan harapan tujuan dari program P2 DBD dapat tercapai semaksimal mungkin &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Pengawasan &lt;i&gt;( controlling )&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Proses pengawasan dilakukan dengan cara mengukur hasil yang telah dicapai oleh staf atau organisasi, membandingkan hasil yang telah dicapai oleh tolak ukur/standart yang telah ditetapkan sebelumnya dan memperbaiki penyimpangan yang terjadi sesuai dengan faktor-faktor penyebab terjadinya penyimpangan. Cara mendapatkan data pada saat pengawasan dapat dilakukan dengan: pengamatan langsung, laporan lisan dan laporan tertulis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Dalam pelaksanaan program P2 DBD di Kabupaten Bondowoso data yang diperoleh berdasarkan ketiga cara tersebut sehingga sesuai dengan teori cara pengawasan yang baik namun justru yang harus diperbaiki adalah ketepatan waktu dalam pelaporan secara tertulis dari puskesmas ke Dinas Kesehatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; KEBIJAKAN PROGRAM P2 DBD&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Dalam pelaksanaannya&lt;b&gt; &lt;/b&gt;kebijakan program P2 DBD di Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso ada beberapa hal yang belum dilaksanakan antara lain : tidak seluruh daerah endemis DBD memiliki kader jumantik dan pembinaan pokjanal PSN dari kabupaten ke kecamatan dan ke desa masih belum maksimal sehingga terkesan bahwa PSN dan DBD hanya merupakan tanggung jawab Dinas Kesehatan beserta jajarannya saja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SISTEM PEMBIAYAAN P2 DBD&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Pembiayaan kegiatan P2 DBD bersumber dari APBD II sehingga ada beberapa kegiatan dalam program yang sesuai dengan pedoman masih belum mampu untuk dibiayai. Oleh karena itu upaya bagi seluruh pihak untuk mengupayakan alternatif agar memaksimalkan program agar dapat berjalan dengan baik dan benar sesuai dengan pedoman. Alternatif sumber pembiayaan dapat berupa :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Pembiayaan mandiri oleh masyarakat terutama tentang gerakan PSN dengan kegiatan 3M-plusnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Bekerjasama dengan pihak ketiga/swasta yang berhubungan dengan program P2 DBD dan dikemas menarik sehingga saling menguntungkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA P2 DBD&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Proses manajemen sumberdaya manusia meliputi penarikan, seleksi, pengembangan, pemeliharaan dan penggunaan. Secara keseluruhan penerapan manajemen sumber daya manusia dalam program P2 DBD di Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Penarikan dan Seleksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Pengelola Program P2 DBD&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;1). Pengelola Program P2 DBD Dinas Kesehatan Kabupaten dipilih oleh kepala seksi Pengendalian Penyakit dan dilaporkan kepada Kepala Bidang P2-PL dan Kepala Dinas Kesehatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;2). Pengelola Program P2 DBD Puskesmas dipilih Kepala Puskesmas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Pelaksana Teknis P2 DBD&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;1). Tim Pelaksana fogging dipilih dan ditentukan oleh pengelola program P2 DBD kabupaten dengan persetujuan Kepala Dinas Kesehatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;2). Tim Pelaksana Abatisasi Selektif dipilih dan ditentukan oleh pengelola program P2 DBD kabupaten dengan persetujuan Kepala Dinas Kesehatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;3). Tim Pelaksana Penyuluhan Kelompok di daerah intensif DBD dipilih dan ditentukan oleh pengelola program P2 DBD kabupaten dengan persetujuan Kepala Dinas Kesehatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;4). Tim Pelaksana PSN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;a). Tim Pelaksana PSN yang berkedudukan di Kabupaten sumber&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;daya manusia dipilih oleh masing-masing instansi yang diketuai oleh Sekretaris Daerah Kabupaten dengan persetujuan Bupati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;b). Tim Pelaksana PSN yang berkedudukan di Kecamatan sumber daya manusia dipilih oleh masing-masing instansi yang diketahui oleh Kepala Kantor Kecamatan sebagai ketua Tim Pokjanal PSN di Kecamatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;c). Tim Pelaksana PSN yang berkedudukan di Desa sumber daya manusia dipilih oleh masing-masing instansi yang diketahui oleh Kepala Desa sebagai ketua Tim Pokjanal PSN di Desa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Pengembangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Dilakukan sekali setahun berupa pertemuan rutin Tim Pokjanal PSN di Kabupaten dan Kecamatan serta pelatihan teknis pelaksana program di puskesmas &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Pemeliharaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Dilakukan berupa pemberian kompensasi dalam bentuk honor sesuai dengan anggaran program APBD&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Penggunaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Dalam penggunaannya SDM yang ada untuk program P2 DBD Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki dan latar belakang pendidikan serta pengalaman kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Untuk program PSN lebih mengarah pada pemberdayaan masyarakat oleh karena itu perlu pendekatan yang optimal kepada lintas sektor utamanya tokoh masyarakat / tokoh agama masuk dalam Tim Pokjanal PSN baik tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Dalam pelaksanaan manajemen SDM program P2 DBD sudah dilaksanakan dengan baik namun bila dilihat pada SDM P2 DBD di wilayah puskesmas masih kurang dan belum terampil oleh karena itu perlu pemilihan SDM yang profesional, mengerti, menguasai lapangan dan terampil memberdayakan masyarakat agar tujuan P2 DBD dapat berjalan efektif dan efisien untuk mencapai target yang optimal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; PROGRAM INOVASI PADA PROGRAM P2 DBD&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Penerapan Gerakan 3M plus bekerja sama dengan pihak ketiga/sponsor perusahaan insektisida nyamuk bila perlu diadakan lomba Desa/Lingkungan dengan gerakan PSN paling baik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Penyuluhan secara merata dan terfokus pada daerah endemis DBD supaya masyarakat dengan sadar dapat mencegah dirinya dan lingkungannya dari bahaya penyakit DBD dengan melakukan gerakan PSN mandiri atau masing – masing keluarga jadi jumantik bagi rumahnya sendiri&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Kegiatan PSN dengan melibatkan sekolah dengan membentuk WAMANTIK ( Siswa Pemantau Jentik )&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/875828441344222174-2516939281960906710?l=haklibondowoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/feeds/2516939281960906710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2010/12/pemberantasan-penyakit-demam-berdarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/2516939281960906710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/2516939281960906710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2010/12/pemberantasan-penyakit-demam-berdarah.html' title='PEMBERANTASAN  PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE   DI KABUPATEN  BONDOWOSO  2010'/><author><name>indraculla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02698799200599936212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-875828441344222174.post-286904461545097217</id><published>2010-12-29T22:59:00.000-08:00</published><updated>2010-12-29T23:01:07.220-08:00</updated><title type='text'>Menciptakan Masyarakat Sehat, Rumah Sehat, Masyarakat Sehat: Memulai Agenda Penelitian tentang Lingkungan Dibangun dan Kesehatan Masyarakat</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;Shobha&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Srinivasan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;PhD&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;Liam&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;R.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;O'Fallon&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;MA&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Dearry&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Allen&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;PhD&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Bukti&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="hps"&gt;menunjukkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masalah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;fisik dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mental yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;berhubungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dengan lingkungan manusia seperti&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;rumah&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;sekolah&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;tempat kerja&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;taman&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;kawasan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;industri&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;pertanian&lt;/span&gt;, jalan &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;jalan raya&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;memerlukan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pemeriksaan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="hps"&gt;Penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pendahuluan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menunjukkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;manfaat kesehatan dari&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat yang berkelanjutan&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Namun,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dampak dari&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mediasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;faktor moderat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang dibangun di atas&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan harus&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dieksplorasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lebih lanjut&lt;/span&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Mengingat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="hps"&gt;kompleksitas&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan binaan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;pengaruhnya&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;terhadap&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;manusia&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;memerlukan pemahaman&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;berbasis masyarakat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bertingkat&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;pendekatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lintas disiplin&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;span class="hps"&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span class="hps"&gt; penulis&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;memberikan rekomendasi&lt;/span&gt;, berdasarkan &lt;span class="hps"&gt;sebuah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;konferensi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;baru-baru ini&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;disponsori&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Institut Nasional&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Ilmu Kesehatan Lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hpsatn"&gt;(&lt;/span&gt;NIEHS), &lt;span class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pendekatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kebijakan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menyarankan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dampak&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;publik yang lebih besar&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;LINGKUNGAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="hps"&gt;TINGGAL&lt;/span&gt;&lt;span class="atn"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Lingkungan manusia&lt;span class="atn"&gt; yang telah &lt;/span&gt;dimodifikasi &lt;span class="hps"&gt;seperti&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;rumah&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;sekolah&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;tempat kerja&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;taman&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;kawasan industri&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;pertanian&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;jalan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;raya dan jalan tol&lt;/span&gt;&lt;span class="atn"&gt;-&lt;/span&gt;merupakan habitat &lt;span class="hps"&gt;yang paling&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penting&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;80&lt;/span&gt;% &lt;span class="hps"&gt;masyarakat di&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kota&lt;/span&gt;-kota &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menghabiskan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;90&lt;/span&gt;% &lt;span class="hps"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;waktu&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;indoors. Untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;saat ini,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;banyak diskusi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tentang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan binaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;difokuskan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tantangan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menyediakan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;transportasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang memadai&lt;/span&gt; &lt;span class="hpsatn"&gt;(&lt;/span&gt;jalan, &lt;span class="hps"&gt;jalan raya&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;infrastruktur&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;transportasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;publik&lt;/span&gt;), &lt;span class="hps"&gt;gepeng&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;perkotaan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;polusi udara&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lalu lintas&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;meningkat&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;kurangnya&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;trotoar&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mengurangi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan alam&lt;/span&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Bukti&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="hps"&gt;baru&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;bagaimanapun&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;semakin&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mengakui&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bahkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tempat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kita tinggal dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bekerja&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;jelas&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mempengaruhi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan kita.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Namun demikian&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;hubungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sebab akibat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;antara&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dibangun&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penyakit&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;manusia&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;spesifik&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;seringkali&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sulit&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dipastikan .Penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;terbaru&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mengeksplorasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pengaruh&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang dibangun&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ditingkatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;aktivitas&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;fisik&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;asma&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;obesitas&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;penyakit&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kardiovaskuler&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;kematian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kanker&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;paru-paru&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mental&lt;/span&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Namun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;, &lt;span class="hps"&gt;kebutuhan yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mendesak&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tetap&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bersama&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk lebih mengidentifikasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mekanisme&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="hps"&gt;dibangun&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;negatif&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;positif&lt;/span&gt; akan &lt;span class="hps"&gt;dampak kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mengembangkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;intervensi yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sesuai&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk mengurangi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menghilangkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;efek&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang merugikan&lt;/span&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Beban&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;berkembang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;biaya&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ekonomi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penolong&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang berhubungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kejadian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penyakit&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kronis&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lebih tinggi&lt;/span&gt; &lt;span class="hpsatn"&gt;(&lt;/span&gt;misalnya, &lt;span class="hps"&gt;obesitas&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;asma&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;penyakit&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;jantung&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;kanker&lt;/span&gt;) &lt;span class="hps"&gt;memerlukan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;upaya&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penelitian tersebut&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Penyakit ini&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;disebabkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kompleks&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;interaksi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pengaruh&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;genetik&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;banyak dari&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang terakhir&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dapat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;langsung&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dihubungkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dengan lingkungan binaan&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Sedangkan penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ini difokuskan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;konsekuensi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;negatif&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan binaan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;telah ada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;fokus&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sangat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;terbatas&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;manfaat tinggal&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat yang berkelanjutan&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 10pt;"&gt;Agenda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="hps"&gt;penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tentang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;manfaat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan masyarakat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kualitas&lt;/span&gt;&lt;span class="atn"&gt; &lt;/span&gt;kehidupan &lt;span class="hps"&gt;masyarakat yang berkelanjutan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;diperlukan&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 10pt;"&gt;PEMBANGUNAN LINGKUNGAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 10pt;"&gt;Pemahaman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="hps"&gt;ilmuwan&lt;/span&gt; &lt;span class="hpsatn"&gt;'&lt;/span&gt;&lt;span class="atn"&gt;dari "&lt;/span&gt;lingkungan binaan" &lt;span class="hps"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mengalami&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;beberapa kali perubahan&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Definisi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan binaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dimodifikasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sebagai berikut&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;span class="hps"&gt;Lingkungan binaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;meliputi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;rumah&lt;/span&gt;, sekolah, &lt;span class="hps"&gt;tempat kerja&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;taman&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;/&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;area&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;rekreasi&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;area bisnis&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;jalan&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Kemudian meluas&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bentuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;jaringan transmisi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;listrik&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;bawah tanah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;berupa&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tempat pembuangan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;limbah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kereta api bawah tanah&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;di seluruh&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;negeri&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bentuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;jalan raya&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Lingkungan binaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="hps"&gt;mencakup&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;semua&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bangunan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;ruang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan produk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang dibuat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dimodifikasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;orang-orang&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Ini&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dampak&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;fisik&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dalam dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;luar ruangan&lt;/span&gt; &lt;span class="hpsatn"&gt;(&lt;/span&gt;misalnya, &lt;span class="hps"&gt;kondisi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;iklim&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;indoor&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;/&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;outdoor&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kualitas&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;udara&lt;/span&gt;), serta &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sosial&lt;/span&gt; &lt;span class="hpsatn"&gt;(&lt;/span&gt;misalnya, &lt;span class="hps"&gt;partisipasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;kapasitas&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;investasi&lt;/span&gt;) &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kemudian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kualitas&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;hidup&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Kesehatan Lingkungan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;, &lt;span class="hps"&gt;Definisi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;komunitas&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ilmiah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tentang&lt;/span&gt; &lt;span class="hpsatn"&gt;"&lt;/span&gt;kesehatan &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt;" &lt;span class="hps"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;berubah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dalam beberapa tahun terakhir&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Dua&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dekade&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lalu&lt;/span&gt;, studi &lt;span class="hps"&gt;tentang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;terfokus&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;hampir&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;secara eksklusif pada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;toxicants&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kimia&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;hubungannya dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kanker&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penyakit&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lainnya&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Sekarang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;definisi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;jauh lebih&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;luas&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;peneliti&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sedang mempelajari&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;efek&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;manusia&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;fisik&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan sosial&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mencakup&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masalah-masalah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang berkaitan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pembangunan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;perkotaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pedesaan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;penggunaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lahan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang tepat&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;penggunaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pestisida&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;sistem&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;transportasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;publik&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;industri&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;development. Perubahan ini&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tercermin&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;US Department of&lt;/span&gt; &lt;span class="hpsatn"&gt;(&lt;/span&gt;DHHS) &lt;span class="hps"&gt;Kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Layanan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Manusia&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Sehat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;201012&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Orang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;definisi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;saat ini&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;span class="hps"&gt;Dalam arti luas&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;meliputi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;aspek-aspek&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan manusia&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;penyakit&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;cedera&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ditentukan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dipengaruhi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;faktor-faktor&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;di lingkungan&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Hal ini&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tidak hanya mencakup&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;studi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tentang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;efek&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;patologis&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;langsung&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;berbagai reaksi kimia&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;fisik&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;agen&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;biologis&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;tetapi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dampak terhadap&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;fisik dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sosial&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang luas&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;meliputi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;perumahan&lt;/span&gt;, pembangunan &lt;span class="hps"&gt;perkotaan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;penggunaan lahan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;transportasi&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;industri&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pertanian&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span class="hps"&gt;Dengan demikian&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;definisi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang lebih luas&lt;/span&gt; &lt;span class="hpsatn"&gt;"&lt;/span&gt;kesehatan lingkungan" &lt;span class="hps"&gt;mencakup&lt;/span&gt; &lt;span class="hpsatn"&gt;"&lt;/span&gt;lingkungan binaan" &lt;span class="hps"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkup&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menyediakan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;konteks&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bagi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;di masa depan&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;PEMBANGUNAN LINGKUNGAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="hps"&gt;DAN&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;KESEHATAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Penelitian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="hps"&gt;tentang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;hubungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;antara&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dibangun&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sebagian besar&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;berfokus&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;perumahan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;transportasi&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;karakteristik&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Upaya&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menunjukkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bahwa beban&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penyakit&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dibangun telah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lebih besar&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;strata&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sosial ekonomi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;rendah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;populasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;minoritas.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Perumahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span class="hps"&gt;Hubungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;antara&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;perumahan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kurang lancar&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lama&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;diakui&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Namun&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;hanya&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;baru-baru ini&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;memiliki&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bukti yang semakin kuat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;muncul&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menunjukkan bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;fisik&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masalah kesehatan mental&lt;/span&gt;&lt;span class="atn"&gt;-&lt;/span&gt;kecemasan, &lt;span class="hps"&gt;depresi&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;gangguan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;perhatian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;defisit&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;penyalahgunaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;zat&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;perilaku&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;agresif&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;asma&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;penyakit&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;jantung&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;obesitas&lt;/span&gt;&lt;span class="atn"&gt;-&lt;/span&gt;berhubungan &lt;span class="hps"&gt;dengan lingkungan binaan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;terutama&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;perencanaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kota&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang buruk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tidak memadai&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sebagai tempat tinggal.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Lingkungan pemukiman yang kumuh &lt;/span&gt;mungkin &lt;span class="hps"&gt;merupakan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;stressor&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mempengaruhi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;system,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kekebalan tubuh manusia&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;Perumahan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;rusak&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;di antara&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;orang miskin&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;membuat mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tidak proporsional&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;memimpin&lt;/span&gt;, &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;span class="hps"&gt;hama&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, &lt;span class="hps"&gt;polusi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;udara&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;kontaminasi&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lebih besar&lt;/span&gt; resiko &lt;span class="hps"&gt;social.&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Penyakit yang disebabkan serangga dan binatang pengerat lain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="hps"&gt;meningkat ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bangunan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tersebut&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;rusak&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Transportasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Saat ini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="hps"&gt;warga&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;memiliki&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ketergantungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lebih besar&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kendaraan yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;membakar&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bahan bakar&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;fosil&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kebutuhan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;transportasi&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Peningkatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kendaraan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang digunakan menyumbang&lt;/span&gt; polutan &lt;span class="hps"&gt;ke udara yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;berdampak&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;negatif&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;.Dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;luas&lt;/span&gt;kendaraan &lt;span class="hps"&gt;mencemari&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;suasana&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ozon&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tanah&lt;/span&gt;&lt;span class="atn"&gt;-&lt;/span&gt;tingkat &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;partikel&lt;/span&gt;, berkontribusi terhadap &lt;span class="hps"&gt;masalah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;manusia&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;seperti&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;paru-paru. Manusia adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang paling terpengaruh oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;polusi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;udara&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;termasuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;orang dewasa&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penyakit&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pernapasan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;anak&lt;/span&gt; dan Manula &lt;span class="hps"&gt;terutama&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;asma&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dengan perawatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang tidak memadai&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bahkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang sehat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bekerja&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;olahraga&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;di area terbuka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="hps"&gt;Tinggi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ketergantungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kendaraan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bermotor&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mengakibatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;peningkatan&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;span class="hps"&gt;kemacetan dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;cedera&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pejalan kaki&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bahkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kematian. Kurangnya&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;trotoar&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang aman&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;di daerah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;perkotaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;berkembang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mengakibatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pengurangan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;jumlah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;anak&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;berjalan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bersepeda&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ke&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sekolah.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menunjukkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;perencanaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;perkotaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang buruk&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;termasuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kurangnya&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;jalur&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sepeda&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;trotoar&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;telah memberikan kontribusi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;span class="hps"&gt;gaya&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="hps"&gt; hidup yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;semakin&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;buruk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;anak-anak&lt;/span&gt;.&lt;span class="hps"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span lang="ES" style="font-size: 10pt;"&gt;Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="shorttext"&gt;&lt;span lang="ES" style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span lang="ES" style="font-size: 10pt;"&gt;Terpencil&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="shorttext"&gt;&lt;span lang="ES" style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span lang="ES" style="font-size: 10pt;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="shorttext"&gt;&lt;span lang="ES" style="font-size: 10pt;"&gt; gaya hidup &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span lang="ES" style="font-size: 10pt;"&gt;menetap&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="shorttext"&gt;&lt;span lang="ES" style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span lang="ES" style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span lang="ES" style="font-size: 10pt;"&gt;bukti&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES" style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="hps"&gt;menunjukkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sosial,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ekonomi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;konsekuensi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mengisolasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;hidup menetap meningkat. Sayangnya,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;fisik dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sosial&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;membangun&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;perkotaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mempromosikan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;isolation.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Tingginya menonton&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;televisi&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;peningkatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penggunaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;komputer&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;kekhawatiran&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tentang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kejahatan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;sedikit&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kontak&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tetangga&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;isolasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;geografis&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menciptakan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;komunitas&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;interconnected.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Isolasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dapat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mengakibatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kurangnya&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;jaringan sosial&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan modal&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sosial&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;berkurang&lt;/span&gt;,&amp;nbsp; &lt;span class="hps"&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dapat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;berkontribusi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;obesitas&lt;/span&gt;, penyakit &lt;span class="hps"&gt;jantung&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;masalah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan mental&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;meningkatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tingkat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kematian&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Orang-orang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tinggal&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;komunitas&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;terisolasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tersebut&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sering tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dapat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mengubah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;efek&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;atau berurusan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;krisis&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tantangan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Studi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menunjukkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pengurangan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masa kanak-kanak&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;remaja&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;obesitas&lt;/span&gt;, misalnya, &lt;span class="hps"&gt;melalui&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;berbagai&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;intervensi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;program&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pencegahan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menghasilkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;benefits&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ekonomi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;jangka&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;panjang&lt;/span&gt;.&lt;span class="hps"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Disparitas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="shorttext"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Kesehatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="hps"&gt;mengeksplorasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dampak&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dibangun di atas&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menunjukkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;beban&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penyakit&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lebih besar&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;antara&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;minoritas&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lowincome&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;communities.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;status&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sosial ekonomi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;rendah&lt;/span&gt;&lt;span class="atn"&gt;-&lt;/span&gt;biasanya &lt;span class="hps"&gt;memiliki akses&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;terbatas&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;persediaan perumahan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kualitas&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tinggal&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;memfasilitasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kegiatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;luar atau&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menyediakan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;banyak&lt;/span&gt; pilihan &lt;span class="hps"&gt;makanan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sehat&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;ketidakadilan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pembangunan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pemeliharaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;perumahan&lt;/span&gt; atau pemukiman, &lt;span class="hps"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mengakibatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;perumahan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tidak mencukupi&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;perumahan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;berkualitas&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;buruk&lt;/span&gt;, penuh sesak, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tingkat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kepadatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penduduk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang lebih tinggi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;problem kesehatan. Akibatnya&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;masyarakat ini&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mungkin&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mengalami&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tingkat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang lebih besar&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dari penyakit&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pernafasan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;gangguan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;perkembangan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;obesitas&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;penyakit&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kronis&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penyakit&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mental&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="hps"&gt;Selain itu&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;telah membuktikan secara konsisten&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;hubungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;antara&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;fisik&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;memburuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan tingginya tingkat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kejahatan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;membuat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kurang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;aman&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;berjalan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dalam beberapa kasus&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mengakibatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;isolation.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Memahami&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;hubungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;antara&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ketimpangan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sosial ekonomi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sangat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penting&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk mengurangi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;eksposur&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;terhadap bahaya&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;serta&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesenjangan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;di bidang kesehatan&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;BERKELANJUTAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="shorttext"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;MASYARAKAT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sementara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="hps"&gt;beberapa penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menunjukkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dampak&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;negatif&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan binaan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sangat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;terbatas pada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;manfaat kesehatan dari&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mempromosikan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat yang berkelanjutan&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Presiden&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Dewan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pada tahun 1993&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menawarkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;definisi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bekerja&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat yang berkelanjutan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sebagai&lt;/span&gt; &lt;span class="hpsatn"&gt;"&lt;/span&gt;masyarakat &lt;span class="hps"&gt;yang sehat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mana&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sumber daya&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;alam&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kuno yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;diawetkan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;pekerjaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang tersedia&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;gepeng&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;terkandung&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;aman&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;pendidikan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;seumur hidup&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;transportasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;perawatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dapat diakses&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;semua&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;warga negara&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;memiliki&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesempatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;meningkatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kualitas&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;hidup&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="hpsatn"&gt;"&lt;/span&gt;menunjukkan. &lt;span class="hps"&gt;Penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;jarang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat yang berkelanjutan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;perencanaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;diperlukan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menciptakan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kondusif untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mental&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;fisik&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesejahteraan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;manusia&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;serta&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;Studi ini&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;berpendapat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;manfaat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;datang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ke dalam kontak&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;alam&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;merekomendasikan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kedua&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penciptaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ruang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;hijau&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan penggunaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;construction sadar lingkungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="hps"&gt;Beberapa berpendapat bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;urban sprawl&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menciptakan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lebih banyak&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;jalan raya&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;sehingga&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menyebabkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;polusi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;udara&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang lebih besar&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;perluasan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;daerah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;perkotaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;gepeng&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;resultan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;pertanian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;telah menjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lebih&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tergantung pada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penggunaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pestisida&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mekanisme&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang dapat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menghasilkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;jumlah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang lebih besar&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;makanan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;daerah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang lebih kecil&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Semua&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;memiliki&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dampak&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;melemahkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;manusia&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dengan demikian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;, &lt;span class="hps"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;rekomendasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mengembangkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;infrastruktur&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;hijau&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk mengatasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dampak&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ekologi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan sosial&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dampaknya&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;terhadap&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Contoh&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;prinsip-prinsip&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;di balik&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menggabungkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ruang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;hijau&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;konstruksi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sadar lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan binaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;termasuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menggunakan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sinar matahari masuk&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;kolektor&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;surya&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;pendingin&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pasif&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tidak beracun&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bahan&lt;/span&gt;; &lt;span class="hps"&gt;pemanenan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;air hujan&lt;/span&gt;; &lt;span class="hps"&gt;menginstal&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;beroperasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hpsatn"&gt;(&lt;/span&gt;dapat dibuka) &lt;span class="hps"&gt;windows&lt;/span&gt;; &lt;span class="hps"&gt;pejalan kaki&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;membuat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sepeda&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;hijau&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;struktur&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bangunan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mengisi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tanaman&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;cahaya,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;air&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;udara&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;alami&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Studi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menunjukkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;manfaat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kerja&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menggunakan beberapa&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;semua&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;prinsip&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;desain&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;melalui&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menurunkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;stres&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;di tempat kerja&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ketidakhadiran&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;karyawan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;meningkatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;melestarikan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tanah&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;mengurangi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pemborosan energi&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mengurangi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pengeluaran&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;memiliki&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;energi yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lebih rendah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pemeliharaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;costs.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;berpendapat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;jenis&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat yang berkelanjutan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mungkin&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dalam jangka&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;panjang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tercipta perekonomian yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sehat&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;MENGHADAPI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="shorttext"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;TANTANGAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Saat ini penelitian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="hps"&gt;tentang hubungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;antara&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;desain&lt;/span&gt; &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;span class="hps"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penyakit&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;manusia&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tidak meyakinkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;membutuhkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;eksplorasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lebih lanjut&lt;/span&gt;. &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;span class="hps"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;span class="hps"&gt;penelitian terbatas pada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;langkah-langkah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;metode&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk mengkuantifikasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;manfaat kesehatan dari&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;perencanaan&lt;/span&gt; &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;span class="hps"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;span class="hps"&gt;diperbaiki,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;termasuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pemeriksaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kebijakan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penggunaan lahan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang dapat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mendukung&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;berkelanjutan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;nonpolluting&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pertanian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;industri&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;systems. Untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mengatasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;beberapa&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesenjangan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;National&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Institute&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;of&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Environmental&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Ilmu Kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hpsatn"&gt;(&lt;/span&gt;NIEHS) &lt;span class="hps"&gt;menyelenggarakan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;konferensi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang disebut&lt;/span&gt; &lt;span class="hpsatn"&gt;"&lt;/span&gt;Komunitas &lt;span class="hps"&gt;Lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Sehat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Dibangun&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;Rumah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Sehat&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;Masyarakat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Sehat&lt;/span&gt;: &lt;span class="hps"&gt;Multilevel&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;Penelitian&lt;/span&gt; Pendekatan &lt;span class="hps"&gt;Interdisipliner&lt;/span&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sebagai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="hps"&gt;tujuannya&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;konferensi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;berusaha&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menggambarkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bidang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk lebih&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;memahami&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;hubungan antara&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penyakit&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tertentu&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tantangan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan binaan&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Sebuah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;spektrum yang luas dari&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;peserta&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang mewakili&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;organisasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat, negara,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;departemen&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;setempat&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;peneliti&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;akademis&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;badan-badan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;federal&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;berpartisipasi&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Mereka membahas&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;keadaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ilmu pengetahuan dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;arah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masa depan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dieksplorasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;melakukan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dibangun&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Pembicara&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dijelaskan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;saat ini dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;memeriksa&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;koneksi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;antara&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dibangun&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;manusia&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tantangan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dibahas&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mengembangkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat yang berkelanjutan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;berusaha&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menyeimbangkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;infrastruktur&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sosial&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;ekonomi&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;budaya&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ekologi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;manusia&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pembangunan&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Para peserta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="hps"&gt;konferensi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;berasal&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;rekomendasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;utama&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;literatur&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;saat ini&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menemukan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesenjangan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dalam literatur&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat yang berkelanjutan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menemukan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ia berfokus&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;terutama&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;efek&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang merugikan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan binaan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;fokus&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang sangat sedikit pada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dampak kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;positif&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang berkelanjutan&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Untuk mendorong&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penelitian di&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bidang ini&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;rekomendasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;utama&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pertemuan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tersebut&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;meliputi&lt;/span&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;- Mengembangkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="hps"&gt;langkah yang efektif dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;indikator&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bagi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang berkelanjutan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;- &lt;span class="hps"&gt;Melakukan penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;multidisiplin&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tentang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dampak&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;positif&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat yang berkelanjutan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;terencana&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;- &lt;span class="hps"&gt;Menilai&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;manfaat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang efisien energi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;alternatif&lt;/span&gt; &lt;span class="hpsatn"&gt;(&lt;/span&gt;untuk &lt;span class="hps"&gt;transportasi&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;pertanian&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;arsitektur&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;desain&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan sebagainya&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;- &lt;span class="hps"&gt;Mengembangkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;model&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;memasukkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;biaya&lt;/span&gt;&lt;span class="atn"&gt;-&lt;/span&gt;efektifitas ketika &lt;span class="hps"&gt;mengadopsi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;teknologi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang berkelanjutan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;- &lt;span class="hps"&gt;Ciptakan program koordinasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;antara&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lembaga-lembaga&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;federal&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;nonfederal&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang membahas&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tentang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan binaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span class="hps"&gt;Mendorong&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;program&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;multidisiplin&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pelatihan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;di dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lembaga&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pemerintah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;nonpemerintah&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;- &lt;span class="hps"&gt;Meningkatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;komunikasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;strategi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kemitraan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;antara&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;berbagai pihak&lt;/span&gt;, terutama &lt;span class="hps"&gt;mendorong&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;partisipasi masyarakat dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;upaya&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penelitian&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;- &lt;span class="hps"&gt;Mengembangkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;teknik&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bertingkat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pengukuran&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;model&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;longitudinal&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;analisis&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menilai&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dampak&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang dibangun&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat yang berkelanjutan&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Langkah-langkah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;model&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;harus&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;account&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;individu,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;komunitas&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;variabel&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sistemik&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;termasuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;faktor&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;biologis&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;faktor&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sosial ekonomi&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;variabel&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;fisik&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;- &lt;span class="hps"&gt;Mengidentifikasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;faktor-faktor&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan variabel&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;memediasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;moderat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;efek&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dibangun&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;Metode&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;studi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;- &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;saluran&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menerjemahkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;temuan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ke dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kebijakan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ke&lt;/span&gt;&lt;span class="atn"&gt;-&lt;/span&gt;komunitas &lt;span class="hpsatn"&gt;at-&lt;/span&gt;besar &lt;span class="hps"&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;meningkatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;STRATEGI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="shorttext"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;UNTUK&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="shorttext"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;PELAKSANAAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Lingkungan binaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="hps"&gt;menimbulkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;banyak&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tantangan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang kompleks&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;melibatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;fisik dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sosial&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Meskipun&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menunjukkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penyakit kronis&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;abad&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ke-20&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;seperti&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penyakit&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;jantung&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;obesitas&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;asma&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lain-lain&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dipengaruhi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;oleh bagaimana&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;merancang,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;membangun&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mempertahankan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kita&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;banyak komunitas&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;perencana&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masih&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sepenuhnya&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;memahami&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;konsekuensi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;faktor&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Ini&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sebagian berasal&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;jarang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mengenai&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;manfaat kesehatan dari&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat yang berkelanjutan&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Menciptakan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sadar akan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masalah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mungkin&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;memerlukan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kemitraan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kolaborasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;antara&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pembuat kebijakan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;pemerintah,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;peneliti&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;masyarakat&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;spesialis&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;perspektif&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;interdisipliner&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Kesadaran akan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="hps"&gt;konsekuensi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tidak hanya memerlukan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kemitraan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kolaboratif&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tetapi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penerapan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pendekatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penelitian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;multidisiplin&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;seperti&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;studi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mencakup&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;peneliti&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;profesional&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;arsitek&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;kontraktor&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;perencana&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pejabat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;transportasi&lt;/span&gt;. &lt;span class="hps"&gt;Koalisi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;multidisiplin&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tersebut&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lebih&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;siap untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mengembangkan indikator-indikator&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan ukuran&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat yang berkelanjutan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menjelaskan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;hubungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesehatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;koalisi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mungkin&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lebih&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;siap untuk&lt;/span&gt;: &lt;span class="hpsatn"&gt;(&lt;/span&gt;1) &lt;span class="hps"&gt;menentukan apa&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang merupakan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lingkungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang aman&lt;/span&gt;, &lt;span class="hpsatn"&gt;(&lt;/span&gt;2) &lt;span class="hps"&gt;menentukan apa&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang merupakan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;perumahan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;aman&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;terjangkau&lt;/span&gt;, &lt;span class="hpsatn"&gt;(&lt;/span&gt;3) &lt;span class="hps"&gt;memberikan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ruang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;hijau&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bagi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menikmati&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tempat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tinggal dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bekerja&lt;/span&gt;, &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hpsatn"&gt;(&lt;/span&gt;4) &lt;span class="hps"&gt;memikirkan kembali&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mode&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;transportasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan perjalanan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tempat ke tempat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lain&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/875828441344222174-286904461545097217?l=haklibondowoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/feeds/286904461545097217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2010/12/menciptakan-masyarakat-sehat-rumah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/286904461545097217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/286904461545097217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2010/12/menciptakan-masyarakat-sehat-rumah.html' title='Menciptakan Masyarakat Sehat, Rumah Sehat, Masyarakat Sehat: Memulai Agenda Penelitian tentang Lingkungan Dibangun dan Kesehatan Masyarakat'/><author><name>indraculla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02698799200599936212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-875828441344222174.post-7858459346025860241</id><published>2010-09-22T18:06:00.000-07:00</published><updated>2010-09-22T18:06:33.473-07:00</updated><title type='text'>Lebaran Datang, Sampah Bertebaran</title><content type='html'>&lt;a href="http://sanitasi.or.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=410%3Alebaran-datang-sampah-bertebaran&amp;amp;catid=55%3Aberita&amp;amp;Itemid=125"&gt;Lebaran Datang, Sampah Bertebaran&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/875828441344222174-7858459346025860241?l=haklibondowoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sanitasi.or.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=410%3Alebaran-datang-sampah-bertebaran&amp;catid=55%3Aberita&amp;Itemid=125' title='Lebaran Datang, Sampah Bertebaran'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/feeds/7858459346025860241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2010/09/lebaran-datang-sampah-bertebaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/7858459346025860241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/7858459346025860241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2010/09/lebaran-datang-sampah-bertebaran.html' title='Lebaran Datang, Sampah Bertebaran'/><author><name>indraculla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02698799200599936212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-875828441344222174.post-939485415456867069</id><published>2010-09-22T18:04:00.000-07:00</published><updated>2010-09-22T18:04:15.769-07:00</updated><title type='text'>Ketika 'Toilet Bersih' Jadi Isu Mudik</title><content type='html'>&lt;a href="http://sanitasi.or.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=419%3Aketika-toilet-bersih-jadi-isu-seksi-mudik-lebaran&amp;amp;catid=55%3Aberita&amp;amp;Itemid=125"&gt;Ketika 'Toilet Bersih' Jadi Isu Mudik&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/875828441344222174-939485415456867069?l=haklibondowoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sanitasi.or.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=419%3Aketika-toilet-bersih-jadi-isu-seksi-mudik-lebaran&amp;catid=55%3Aberita&amp;Itemid=125' title='Ketika &apos;Toilet Bersih&apos; Jadi Isu Mudik'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/feeds/939485415456867069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2010/09/ketika-toilet-bersih-jadi-isu-mudik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/939485415456867069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/939485415456867069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2010/09/ketika-toilet-bersih-jadi-isu-mudik.html' title='Ketika &apos;Toilet Bersih&apos; Jadi Isu Mudik'/><author><name>indraculla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02698799200599936212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-875828441344222174.post-7090319967586195648</id><published>2010-08-08T23:20:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T01:14:33.309-07:00</updated><title type='text'>PROFIL DINAS KESEHATAN KAB. BONDOWOSO Th. 2009</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembangunan kesehatan merupakan modal utama pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Pembangunan kesehatan di Kabupaten Bondowoso dalam mewujudkan masyarakat yang berkualitas, berdaya saing, aman, tertib dan sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam mewujudkan tujuan tersebut dilakukan berbagai upaya yaitu melalui peningkatan pelayanan kesehatan yang merata dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat, peningkatan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat serta lingkungan yang berada disekitarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agar merata dan terjangkau oleh masyarakat, pelayanan kesehatan dasar dilaksanakan secara terpadu melalui Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Posyandu, Polindes serta pelayanan kesehatan rujukan melalui Rumah Sakit. Adapun kondisi sarana pelayanan kesehatan tahun 2008 yaitu terdapat 25 Puskesmas, 63 Puskesmas Pembantu, 157 Polindes, 1.030 Posyandu, 25 unit Puskesmas Keliling, 1 unit mobil tanki air, 1 unit Kendaraan Bencana, 1 unit mobil operasional Gudang Farmasi Kabupaten dan 1 unit Puskesmas Keliling Demam Berdarah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kondisi kesehatan masyarakat berkaitan dengan adanya penyakit menular masih diperlukan adanya kewaspadaan dini untuk mencegah adanya Kejadian Luar Biasa (KLB). Berkaitan dengan adanya penyakit menular adalah perilaku dan lingkungan yang tidak baik karena perilaku hidup bersih dan sehat belum membudaya di masyarakat. Untuk itu kampanye PHBS perlu ditingkatkan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perubahan perilaku sebagai hasil kampanye PHBS perlu diikuti dengan peningkatan sanitasi dan lingkungan, pengawasan kualitas air dan lingkungan, penyehatan tempat-tempat umum dan makanan serta minuman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mengukur keberhasilan program / kegiatan kesehatan tersebut diperlukan indikator antara lain indikator kinerja dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan. Untuk indikator kinerja SPM bidang kesehatan sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI             Nomor 828/MENKES/SK/IX/2008 terdiri dari 18 indikator.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu sarana yang dapat digunakan untuk melaporkan hasil pemantauan terhadap pencapaian Kabupaten Bondowoso Sehat dan hasilkinerja dari penyelenggaraan pelayanan minimal adalah Profil Kesehatan , dengan demikian dapat dikatakan bahwa Profil Kesehatan ini pada intinya berisi berbagai data / informasi yang menggambarkan tingkat pencapaian Kabupaten dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan sesuai dengan SPM bidang kesehatan. Untuk itu perlu disusun Profil Kesehatan Kabupaten tahun 2009, dengan sistematika penyajian :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;BAB I : Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II : Gambaran Umum Kabupaten Bondowoso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III : Situasi Derajat Kesehatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV : Situasi Upaya Kesehatan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V : Situasi Sumber Daya Kesehatan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VI : Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BAB II&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;GAMBARAN UMUM &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;KABUPATEN BONDOWOSO&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;A. Kondisi Geografi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A. Geografis : Antara 7"50'10"-7"56'41" LS&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Antara 113"48'10"-113"48'26" BT&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketingggian rata-rata&amp;nbsp; 253 m dpal&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;B. Batas Wilayah  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Utara : Kabupaten Situbondo&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selatan : Kabupaten Jember &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Timur : Kabupaten Banyuwangi &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Barat : Kabupaten Situbondo&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;C. Luas Wilayah : 1.560,10 Km²&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;D. Wilayah Administrasi Pemerintahan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kecamatan : 23 kecamatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Desa/Kelurahan : 220 desa/kelurahan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber Data : BPS Kabupaten Bondowoso Tahun 2009&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kondisi dataran di Kabupaten Bondowoso terdiri dari pegunungan dan perbukitan seluas 44,4%, dataran tinggi 24,9% dan dataran rendah 30,7% dari luas wilayah secara keseluruhan. Pegunungan yang ada adalah pegunungan Ijen yang terletak di bagian timur dan pegunungan Argopuro di sebelah barat. Sementara itu ada beberapa sungai yang mengaliri Kabupaten Bondowoso yaitu :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;- Sungai Deluang   : 30 km&lt;br /&gt;- Sungai Sampeyan  : 61 km&lt;br /&gt;- Sungai Mayang   : 56 km&lt;br /&gt;- Sungai Bedadung  : 70 km&lt;br /&gt;- Sungai Mrawan   : 32 km&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B. Kondisi Demografi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jumlah penduduk Kabupaten Bondowoso tahun 2009 adalah 737.807 jiwa yang terdiri dari 361.327 jiwa laki-laki dan 376.480 jiwa perempuan. Kepadatan penduduk di Kabupaten Bondowoso tahun 2009 sebesar 473 jiwa/km2. Diantara 23 kecamatan yang ada di Kabupaten Bondowoso, kecamatan Bondowoso mempunyai jumlah penduduk paling banyak yaitu sebesar 73.870 jiwa dengan kepadatan penduduk 3.447 jiwa/km2. Sementara itu kecamatan yang penduduknya paling sedikit adalah kecamatan Sempol dengan jumlah penduduk sebesar 11.343 jiwa, dengan kepadatan 52 jiwa/km2.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkembangan Jumlah Penduduk, Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk di Kabupaten Bondowoso tahun 2007 – 2009&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-tGKYaIlI/AAAAAAAAAMU/o7eF4SNhuXc/s1600/blog3.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="152" src="http://4.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-tGKYaIlI/AAAAAAAAAMU/o7eF4SNhuXc/s400/blog3.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-tX9sg3dI/AAAAAAAAAMc/g093KIzkfM8/s1600/blog4.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="340" src="http://1.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-tX9sg3dI/AAAAAAAAAMc/g093KIzkfM8/s400/blog4.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Data : BPS Kabupaten Bondowoso Tahun 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-sbGjvJJI/AAAAAAAAAME/305Nf59XpPQ/s1600/blog1.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-sbGjvJJI/AAAAAAAAAME/305Nf59XpPQ/s320/blog1.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-szBrGB0I/AAAAAAAAAMM/FAqNKaBSbAY/s1600/blog2.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-szBrGB0I/AAAAAAAAAMM/FAqNKaBSbAY/s320/blog2.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;C. Kondisi Sosial Ekonomi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Keadaan Pendidikan&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil Sensus penduduk tahun 2000, penduduk Kabupaten Bondowoso (usia 5 tahun ke atas) :&lt;br /&gt;- Tidak tamat/belum tamat SD  : 354.208 jiwa (50,2%)&lt;br /&gt;- Tamat SD     : 198.458 jiwa (28,1%)&lt;br /&gt;- Tamat SLTP     : 40.596 jiwa (5,8%)&lt;br /&gt;- Tamat SLTA     : 34.293 jiwa (4,9%)&lt;br /&gt;- Tamat Akademi/Perguruan Tinggi : 6.029 jiwa (0,9%)&lt;br /&gt;2. Keadaan Sosial Ekonomi Penduduk &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian besar penduduk Kabupaten Bondowoso adalah petani. Sedangkan industri yang ada di Kabupaten Bondowoso terdiri dari industri kecil baik dari sektor usaha makanan dan minuman, sandang pangan dan kulit, bahan bangunan dan kimia serta dari sektor pelayanan jasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 2009, jumlah keluarga miskin (KK miskin) di Kabupaten Bondowoso adalah 442.247 jiwa. Jumlah ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2008 yaitu sebesar 453.018 jiwa. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;D. Struktur Organisasi Dinas Kesehatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedudukan Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso dipimpin oleh seorang Kepala Dinas dan berada dibawah serta bertanggung jawab kepada Bupati dan secara teknis fungsional dibina oleh Departemen Kesehatan. Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tugasnya berada dibawah koordinasi administrasi Sekretaris Daerah. Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso mempunyai tugas melaksanakan kewenangan desentralisasi dan tugas dekonsentrasi di bidang kesehatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Susunan Organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso berdasarkan Perda Kabupaten Bondowoso No 4 Tahun 2008&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BAB III&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;SITUASI DERAJAT KESEHATAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A. Derajat Kesehatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Umur Harapan Hidup&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umur Harapan Hidup penduduk Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Penduduk laki-laki memiliki umur harapan hidup yang lebih rendah daripada penduduk perempuan. Berdasarkan Sensus Penduduk 2000 Umur Harapan Hidup penduduk Indonesia mencapai 67,97 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan menurut Susenas  tahun 2006 Umur Harapan Hidup di Propinsi Jawa Timur adalah 68,25 tahun dan di Kabupaten Bondowoso adalah 61,89 tahun. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umur harapan hidup yang mengalami peningkatan, secara tidak langsung memberi gambaran tentang adanya kemungkinan peningkatan kualitas hidup dan kesehatan penduduk Indonesia, sehingga diharapkan akan dapat menurunkan angka kematian.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;2. Mortalitas&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jumlah lahir hidup sebanyak 10.255 bayi dan jumlah lahir mati sebanyak 159 bayi. Sedangkan jumlah kematian bayi              usia 0 - &amp;lt; 1 tahun sebanyak 213 bayi, kematian balita sebanyak 15 balita dan kematian ibu maternal 21 orang (penyebab langsung 9 orang dan penyebab tak langsung 12 orang).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;3. Morbiditas&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Angka Kesakitan Demam Berdarah (DBD) per 100.000 penduduk&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyakit demam berdarah, sampai saat ini masih merupakan penyakit yang perlu mendapat perhatian, karena daerah penyebarannya yang luas dan menyerang semua golongan umur serta sering muncul sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).. Siklus puncak kejadian DBD yaitu 4 – 5 tahunan. Jumlah penderita DBD tahun 2009 di Kabupaten Bondowoso sebanyak  292 kasus&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-t6RQZkQI/AAAAAAAAAMk/eNqTd_So4vc/s1600/blog5.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-t6RQZkQI/AAAAAAAAAMk/eNqTd_So4vc/s320/blog5.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Persentase Kesembuhan TB Paru&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Indonesia merupakan negara dengan kasus TB paru terbesar ke-3 di dunia (menurut WHO). Berdasarkan laporan tribulan TB Paru, jumlah penderita TB Paru positif (+) di Kabupaten Bondowoso tahun 2009 adalah 613 penderita dan semuanya telah diobati dan yang telah sembuh pada tahun 2009 sebanyak 501 penderita (85,06%). Kesembuhan penderita TB Paru ini sangat ditentukan oleh ketaatan penderita dalam meminum obat TB Paru.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-uHoD2kNI/AAAAAAAAAMs/NSMvIQpgY4g/s1600/blog6.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-uHoD2kNI/AAAAAAAAAMs/NSMvIQpgY4g/s320/blog6.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Persentase penderita HIV/AIDS terhadap penduduk beresiko&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit pandemi pada semua kawasan, dalam beberapa tahun ini penyakit HIV/AIDS menunjukkan adanya peningkatan yang mengkhawatirkan. Kejadian kasus HIV/AIDS di Kabupaten Bondowoso pada tahun 2009 sebanyak 15 kasus/penderita dan ditangani semua.&lt;/div&gt;d. Angka Acute Flaccid Paralysis (AFP) pada anak usia 15 tahun per 100.000 penduduk usia &amp;lt; 15 tahun&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Indikator untuk menilai keberhasilan program eradikasi polio adalah kejadian kasus AFP. Kejadian kasus AFP di Kabupaten Bondowoso pada tahun 2009 sebanyak 10 kasus. Angka kesakitan AFP di Kabupaten Bondowoso pada tahun 2009 sebesar 5,89 (jumlah penduduk usia &amp;lt;15 tahun di Kabupaten Bondowoso sebanyak 169.700 jiwa). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;4. Status Gizi&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Status gizi seseorang erat kaitannya dengan kesehatan  secara umum, karena status gizi merupakan faktor predisposisi yang dapat memperparah penyakit infeksi. Selain itu juga dapat menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 2009 jumlah bayi lahir hidup sebanyak 10.623 bayi. Dari jumlah tersebut jumlah bayi lahir dengan kondisi berat badan lahir rendah sebanyak 326 bayi  (3.07%) &lt;/div&gt;&lt;span id="goog_676316310"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_676316311"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-u_zOU9EI/AAAAAAAAAM8/4WvQZ2Tq1j8/s1600/blog7.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-u_zOU9EI/AAAAAAAAAM8/4WvQZ2Tq1j8/s320/blog7.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;b. Balita dengan gizi buruk&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 2009, balita dengan gizi buruk sebanyak 374 balita dan semuanya mendapat perawatan. Sedangkan dari 23 kecamatan di Kabupaten Bondowoso pada tahun 2009 semua dikategorikan bebas rawan gizi.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;c. Prevalensi anemia gizi&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Angka prevalensi anemia gizi di Kabupaten Bondowoso pada tahun 2009 belum diketahui, karena tidak ada survei anemia gizi. Sedangkan untuk pemberian Fe-3 pada ibu hamil sebanyak  10.098 ibu hamil atau 86,63% (dengan jumlah ibu hamil seluruhnya 11.656)&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB IV&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;SITUASI UPAYA KESEHATAN&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.   Visi  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Visi pembangunan kesehatan Kabupaten Bondowoso adalah sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Masyarakat Bondowoso Yang Mandiri Untuk Hidup Sehat”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2. Misi &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Misi pembangunan kesehatan di Kabupaten Bondowoso adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbagai sektor pembangunan harus memasukkan pertimbangan kesehatan dalam semua kebijakan pembangunannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesehatan merupakan tanggung jawab bersama setiap individu, masyarakat, pemerintah dan swasta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu tanggung jawab sektor kesehatan adalah menjamin tersedianya pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau oleh masyarakat. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap penduduk selalu terjamin pemeliharaan kesehatannya dan hidup dalam lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3. Perilaku Masyarakat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Indikator pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh masyarakat dapat dilihat dari kunjungan masyarakat ke sarana pelayanan kesehatan yang ada di daerah tersebut. Pada tahun 2009, jumlah kunjungan rawat jalan di Puskesmas 506.604 orang, sedangkan rawat inap sebanyak 60.302 orang (penduduk Kabupaten Bondowoso tahun 2009 sebanyak 737.807 jiwa) .  Sedangkan kunjungan rawat jalan di Rumah Sakit Umum Dr. H. Koesnadi Bondowoso pada tahun 2009 sebanyak 58.343 orang dan rawat inap sebanyak 40.793 orang . Kunjungan rawat jalan di Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso pada tahun 2009 sebanyak 9.852 orang dan rawat inap sebanyak 7.257 orang . Ini berarti tingkat pemanfaatan Puskesmas oleh penduduk Kabupaten Bondowoso , terutama rawat jalan tergolong tinggi, yaitu 78% penduduk Kabupaten Bondowoso memanfaatkan Puskesmas dan RS.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Pengembangan UKBM&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Indikator peran serta aktif masyarakat dalam pengembangan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yaitu adanya Posyandu di desa/kelurahan serta adanya Desa Siaga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 2009, jumlah Posyandu yang ada di Kabupaten Bondowoso sebanyak 1.030 Posyandu. Dari jumlah tersebut, Posyandu dengan strata purnama dan mandiri sebanyak 389 Posyandu (37,77%) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Desa Siaga pada tahun 2009 sebanyak 218 desa. Dari jumlah tersebut 182 desa adalah Desa Siaga Tumbuh (83,49%) dan 36 desa adalah Desa Siaga Kembang (16,51%).&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-vejRDYUI/AAAAAAAAANU/mu7gIQgmNuI/s1600/blog8.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-vejRDYUI/AAAAAAAAANU/mu7gIQgmNuI/s320/blog8.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-vaH4Y4zI/AAAAAAAAANM/wQwZNUpIpLg/s1600/blog9.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-vaH4Y4zI/AAAAAAAAANM/wQwZNUpIpLg/s320/blog9.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4.   Keadaan Lingkungan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Keluarga yang memiliki akses air bersih&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penduduk Kabupaten yang memiliki akses air bersih pada tahun 2009 sebanyak 100%. Sumber air terbanyak yang digunakan penduduk Kabupaten Bondowoso adalah sumber air lainnya sebanyak 139.732 keluarga atau 39,17% &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Keluarga yang mengelola sampah dengan baik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keluarga yang mengelola sampah dengan baik, dalam arti sederhana adalah keluarga tersebut memiliki tempat untuk membuang sampah dengan baik, tidak dibiarkan begitu saja. Dari keluarga yang diperiksa sebanyak 28.015 keluarga, hanya 48,60% (13.616 keluarga) yang telah memiliki sarana pembuangan sampah yang sehat.   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Keluarga yang mengelola limbahnya dengan aman&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sarana pembuangan air limbah (SPAL) merupakan salah satu persyaratan dari rumah sehat. SPAL yang baik adalah tertutup, tetapi meskipun SPAL terbuka jika dijaga kebersihannya, maka juga tergolong SPAL yang baik/aman. Dari keluarga yang diperiksa SPAL-nya (25.829 keluarga), yang memiliki SPAL  yang sehat hanya 87,52 % (15.725 keluarga).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;5. Hasil Kegiatan Pelayanan Kesehatan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1).  Pelayanan Antenatal&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persentase Ibu hamil yang mendapatkan pelayanan K-4&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk melihat akses dan cakupan pelayanan kesehatan ibu, standar yang digunakan ukuran adalah K-4 ibu hamil. Cakupan K-4 di Kabupaten Bondowoso pada tahun 2009, berdasarkan LB3 KIA sebesar 86,21%.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-wTOQ4CkI/AAAAAAAAANc/cWqs--8uzjk/s1600/blog10.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-wTOQ4CkI/AAAAAAAAANc/cWqs--8uzjk/s320/blog10.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;2).  Pelayanan Gizi Ibu hamil&lt;br /&gt;Persentase ibu hamil yang mendapat tablet Fe&lt;br /&gt;Ibu hamil sangat membutuhkan tablet tambah darah (Fe) selama masa kehamilannya untuk mencegah terjadinya anemia gizi pada ibu hamil. Berdasarkan laporan Puskesmas di Kabupaten Bondowoso, dari 11.656 ibu hamil, sebanyak 11.035 ibu hamil atau 94,67% telah mendapatkan tablet Fe-1 dan sebanyak 10.098 ibu hamil atau 86,63% telah mendapat Fe-3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3).  Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 2009, ibu bersalin yang ditolong tenaga   kesehatan adalah 8.981 orang atau 83,92%.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-wpvJtWrI/AAAAAAAAANk/t6Oc_b82vgg/s1600/blog11.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-wpvJtWrI/AAAAAAAAANk/t6Oc_b82vgg/s320/blog11.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4).  Pemeriksaan Bayi Baru Lahir&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cakupan kunjungan neonatal (KN) digunakan sebagai ukuran untuk melihat jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan neonatal. Cakupan kunjungan neonatal (KN2) di Kabupaten Bondowoso pada tahun 2009 adalah 10.074 bayi atau 95,07%.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5).  Pelayanan Kesehatan Balita, Siswa SD/MI dan Remaja&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cakupan deteksi dini tumbuh kembang balita dan prasekolah serta cakupan pelayanan kesehatan remaja &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cakupan deteksi dini tumbuh kembang balita dan prasekolah pada tahun 2009 adalah 45.336 anak balita dan pra sekolah atau 74% (dengan jumlah anak balita dan pra sekolah 60.554 anak) , penjaringan kesehatan siswa SD/MI dan sederajat yang ada di Kabupaten Bondowoso pada tahun 2009 yaitu 14.800 siswa SD/MI atau 97,54% (dengan jumlah siswa SD/MI sebanyak 15.174 siswa) dan penjaringan kesehatan siswa SMP/SMU dan sederajat yang ada di Kabupaten Bondowoso pada tahun 2009, yaitu 13064 siswa SMP/SMU atau 88,67% (dengan jumlah siswa SMP/SMU sebanyak 14.733).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Balita yang mendapat kapsul vitamin A&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Balita yang mendapat kapsul vitamin A 2 kali pada tahun 2009 sebanyak 39.316 balita (100%). Persentase ini mengalami peningkatan dibanding dengan tahun 2008 yaitu sebesar 91,20%.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Balita gizi buruk yang mendapat perawatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 2009 terdapat 374 balita yang mengalami gizi buruk dan 100% mendapat perawatan. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2008 yaitu 789 balita.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;6). Imunisasi bayi&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegiatan imunisasi bayi rutin dilaksanakan. Dari perkiraan jumlah sasaran bayi yaitu 10.659 bayi , 100% telah diimunisasi lengkap. Dengan demikian diharapkan bayi tidak menderita Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-xLuvbglI/AAAAAAAAANs/9-aeIOJvmz8/s1600/blog12.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-xLuvbglI/AAAAAAAAANs/9-aeIOJvmz8/s320/blog12.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6.  Program / Kegiatan Tahun 2009&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan dan sasaran program kesehatan adalah untuk meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan kesehatan yang terjangkau. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Program/kegiatan pokok yang dilaksanakan tahun 2009 (sesuai dengan Peraturan Menteri dalam Negeri No.13 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah) meliputi:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Penyediaan Jasa Surat Menyurat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Penyediaan Alat Tulis Kantor&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Penyediaan Peralatan Rumah Tangga&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-Undangan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Penyediaan Makanan dan Minuman&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9. Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Ke Luar Daearah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10. Penyediaan Jasa Tenaga Pendukung Administrasi/Teknis Perkantoran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;11. Penyediaan Informasi Hasil Aparatur Kepada Masyarakat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;B. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Gedung Kantor&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;C. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan       Capaian Kinerja dan Keuangan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Penyusunan Pelaporan Keuangan &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;D. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;E. Program Upaya Kesehatan Masyarakat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Pemeliharaan dan Pemulihan Kesehatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Penyediaan Biaya Operasioanal dan Pemeliharaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Penyelenggaraan Penyehatan Lingkungan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Pemasaran Sanitasi di Masyarakat (TSSM)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;F. Program Pengawasan Obat dan Makanan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Peningkatan Kapasitas Laboratorium Pengawasan Obat dan Makanan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;G. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Pengembangan Media Promosi dan Informasi Sadar Hidup Sehat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Penyuluhan Masyarakat Pola Hidup Sehat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;H. Program Perbaikan Gizi Masyarakat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Penanggulangan Kurang Energi Protein (KEP), Anemia Gizi Besi, Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY), Kurang Vitamin A dan Kekurangan Zat Gizi Mikro Lainnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;I. Program Pencegahan dan Penanggulangan penyakit Menular&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Penyemprotan/Fogging Sarang Nyamuk&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Pengadaan Alat Fogging dan Bahan-Bahan Fogging&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Pelayanan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Peningkatan Imunisasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Peningkatan Surveillance Epideminologi dan Penanggulangan Wabah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;J. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Pembangunan dan Pemutakhiran Data Dasar Standar Pelayanan Kesehatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;K. Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu dan Jaringannya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Pengadaan Puskesmas Keliling&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Rehabilitasi Sedang/Berat Puskesmas Pembantu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Rehabilitasi Berat/Sedang Puskesmas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Rehabilitasi Rumah Dinas Medis/Paramedis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Pengadaan Alat Penyebarluasan Informasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Pengadaan Alat Kesehatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;L. Program peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Pelayanan Pemeliharaan Kesehatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;M. Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Peningkatan Status Kesehatan Ibu dan Anak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;N. Program Pemberdayaan Kader Kesehatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Jambore Kader Posyandu Tingkat Kabupaten dan Propinsi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BAB V&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Anggaran Kesehatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anggaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso untuk belanja langsung dan tidak langsung berasal dari : &lt;br /&gt;a. Dana Alokasi Umum (DAU)&lt;br /&gt;b. DAK&lt;br /&gt;c. APBN&lt;br /&gt;d. APBD Propinsi&lt;br /&gt;e. Bantuan Luar Negeri (BLN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Sumber Daya Manusia Bidang Kesehatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan dan UPTDnya serta di Rumah Sakit Umum dan RS Bhayangkara adalah berjumlah 1.036 orang.  Status tenaga kesehatan tersebut adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Tidak Tetap (PTT)  dan tenaga kontrak daerah. &lt;br /&gt;&lt;span id="goog_647848951"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-yP4WwNyI/AAAAAAAAAN0/QjITzJ4Pyr8/s1600/blog13.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="342" src="http://1.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-yP4WwNyI/AAAAAAAAAN0/QjITzJ4Pyr8/s400/blog13.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3. Sarana dan Prasarana yang Mendukung Dinas Kesehatan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso memiliki sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mendukung kegiatan operasional, baik operasional Dinas Kesehatan maupun Puskesmas. Sarana dan prasarana tersebut berupa gedung, mobil (baik mobil dinas maupun Puskesmas keliling), kendaraan dinas roda dua serta komputer. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegiatan operasional Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso dilaksanakan di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso dan di Gudang Farmasi Kabupaten (GFK). Sedangkan kegiatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dilaksanakan  di Laboratorium Kesehatan Kab. Bondowoso, Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Polindes dan juga Posyandu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Polindes dan Puskesmas Keliling&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jumlah Puskesmas di Kabupaten Bondowoso adalah 25 buah dan setiap Puskesmas memiliki 1 buah Puskesmas Keliling (Pusling). Sehingga masing-masing kecamatan terdapat 1 buah Puskesmas, kecuali Kecamatan Kota yang memiliki 3 Puskesmas. Dari 25 buah Puskesmas, semuanya sudah merupakan Puskesmas perawatan. Jumlah Puskesmas Pembantu 63 buah, sedangkan jumlah Polindes sebanyak 157 buah. Dengan demikian rasio Puskesmas terhadap 100.000 penduduk sebesar 3,39 ini artinya bahwa setiap 100.000 penduduk dilayani oleh 3 Puskesmas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rasio sarana Kesehatan Dasar terhadap penduduk di Kabupaten Bondowoso Tahun 2009&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-0qmXW1AI/AAAAAAAAAN8/Xr1uwTWtU6Q/s1600/blog14.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="115" src="http://2.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-0qmXW1AI/AAAAAAAAAN8/Xr1uwTWtU6Q/s400/blog14.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.   Rumah Sakit dan sarana kesehatan lain&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabupaten Bondowoso memiliki 2 buah Rumah Sakit yaitu Rumah Sakit Umum Dr. H. Koesnadi dengan jumlah tempat tidur 220 TT dan Rumah Sakit Bhayangkara  dengan jumlah tempat tidur 30 TT. Rasio Rumah Sakit terhadap 100.000 penduduk sebesar 0,28, jadi Rumah Sakit melayani kurang dari 100.000 penduduk. Per November 2009 ijin sementara dari Klinik Kusuma Bhakti telah turun menjadi RS Kusuma Bhakti, sehingga akhir 2009 bertambah satu lagi RS di Bondowoso, yaitu RS Swasta Kusuma Bhakti. Akan tetapi pendataan RS tersebut masuk di tahun 2010.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasio Sarana Kesehatan Rujukan terhadap Penduduk Kabupaten Bondowoso Tahun 2009&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-1CU9moFI/AAAAAAAAAOE/RiF9NyJtIM8/s1600/blog15.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="127" src="http://1.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-1CU9moFI/AAAAAAAAAOE/RiF9NyJtIM8/s400/blog15.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;4. Indikator Kinerja Rumah Sakit&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Bed Occupancy Rate (BOR) Rumah Sakit&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemanfaatan fasilitas pelayanan Rumah Sakit oleh penduduk diukur dengan BOR. BOR RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso pada tahun 2009 mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2008. Pada tahun 2008 66,23% sedangkan pada tahun 2009 menjadi 52,6%. Sedangkan BOR RS Bhayangkara Bondowoso pada tahun 2009 mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2008. Pada tahun 2008 adalah 39,20% dan pada tahun 2009 adalah 53,1%.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Average Length of Stay (ALOS) dan Turn Over Interval (TOI)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rata-rata lamanya pasien dirawat di Rumah Sakit (ALOS) RSU Dr.H.Koesnadi Bondowoso pada tahun 2009 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2008, yaitu 4,7 menjadi 3,7 hari. Ini artinya lama rawat  pasien di Rumah Sakit rata-rata antara 3-4 hari. Sedangkan TOI pada tahun 2009 mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun 2008 yaitu 3,3 menjadi 3,4. Sedangkan untuk RS Bhayangkar Bondowoso, ALOS pada tahun 2009 mengalami penurunan jika dibanding tahun 2008 yaitu 3,5 2008 3,4 artinya lama rawat rawat pasien di RS rata-rata 3 hari. Sedangkan TOI  pada tahun 2009 mengalami penurunan jika dibanding tahun 2008 yaitu 5,5 menjadi 3.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Gross Death Rate (GDR) dan Net Death Rate (NDR)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Indikator ini digunakan untuk melihat mutu pelayanan perawatan di Rumah Sakit. Semakin rendah angka GDR dan NDR, maka semakin baik mutu perawatan di suatu Rumah Sakit. Pada tahun 2009 GDR Rumah Sakit Dr. H. Koesnadi adalah 70,5. Sedangkan NDR pada tahun 2009 yaitu 25,3. Sedangkan untuk RS Bhayangkara Bondowoso pada tahun 2009 GDR 7,5 dan NDR 2,3.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;5. Pencapaian Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan Kabupaten Bondowoso &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pencapaian SPM Bidang Kesehatan Kabupaten Bondowoso tahun 2009 (Berdasarkan Keputusan Menkes RI Nomor 828/MENKES/SK/IX/2008) adalah sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-1vWdqkLI/AAAAAAAAAOM/rvSvcI82mV8/s1600/blog16.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://1.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-1vWdqkLI/AAAAAAAAAOM/rvSvcI82mV8/s640/blog16.JPG" width="427" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-2c7ruS7I/AAAAAAAAAOU/H39s7CjxpkA/s1600/blog17.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="291" src="http://3.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-2c7ruS7I/AAAAAAAAAOU/H39s7CjxpkA/s400/blog17.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BAB VI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PENUTUP&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Profil Kesehatan Kabupaten Bondowoso tahun 2009 diharapkan dapat memberikan informasi bagi yang membutuhkan,khususnya informasi kesehatan di Kabupaten Bondowoso sebagai bahan evaluasi dan bahan pantauan yang pada akhirnya memberikan suatu hasil kebijakan yang mengarah pada upaya peningkatan pembangunan khususnya pada pencapaian Masyarakat Bondowoso yang Mandiri untuk Hidup Sehat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyusunan dan penyajian profil kesehatan ini tentunya masih  terdapat banyak kekurangan dan kelemahan, terutama pada kelengkapan dan akurasi data, ketepatan waktu maupun analisa deskripsinya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun sebagai langkah menuju kesempurnaan penyusunan Profil Kesehatan di masa yang akan datang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami mengucapkan banyak terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam pengumpulan data untuk bahan penyusunan buku ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/875828441344222174-7090319967586195648?l=haklibondowoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/feeds/7090319967586195648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2010/08/bab-i-pendahuluan-pembangunan-kesehatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/7090319967586195648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/875828441344222174/posts/default/7090319967586195648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haklibondowoso.blogspot.com/2010/08/bab-i-pendahuluan-pembangunan-kesehatan.html' title='PROFIL DINAS KESEHATAN KAB. BONDOWOSO Th. 2009'/><author><name>indraculla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02698799200599936212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CI6ze2O4CRs/TF-tGKYaIlI/AAAAAAAAAMU/o7eF4SNhuXc/s72-c/blog3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-875828441344222174.post-7478170961683950071</id><published>2010-08-08T19:01:00.000-07:00</published><updated>2010-08-08T22:48:14.243-07:00</updated><title type='text'>SUCCESS STORY OF dr. UMI FADILLAH be Nakes Teladan Kab. Bondowoso</title><content type='html'>&lt;meta content="Microsoft Word 10" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 10" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRIKIND%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRIKIND%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:Wingdings;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;panose&lt;/span&gt;-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-font-&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;charset&lt;/span&gt;:2;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-generic-font-family:auto;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-font-pitch:variable;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}@font-face	{font-family:&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;Tahoma&lt;/span&gt;;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;panose&lt;/span&gt;-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-font-&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;charset&lt;/span&gt;:0;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-generic-font-family:&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;swiss&lt;/span&gt;;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-font-pitch:variable;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;}@font-face	{font-family:"&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;Arial&lt;/span&gt; Narrow";	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;panose&lt;/span&gt;-1:2 11 5 6 2 2 2 3 2 4;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-font-&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;charset&lt;/span&gt;:0;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-generic-font-family:&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;swiss&lt;/span&gt;;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-font-pitch:variable;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;MsoNormal&lt;/span&gt;, &lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;li&lt;/span&gt;.&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;MsoNormal&lt;/span&gt;, div.&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;MsoNormal&lt;/span&gt;	{&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-style-parent:"";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;fareast&lt;/span&gt;-font-family:"Times New Roman";}h1	{&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-style-next:Normal;	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-pagination:widow-orphan;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-outline-level:1;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-layout-grid-align:none;	text-&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;autospace&lt;/span&gt;:none;	font-size:22.0pt;	font-family:&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;Tahoma&lt;/span&gt;;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-font-kerning:0pt;	text-shadow:auto;	font-weight:normal;}h2	{&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-style-next:Normal;	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:0cm;	margin-left:13.5pt;	margin-bottom:.0001pt;	text-indent:-13.5pt;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-pagination:widow-orphan;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-outline-level:2;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-layout-grid-align:none;	text-&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;autospace&lt;/span&gt;:none;	font-size:16.0pt;	font-family:&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;Tahoma&lt;/span&gt;;	text-shadow:auto;	font-weight:normal;}h3	{&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-style-next:Normal;	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:0cm;	margin-left:29.25pt;	margin-bottom:.0001pt;	text-indent:-11.25pt;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-pagination:widow-orphan;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-outline-level:3;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-layout-grid-align:none;	text-&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;autospace&lt;/span&gt;:none;	font-size:14.0pt;	font-family:&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;Tahoma&lt;/span&gt;;	text-shadow:auto;	font-weight:normal;}h4	{&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-style-next:Normal;	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:0cm;	margin-left:45.0pt;	margin-bottom:.0001pt;	text-indent:-9.0pt;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-pagination:widow-orphan;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-outline-level:4;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-layout-grid-align:none;	text-&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;autospace&lt;/span&gt;:none;	font-size:12.0pt;	font-family:&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;Tahoma&lt;/span&gt;;	text-shadow:auto;	font-weight:normal;}h5	{&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-style-next:Normal;	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:0cm;	margin-left:63.0pt;	margin-bottom:.0001pt;	text-indent:-9.0pt;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-pagination:widow-orphan;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-outline-level:5;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-layout-grid-align:none;	text-&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;autospace&lt;/span&gt;:none;	font-size:10.0pt;	font-family:&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;Tahoma&lt;/span&gt;;	text-shadow:auto;	font-weight:normal;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-header-margin:36.0pt;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-footer-margin:36.0pt;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0	{&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-list-id:-2;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-list-type:simple;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-list-template-ids:-869210726;}@list l0:level1	{&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-level-start-at:0;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-level-text:*;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-level-tab-stop:none;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-level-number-position:left;	margin-left:0cm;	text-indent:0cm;}@list l1	{&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-list-id:991451080;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-list-type:hybrid;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-list-template-ids:-883918092 1971872068 164683800 -1257110560 183796952 -54764434 1731898436 1620890908 1061458412 2095896404;}@list l1:level1	{&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-level-number-format:bullet;	&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="goog-spellcheck-word"&gt;mso&lt;/span&gt;-level-text:
